Senin, 30 Maret 2015

Batu Akik Tidak Laku di Pegadaian

 Trend batu mulia di Indonesia, termasuk juga Kalimantan Barat bikin harga nya jadi sangatlah tinggi. Sering orang mendengar ada batu akik atau type batu mulia yang lain yang tembus beberapa ratus juta sampai miliaran rupiah. Pengamat ekonomi Kampus Tanjungpura, Ali Nasrun menilainya hal itu adalah fenomena unik, sekalian beresiko jika beberapa orang mulai terobsesi.



“Batu akik ini trend yang unik. Cukup menghibur serta bikin orang hilang bimbangnya. Memerlukan hal yang seperti ini. Namun jangan sempat saat, pikiran serta duit kita tergadai dikarenakan ini batu. Terlebih hingga berkhayal yang terlampau tinggi, ” katanya pada Pontianak Post (Group Kalimantan tengah Pos), Sabtu (28/3).

Sekarang ini, kata dia, banyak narasi yang mengatakan ada batu akik dengan ciri spesial yang mempunyai harga sangatlah tinggi. Hal semacam ini bikin orang berlomba-lomba mencari batu-batu dengan ciri yang serupa.

“Ini yang saya cemaskan.kuatirkan. Orang berkhayal terlampau jauh. Ada yang beli cuma beberapa puluh ribu atau lebih, lantas berkhayal di jual kembali dengan harga jutaan rupiah, ” ucapnya. Fenomena itu, kata dia, serupa dengan efek sinetron untuk beberapa penontonnya.

Menurut dia, tak masuk akalnya sebagian batu akik dapat digunakan oknum yg tidak bertanggungjawab juga sebagai alat pencucian duit. Pasalnya, tak ada standard mutlak yang disadari dunia untuk memastikan nilai suatu batu akik. Hal semacam itu bikin harga batu akik mudah direkayasa. “Bisa jadi untuk pencucian duit. Saksikan saja, siapa yang umum beli batu-batu mahal itu. Namun semoga tak seperti itu. Jikalau ada cuma beberapa yang sangatlah kecil di antara konsumen batu akik, ” paparnya.

Tetapi, diluar harga yang mulai menggila, Ali menyampaikan batu akin cukup bikin efek ekonomi yang cukup bermakna. “Batu akik bukanlah hal yang baru di Indoensia. Cuma saat ini mulai meluas saja penggemarnya. Saya saksikan trennya bagus untuk ekonomi rakyat. Penambang, pengerajin sampai penjual rasakan efeknya, ” sebutnya.

Walau sekian, trend batu akik ini akan tidak lama jika tak ada inovasi di dalamnya. Selama ini batu akik, di Indoensia cuma jadikan mata cincin atau liontin. Memerlukan usaha untuk memproses batu akik jadi bentu lain. Diluar itu, trend batu akik baru dapat bertahan lama, jika digunakan juga sebagai souvenir di industri pariwisata.

Disamping itu, Deputi Usaha PT Pegadaian Ruang Pontianak, Ade Harsono menyebutkan sampai sekarang ini pihaknya tak menilainya batu akik serta batu permata lain juga sebagai benda bernilai yang layak ditebus. “Jika ada yang menggadaikan cincin emasnya yang bermatakan batu akik atau batu lain, yang kami nilai cuma emasnya saja. Meskipun harga batu akiknya dia beli tambah lebih mahal dari cincinnya, ” kata dia.

Menurutnya, harga batu akik atau batu mulia yang lain tak ada standarnya. Harga nya jadi terkadang ditetapkan oleh perjanjian pada dua orang saja, penjual serta konsumen. Sedang emas mempunyai standard harga yang pasti, serta berlaku luas di semua negara. “Kalau ada yang menggadaikan cincin emas dengan batu mulia, yang kami nilai cuma cincin emasnya, ” tegas dia.

Walau sekian, PT Pegadaian sekurang-kurangnya mempunyai kepedulian juga pada batu mulia. Perusahaan pelat merah ini membangun Gemologi Lab di Jakarta. Di laboratorium ini ada, peralatan identifikasi gemologi juga berbentuk sangatlah ilmiah serta mutakhir hingga bikin orang-orang pemula susah terhubung pengetahuan gemologi serta pada akhirnya kerap jadi objek penipuan dalam usaha batu mulia.

“Pegadaian G-Lab sediakan beragam service professional untuk sertifikasi keaslian serta identifikasi kwalitas batu, dengan support gemologist serta peralatan gemologi berstandar internasional. Namun kami hingga sekarang ini belum terima penggadaian untuk batu mulia, ” ujarnya.