Senin, 16 Maret 2015

Kisah Nabi


1.Sahabat Ali pernah 'iseng' ke Rasulullah dengan memindahkan biji kurma bekas miliknya ke tempat biji kurma Rasul. Namun Rasul menjawabnya dengan canda..
Suatu ketika, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing- masing.

Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain.

Muncul keisengan Sahabat Ali. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul. Saat semua biji kurma sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul.

"Wahai Nabi tampaknya engkau begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak. Lihat biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak."

Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. "Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya. Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu."

Sumber : HR. Bukhori
 ----------------
2. Cara Bercanda Rasulullah dengan Aisyah, Istrinya

Rasulullah Muhammad SAW pernah dikalahkan Aisyah dalam sebuah lomba lari. Dan Beliau membalasnya beberapa tahun kemudian.

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat sedang dalam perjalanan, ditemani Aisyah Radhiyallahu Anha, istri Nabi. Saat itu Aisyah masih bertubuh kurus.
Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya untuk mempersilahkan mereka berjalan lebih dulu. Kemudian Rasulullah berkata kepada Aisyah, "Ayo kemarilah. Kuajak engkau adu cepat lari." Aisyah dengan gesit lari dan berhasil mengalahkan Nabi.

Waktu terus berlalu. Beberapa tahun kemudian Aisyah kembali menemani Beliau dalam sebuah perjalanan. Beliau kembali mempersilahkan para sahabatnya untuk berjalan lebih dulu. Lalu beliau berkata kepada Aisyah, "Ayo kemarilah! Kuajak engkau adu cepat lari."

Aisyah tersenyum. Sebab saat itu tubuhnya sudah mulai gemuk. Aisyah bertanya, "Bagaimana aku bisa beradu cepat denganmu ya Rasulullah sedangkan badanku begini?"
Rasulullah bersabda, "Ayo lakukanlah!"

Lalu Aisyah berusaha lomba lari dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Saat itu Nabi berhasil mendahului Aisyah. Beliau pun tertawa riang dan berkata, "Sekarang aku telah mampu mengalahkanmu."

Begitulah salah satu cara Nabi menjaga romantisme dengan istri dalam berkeluarga.

Sumber : H.R Ahmad
---------------------

3.Rasulullah bahkan secara tegas menyatakan sangat benci mendapat perlakuan lebih, meski dari sahabatnya sendiri.

Mungkin sudah menjadi hal sudah dipahami secara jamak. Seorang pemimpin harus mendapat perlakuan lebih dibandingkan orang biasa. Dan sering pula terdengar kabar seorang pemimpin marah lantaran tidak mendapat perlakuan lebih bahkan istimewa.

Terhadap hal ini, ada baiknya berkaca pada sosok Rasulullah Muhammad SAW. Meski sebagai pemimpin umat Islam, Rasulullah sama sekali tidak ingin mendapat perlakuan lebih.

Rasulullah bahkan secara tegas menyatakan sangat benci mendapat perlakuan lebih, meski dari sahabatnya sendiri. Hal ini terekam dalam kisah yang dikutip dari Abbas Mahmud Aqqad