Senin, 30 Maret 2015

Kutukan Yang Menjadi Kenyataan

Beberapa orang mungkin menganggap kutukan sebagai kepercayaan tahayul yang tidak masuk akal, tetapi sejarah mencatat terlalu banyak fakta yang mengisahkan kebenaran kutukan yang menjadi nyata. Anda boleh percaya boleh juga menganggap peristiwa-peristiwa di bawah sebagai kebetulan, tetapi satu hal yang pasti, para korban kutukan di bawah ini merasakan penderitaan atau kematian yang mengerikan. Berikut daftar 5 kutukan mengerikan yang menjadi kenyataan :

 

1. Kutukan dengan korban jutaan orang


Pada tahun 1941, sebuah tim ekspedisi antropologis Uni Soviet mendapatkan perintah dari Stalin untuk mencari dan menggali kuburan Amir Timur, seorang raja Islam keturunan Mongol-Turki terkenal dari abad ke-14 yang juga dianggap sebagai pahlawan nasional bangsa Uzbekistan. Meskipun para ulama setempat telah memperingatkan agar mereka tidak mengganggu makam Amir Timur, namun para ilmuwan itu tetap bersikeras. Para ulama tersebut meyakini bahwa apabila makam Amir Timur diganggu, tiga hari setelahnya akan terjadi bencana besar. Tetapi peringatan itu dianggap angin lalu oleh pemimpin ekspedisi, Mikhail Gerasimov, meskipun pada penutup kuburan itu nyata-nyata telah tertulis kata-kata, “Ketika aku bangkit dari kubur, dunia akan bergetar.
Tiga hari kemudian, pasukan Nazi Jerman melancarkan operasi Barbarossa dan menginvasi Uni Soviet tanpa peringatan. Kebetulan? Mungkin saja iya, tetapi yang jelas karena invasi ini dunia benar-benar bergetar. Uniknya, peperangan yang biasa disebut sebagai Battle of Stalingrad ini akhirnya dimenangkan oleh Uni Soviet. Kemenangan itu sendiri dipercayai dicapai Uni Soviet setelah Stalin menyadari kesalahannya dan menguburkan kembali jasad Amir Timur dengan upacara penguburan secara Islami. Tetapi meskipun kutukan ini telah dapat dihindari, tak urung sekitar 7,5 juta jiwa warga Uni Soviet menjadi korban. (sumber)

 

2. Kutukan yang berlangsung 1000 tahun

Jika Anda percaya adanya kutukan, maka berdoalah Anda bukan keturunan bangsa Hungaria, sebab dari sanalah kutukan Turani Atok berasal. Kutukan ini berawal sejak tahun 1000 Masehi ketika raja Stephen memerintah Hungaria dengan tangan besi. Raja Stephen bermaksud memaksa seluruh bangsa Hungaria untuk memeluk agama Kristen, namun para penduduk yang selama ini menganut kepercayaan kuno setempat menolak. Hal ini mengakibatkan pemberontakan.
Raja Stephen bereaksi dengan kejam. Para pemberontak itu kemudian disiksa dan dibutakan kedua matanya oleh pasukan kerajaan. Karena kekejaman itu, para pemberontak memanggil seorang dukun sakti yang kemudian mengutuk kerajaan Kristen baru itu selama 1000 tahun akan mengalami kebinasaan. Entah kebetulan atau tidak, sejak saat itu Hungaria tumbuh menjadi kerajaan dengan tingkat depresi paling tinggi di Eropa. Bahkan kini Hungaria tercatat sebagai negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia meskipun seharusnya kutukan Turani Atok telah berakhir pada tahun 2000. (sumber)

 

