Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2026

Kenapa Sambal Bikin Sakit Perut?


Siapa sih yang nggak tergoda sama aroma sambel ulek segar di atas ayam geprek atau bakso yang masih mengepul? Di Indonesia, makan tanpa sambel itu ibarat sayur tanpa garam: hambar! Tapi, sering kali momen "nikmat membawa sengsara" datang beberapa jam kemudian—perut mulai melilit, bunyi
keroncongan yang tidak beraturan, sampai harus bolak-balik ke toilet.

Kenapa sih si pedas kesayangan kita ini hobi banget bikin rusuh di perut? Yuk, kita bedah pelakunya!


1. Sang Aktor Utama: Capsaicin

Penyebab utama lidah terbakar dan perut "demo" adalah senyawa kimia bernama Capsaicin. Zat ini ditemukan pada biji dan urat putih di dalam cabai.

Uniknya, tubuh kita punya reseptor saraf yang sensitif terhadap panas. Saat Capsaicin masuk, otak kita tertipu dan mengira ada kebakaran sungguhan di dalam sistem pencernaan. Reaksi tubuh? Tentu saja mengirim sinyal darurat untuk segera membuang "benda panas" tersebut secepat mungkin.

2. Efek "Lari Maraton" di Usus

Pernah merasa setelah makan pedas, urusan ke belakang jadi sangat mendesak? Itu karena Capsaicin memicu usus untuk bergerak lebih cepat dari biasanya.

  • Proses Normal: Usus menyerap air perlahan sambil mengolah sisa makanan.

  • Proses Pasca-Sambel: Usus besar kaget dan langsung mendorong semuanya keluar (hiper-motilitas). Karena gerakannya terlalu cepat, air tidak sempat terserap sempurna, dan terjadilah diare atau yang sering kita sebut "mules pedas".

3. Asam Lambung yang "Baper"

Bagi kamu yang punya riwayat maag atau GERD, sambel adalah provokator ulung. Capsaicin bisa melemaskan otot katup antara kerongkongan dan lambung. Akibatnya, asam lambung bisa naik ke atas (heartburn) dan menimbulkan sensasi perih atau panas di dada dan ulu hati.

4. Bahan Pelengkap yang Ikut Campur

Kadang, bukan cuma cabainya yang salah. Perhatikan juga teman-temannya:

  • Minyak berlebih: Lemak dari minyak goreng dalam sambel membuat pengosongan lambung jadi lambat, bikin perut terasa begah.

  • Terasi atau bawang mentah: Bagi sebagian orang yang perutnya sensitif, gas dari bahan-bahan ini bisa bikin perut kembung.


Tips Tetap Bisa Makan Sambel Tanpa "Drama":

Jika kamu belum siap pensiun jadi pencinta pedas, coba lakukan trik ini:

  • Jangan Perut Kosong: Lapisi lambung dengan sedikit karbohidrat atau protein sebelum menghajar sambel.

  • Minum Susu: Produk susu mengandung protein bernama casein yang bisa mengikat Capsaicin dan menetralkan rasa panas, jauh lebih efektif daripada air putih dingin.

  • Buang Bijinya: Sebagian besar "ranjau" pedas ada di biji cabai. Mengurangi biji bisa mengurangi level serangan ke perut.

Kesimpulannya:

Sakit perut setelah makan sambel itu adalah cara tubuh bilang, "Woi, ini kepedesan!". Jadi, tetap nikmati sambelmu, tapi kenali juga batas kemampuan perut masing-masing ya!

Bagaimana dengan kamu? Tim sambel korek yang nendang atau sambel tomat yang lebih kalem?

Kamis, 11 Juni 2015

PELUANG BISNIS FOOD TRUCK

Menjemput laba nan gurih dengan food truck ! Ternyata saran saya tentang bisnis bergerak sudah dieksekusi sahabat Kiki@ di Bontang, semoga sukses ya ..

Bisnis kuliner memang tak pernah mati. Bukan saja dari perkembangan menu atau makanan yang dijual, cara penyajian dan cara penjualan pun bisa menjadi peluang baru yang menjanjikan. Belakangan ini, tren food truck mulai mewabah di ibukota. Kebanyakan pemiliknya merupakan anak muda. Konsep food truck sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Beberapa tahun lalu, masyarakat kita mengenal moko alias mobil toko. Sejatinya, ada kemiripan antara moko dengan food truck. Dua-duanya merupakan istilah yang diberikan untuk kendaraan yang dimodifikasi menjadi media menjajakan dagangan.

Rabu, 15 April 2015

Dijual Coklat dan Brownies mengandung ganja di Blok M Plaza

Badan Narkotika Nasional membongkar modus baru peredaran narkoba dari sindikat yang beranggotakan lima orang. Kelompok ini mengedarkan ganja yang dicampur dalam adonan cokelat dan brownies.

Bumbu Dapur berbahan kadaluarsa

Rumah yang dijadikan gudang pengolahan bumbu dapur yang kadaluarsa digerebek pihak Satuan Reserse Narkoba Polresta Bekasi Kota, Selasa (14/4) siang. Dalam penggerebekan  di Kampung Rawa Bugel RT 02 RW 03, Margamulya, Bekasi Utara petugas mengamankan 700 kilogram bumbu dapur kadaluarsa.

Selain mengamankan barang bukti bumbu dapur expiyed itu petugas juga berhasil mengamankan lima orang karyawan yang sedang mengolah bumbu dapur tersebut. "Lima orang yang diamankan itu karyawan dan pemilik gudang," kata Kasat Narkoba, Sukardi di lokasi penggerebekan.

Sukardi menambahkan, gudang itu difungsikan untuk mengolah bumbu dapur yang sudah kadaluarsa. Setelah di olah, bumbu dapur itu dijual kembali ke pasaran. "Sudah bertahun-tahun bisnis ilegal ini," paparnya.

Menurutnya, bumbu dapur yang ditemukan petugas di dalam rumah itu sudah siap edar. "Pengedarannya bukan hanya di Bekasi, melainkan di luar kota juga," ujarnya.

Sampai saat ini petugas masih berjaga-jaga di lokasi penggerebekan. Rumah bercat orange itu sudah dipasang garis police line.