Senin, 27 April 2015

Ini Penyebab Prabowo Tak Jadi Presiden Versi Yenny Wahid


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian patung Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) ketika kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Ahok menegaskan patung itu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Patung Gus Dur ketika kecil itu terlihat berdiri sembari membaca buku. Patung itu terbuat dari perunggu setinggi 1,2 meter dengan penyangga berupa batu candi setinggi 80 cm. Patung itu ditandatangani Ahok serta Khofifah.

"Patung Gus Dur ini bagus ya bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak. Bagaimana anak-anak tidak boleh putus asa, harus punya cita-cita dan bahkan anak-anak yang bermain di sini bisa jadi presiden nantinya," kata Ahok di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015).
Biarkan politik dikelola oleh para politikus, saya tidak mau terbawa arus politik alias campur tangan soal politik apalagi campursari !!


Alkisah saat peresmian patung KH Abdurrahman Wahid, perwakilan keluarga yang diwakili anak kedua Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh Rahman memberikan kata sambutannya. Patung Gus Dur semasa kecil digambarkan tengah berdiri dan membaca buku.

Pose tersebut dipilih karena saat kecil Gus Dur memang gemar membaca buku, sedangkan tempat menaruh patung Gus Dur, yakni Taman Amir Hamzah, merupakan tempat bermain saat Gus Dur masih kecil. Bentuk fisik patung Gus Dur kecil berbahan dasar perunggu dengan lapisan warna coklat keemasan. Berat dari patung itu sendiri adalah 400 kilogram dengan tinggi 1,2 meter di atas penyangga berbahan batu candi dari Muntilan setinggi 80 sentimeter. Patung tersebut dibuat oleh seniman Yani Mariani Sastranegara. Keluarga Gus Dur mengapresiasi inisiator peletakkan patung Gus Dur semasa kecil di Taman Amir Hamzah yaitu Komodo Dragon Foundation.
 
"Nah kenapa patung ini diletakkan di sini? Karena dulu waktu kecilnya tinggal di Matraman Nomor 8 yang kini menjadi kantor Wahid Institut," kata wanita yang akrab disapa Yenny Wahid.
Yenny mengatakan, semasa kecil Gus Dur seling bermain bola dengan teman-temannya di taman tersebut.
Ia pun menjelaskan, di sebelah rumah Gus Dur merupakan tempat tinggal kakeknya Prabowo Subianto.
Tidak jauh dari rumah Gus Dur pun ada rumah dimana Obama pernah tinggal ketika masih kecil.
"Jadi orang di sekitar sini sudah menghasilkan dua presiden. Presiden Gus Dur dan Presiden Obama," ucapnya.
Yenny pun mengatakan, bila pada 2019 mendatang ingin menjadi presiden maka bersiap-siaplah membeli rumah di sekitar rumah Gus Dur yang kini menjadi kantor Wahid Institute.
"Kalau mau jadi presiden 2019 persiapkan beli rumah di daerah sini, barang kali bisa," katanya yang disambut tawa orang yang hadir dalam acara peresmian tersebut.

"Pak Prabowo kenapa tidak jadi ya? karena kakeknya yang tinggal disini bukan Prabowo nya. itu kelirunya," kata Yenny kembali mengundang tawa.

Pada kesempatan tersebut, Yenny berharap dengan adanya patung Gus Dur di Taman Amir Hamzah, bisa menjadi inspirasi bagi semua orang. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian patung Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) ketika kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Ahok menegaskan patung itu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Patung Gus Dur ketika kecil itu terlihat berdiri sembari membaca buku. Patung itu terbuat dari perunggu setinggi 1,2 meter dengan penyangga berupa batu candi setinggi 80 cm. Patung itu ditandatangani Ahok serta Khofifah. "Patung Gus Dur ini bagus ya bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak. Bagaimana anak-anak tidak boleh putus asa, harus punya cita-cita dan bahkan anak-anak yang bermain di sini bisa jadi presiden nantinya," kata Ahok di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015).

"Kami berharap patung Gus Dur kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dan bisa membantu anak-anak menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Dari kecil Gus Dur memang suka baca buku, ini bisa menjadi pondasi membangun karakter anak-anak bangsa ke depan," kata Yenny.