Senin, 16 Maret 2015

Misteri Kota yang Hilang


Kota misterius ini telah berkembang selama ribuan tahun yang lalu, namun jejaknya tidak diketahui dan hilang sampai sekarang. Sebuah ekspedisi ke Honduras telah keluar dari hutan hujan pada pekan lalu dengan membawa kabar bagus, tentang penemuan sisa-sisa peradaban kota hilang yang misterius, yang tidak pernah dijelajahi sebelumnya. 
Ekspedisi yang dilakukan tim gabungan ilmuwan Honduras dan Amerika, dibantu pasukan SAS (Special Arm Service) Inggris, itu percaya mereka telah menemukan sisa kota hilang misterius yang dikenal sebagai Kota Putih atau dalam legenda-legenda disebut Kota 'Dewa Kera'.
Selama 500 tahun, para ilmuwan dan tim ekspedisi telah berusaha mencari situs kuno di hutan Mosquitia, Honduras untuk mencari kebenaran tentang Kota Putih.

Kota misterius ini telah berkembang selama ribuan tahun yang lalu, namun jejaknya tidak diketahui dan hilang sampai sekarang. Namun yang membuat peradaban ini berbeda dari suku Maya adalah budaya dan bangsa di kota kuno itu tidak memiliki nama. Selama menjelajah di sisa-sisa kota tersebut, tim arkeolog menemukan banyak artefak batu yang menyembul dari tanah yang tak tersentuh selama berabad-abad.

Mereka juga menemukan dan memetakan banyak plaza, hasil kerajinan tanah liat, gundukan dan piramida yang masih terkubur sebagian di dalam tanah. Reruntuhan pertama kali diidentifikasi pada Mei 2012, pada saat survei udara di atas lembah terpencil di La Mosquitia, sebuah wilayah yang luas berisi rawa, sungai, dan gunung-gunung yang merupakan tempat terakhir yang belum dijelajahi ilmuwan di Bumi.

Christopher Fisher, arkeolog Mesoamerika dari tim penjelajah Colorado State University, mengatakan situs perawan yang belum terjamah itu memiliki koleksi peradaban 'sangat langka'.
Ia berspekulasi bahwa sisa-sisa, yang ditemukan di dasar piramida, mungkin akan menjadi penemuan yang tak bernilai.

"Kawasan tak terjamah ini sangat unik. Di sini tampilan ritualnya kuat dan pasti mengundang penjarah untuk mengambil peninggalan bernilai ini keluar dari Mosquitia," kata pemimpin ekspedisi tersebut dikutip Dream.co.id dari laman Nationalgeographic.com, Minggu 15 Maret 2015.
Objek yang paling mencolok yang muncul dari tanah adalah sebuah kepala patung yang diperkirakan berbentuk manusia jaguar. "Kepala tersebut tampaknya memakai helm," kata Fisher.

Anggota tim penjelajah, Oscar Neil Cruz, kepala arkeolog di Institut Antropologi dan Sejarah Honduras (IHAH), percaya bahwa artefak dibuat antara tahun 1000-1400 Masehi. Benda-benda yang ditemukan didokumentasikan tetapi tidak digali. Untuk melindungi situs dari para penjarah, lokasinya tidak diungkapkan.