Minggu, 29 Maret 2015

Kebohongan Guru

Pernah mendengar kutipan ‘1500 years ago, everybody KNEW that the Earth was the center of the universe. 500 years ago, everybody KNEW that the Earth was flat’ dari film Man In Black (1997)? Film ini mengajarkan agar kita tidak mudah percaya apa kata orang karena ternyata apa yang dianggap semua orang sebagai fakta kebenaran pada hari ini mungkin saja terbukti salah beberapa tahun kemudian.

Sebelumnya perlu disampaikan bahwa sama sekali tidak ada niatan untuk mengatakan bahwa para guru yang menyampaikan fakta-fakta di bawah adalah pembohong. Hanya saja sistem pendidikan kita di masa lalu yang ‘memaksa’ siswa menelan bulat-bulat segala informasi yang disampaikan guru mereka membuat para guru hasil produk sistem pendidikan tersebut juga melakukan hal yang sama. Penasaran apa saja fakta bohong yang masih diajarkan guru di sekolah? 

1. Manusia punya 5 indera


Setiap kali seorang guru mengatakan bahwa manusia mempunyai 5 indera : pendengaran (audioception), penglihatan (ophthalmoception), penciuman (olfacoception), peraba (tactioception) dan pengecap (gustaoception), maka guru itu merujuk pada klasifikasi indera manusia versi Aristoteles yang sudah tidak relevan lagi diajarkan di abad ke-21 ini.
Sesungguhnya selain 5 indera yang umum diajarkan oleh para guru di atas, terdapat sedikitnya beberapa indera lagi yang dimiliki oleh manusia, antara lain indera kinestetik (proprioception), temperatur (thermoception), rasa sakit (nociception), keseimbangan (equilibrioception), getaran (mechanoreception) dan lain-lain.

 

2. Ada 3 macam wujud zat


Selama ini para guru selalu mengajarkan bahwa dalam dunia ini terdapat 3 macam wujud zat yaitu zat padat, cair, dan gas. Pelajaran fisika ini tidak sepenuhnya benar, karena seharusnya ada 4 macam jika ditambah plasma. Itu pun hanya wujud dasar yang bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Masih ada beberapa wujud zat lain misalnya Bose-Einstein condensates, neutron-degenerate matter dan lain-lain.
Ada 2 kemungkinan kenapa para guru tidak menyebutkan plasma sebagai wujud zat keempat. Pertama adalah para guru sendiri juga tidak tahu tentang hal itu karena mereka dulu juga diajarkan bahwa wujud zat itu ada tiga. Kemungkinan yang kedua adalah para guru sebenarnya tahu tetapi mereka tidak menyampaikannya karena pengetahuan tentang plasma agak sulit untuk dicerna oleh siswa sekolah menengah ke bawah. Meskipun begitu, para guru yang mengetahui fakta sebenarnya seharusnya menyampaikan hal ini, hanya saja mungkin bisa ditambahkan dengan kalimat, “Pada tahap ini kita hanya akan membahas tiga wujud zat paling umum.” (sumber)

3. Ada 9 planet di tata surya

Masih ingat mata pelajaran IPA tentang tata surya waktu SD dulu? Saya masih ingat betul urutan 9 planet di tata surya yang mengitari matahari. Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan terakhir Pluto. Urutan 9 planet yang mbakbro hafalkan dulu ini ternyata salah karena dalam tata surya hanya terdapat 8 planet. Pluto tidak termasuk planet karena tidak memenuhi syarat sebagai sebuah planet mandiri.
Menurut definisi IAU (International Astronomical Union) pada tahun 2006, sebuah benda angkasa bisa disebut planet jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1) mengorbit matahari; 2) mempunyai massa yang cukup untuk mendapatkan bentuk bulat; dan 3) lingkungan sekitar orbitnya bersih dari benda-benda angkasa lain. Dan Pluto tidak memenuhi syarat yang ketiga. (sumber)

 

4. Tidak ada gravitasi di luar angkasa


Dulu guru kita selalu mengajarkan bahwa di luar angkasa tidak ada gravitasi. Karena itulah tubuh astronot nampak melayang-layang di luar angkasa. Hal ini sekali lagi tidak sepenuhnya benar sebab gravitasi ada di mana-mana termasuk di luar angkasa. Gaya gravitasi dari matahari bertanggung jawab menjaga planet-planet di tata surya tetap pada orbitnya. Hanya saja memang kekuatan gravitasi berkurang seiring dengan jarak, karena itu semakin jauh seseorang dengan planet bumi maka kekuatan gravitasi akan terasa semakin berkurang. (sumber)

 

5. Thomas Edison penemu bohlam


Thomas Edison sama sekali bukanlah penemu bohlam melainkan orang yang pertama kali mematenkan bohlam. Penemu bohlam sendiri adalah seseorang bernama Heinrich Goebel. Bahkan ketika temuan itu dipatenkan Edison, sebanyak 22 orang telah melakukan eksperimen tentang bohlam termasuk seorang jenius lain bernama Nikola Tesla.
Tindakan Edison yang mematenkan bohlam ini disebut-sebut sebagai salah satu cikal bakal perseteruan panjang antara Nikola Tesla dan Thomas Edison, selain masalah arus listrik AC/DC yang terkenal dengan sebutan ‘War of Currents’. (sumber)

 

Penutup

Sebenarnya masih banyak lagi fakta ilmu pengetahuan dan sejarah yang seharusnya diralat dalam buku teks pelajaran siswa di Indonesia termasuk fakta sejarah ‘salah kaprah yang hingga sekarang masih diajarkan guru di bangku sekolah mengenai pemberontakan G/30S/PKI, NII, Supersemar, Serangan Umum 1 Maret, Timor Timur dan lain-lain. Tetapi perludisampaikan bahwa penulis kurang mengikuti perkembangan kurikulum pendidikan nasional yang selalu berubah-ubah, jadi apabila ada di antara daftar di atas yang sudah diralat harap diinformasikan pada komentar di bawah.
Selain itu kalau menurut Anda, mana fakta salah kaprah yang paling membekas dalam ingatan Anda? Silahkan tulis dalam kolom komentar di bawah. Terimakasih.