3. Kutukan yang mengakhiri kerajaan Romanov


Satu abad yang lalu, hiduplah seorang dukun bernama Grigory Rasputin. Lahir di Siberia, Rasputin yang datang dari keluarga miskin berhasil memasuki lingkaran keluarga bangsawan kerajaan Romanov di Rusia. Di sana Rasputin dipercaya sebagai penasihat spiritual ratu Aleksandra yang terpesona dengan kemampuan spiritualnya. Namun rupanya hal ini membuat sebagian anggota keluarga kerajaan menjadi iri dan dengki. Secara rahasia, kelompok ini kemudian merencanakan pembunuhan atas Rasputin. Tetapi rupanya Rasputin adalah orang yang tidak mudah mati. Setelah beberapa kali ditembak, dipukuli secara brutal, diracun, dan dikebiri, Rasputin tetap bertahan hidup. Baru ketika tubuhnya diikat dan dimasukkan dalam sungai yang sedang membeku, akhirnya Rasputin bisa mati.
Tapi siapa menduga, sebelum mati Rasputin telah menulis sepucuk surat untuk ratu Alexandra yang intinya tentang nasib buruk kerajaan apabila dia mati di tangan para bangsawan dan bahwa keluarga kerajaan akan menerima nasib yang sama dengannya dalam waktu tidak lebih dari satu tahun. Kutukan Rasputin itu akhirnya benar-benar terbukti. Kurang dari satu tahun setelah kematiannya, semua anggota keluarga kerajaan Romanov dieksekusi secara brutal dalam sebuah pemberontakan. (sumber)

 

4. Kutukan kursi Thomas Busby

Pada tahun 1702, seorang pemabuk bernama Thomas Busby mati digantung setelah membunuh mertuanya karena menduduki kursi kesayangannya. Saat dibawa ke tiang gantungan, Thomas Busby meneriakkan sebuah kutukan bahwa semua orang yang berani duduk di kursi tersebut akan mati. Benar saja, selama 300 tahun kemudian kursi itu telah menjadi benda terkutuk. Siapapun yang berani duduk di atasnya akan segera menemui ajal.
Hingga akhirnya pada tahun 1968 kursi itu jatuh ke tangan Tony Earnshaw yang tidak percaya tahayul dan menganggap kutukan itu hanya omong kosong, kursi maut itu pun ditaruhnya di sebuah bar yang dimilikinya. Meskipun Tony meyakinkan para pelanggannya bahwa kursi itu sama sekali tidak berbahaya namun tak urung tidak ada yang berani duduk di atas kursi itu kecuali dua orang pilot yang hari itu juga mati setelah mobil yang ditumpangi keduanya mengalami kecelakaan. Setelah beberapa hari kemudian seorang pekerja konstruksi jatuh dan kepalanya pecah setelah duduk di kursi itu, Tony Earnshaw kemudian menyumbangkan kursi itu ke museum Thirsk di Inggris. Kursi itu kini digantung di dinding museum agar tidak ada seorang pun bisa mendudukinya. (sumber)

 

5. Kutukan yang mengakhiri kekuasaan 2 perdana menteri


Pada Juli 2005 sekelompok Yahudi garis keras dipimpin oleh Rabbi Yosef Dayan berkumpul di sebuah pekuburan kuno untuk mengadakan ritual kutukan. Ritual kelompok garis keras ini bertujuan agar perdana menteri Ariel Sharon yang mereka anggap terlalu ‘lunak’ jatuh dari kursi perdana menteri. Kutukan yang disebut ‘Pulsa Denura (cambuk api)’ ini dipercaya bisa memanggil malaikat untuk menghancurkan musuh. Kurang dari enam bulan kemudian, perdana menteri Ariel Sharon terpeleset di kamar mandi dan mengalami koma sehingga harus mundur dari jabatannya.
Dan peristiwa itu bukanlah yang pertama. Pada tahun 1995, kelompok garis keras yang sama juga pernah mengadakan ritual cambuk api untuk mengutuk perdana menteri Yitzhak Rabin karena sang perdana menteri mencoba mengadakan perundingan perdamaian dengan bangsa Palestina. Beberapa hari kemudian, sang perdana menteri mati ditembak. (sumber)

 

Penutup

Percaya atau tidak semua kembali kepada keyakinan diri Anda masing-masing. Kalau kita mengibaratkan kutukan sebagai sebuah doa, maka dalam Islam jelas disebutkan hadits Nabi yang menyatakan bahwa doa orang yang teraniaya akan terkabul. 
Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda percaya adanya kutukan? Silahkan tulis pendapat Anda dalam kolom komentar di bawah. Terimakasih.