Minggu, 19 April 2015

Banggalah menjadi seorang Indonesia !

Supaya lebih bangga menjadi orang Indonesia, saya mau cerita tentang Minions dulu ya .. pernah lihat karakter kartun ini ?
Para Minions yang beraksi kocak dengan bahasa aneh dalam Despicable Me berhasil merenggut atensi moviegoers di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bisa dibilang, popularitas makhluk mini ini melesat berbarengan dengan kokohnya dua jilid Despicable Me di tangga box office. Nah, jika kamu termasuk fans Minions, maka ada 10 fakta penting tentang makhluk tersebut yang patut diketahui. Berikut fakta-fakta makhluk yang menjadi kaki tangan Gru paling loyal ini.

1. Disuarakan oleh Pierre Coffin & Chris Renaud
Pierre Coffin dan Chris Renaud tak hanya piawai sebagai sutradara. Mereka ternyata juga mengisi suara para Minion. Semua berawal ketika Coffin tengah bingung saat suara Gru tidak berjalan baik. Coffin yang merupakan anak dari sastrawan terkenal Indonesia NH Dini itu kemudian masuk untuk tes suara.
"Aku bilang pada Chris Malendri (Pendiri Illumination Film dan produser Despicable Me), 'Biar aku coba, ini tak akan menjadi resmi, ini hanya menunjukkan kepada siapapun yang akan mengatur suaranya," ucap Coffin.
Namun ketika ia meminta Chris mendengarkan tes suara itu, sang produser langsung berkata,
"Kamu akan jadi pengisi suara para Minion."

2. Minion Gunakan Bahasa Prancis, Spanyol dan Nama Makanan
Untuk menciptakan suara Minion, Coffin menggunakan bahasa Indian, Prancis, Inggris, Spanyol dan Italia. "Banyak juga referensi dari makanan," ucap Coffin. Renaud menambahkan, "Sebagai contoh ada kalimat 'poulet tiki masala' adalah bahasa Prancis untuk hidangan ayam khas Indian.

3. Ada Minion Jahat di 'Despicable Me 2'
"Dengan gaya rambut yang liar dan gigi besar, (Minion jahat) adalah kebalikan dari minion kuning yang lucu," ucap produser Janet Healy.
"Ungu dan kuning adalah adalah sisi berlawanan dari spektrum warna. Sementara Minion baik
sebagian besar botak, (sementara) mereka benar-benar berbulu. Mereka sebenarnya sedikit menakutkan ... tapi dengan cara yang menyenangkan. "

4. Ide Awal Membuat Minion Jahat
Chris Renaud berkisah tentang asal mula tercetusnya ide membuat Minion menjadi jahat.
"Ada cerita kartun Looney Tunes Clasic saat Tweety Bird minum Jekyll dan Hyde formula hingga kemudian menjadi monster besar yang berbulu," ujar Renaud.
"Sesuatu yang lucu berasal dari sesuatu yang mengerikan, merupakmerupakan pemikiran menarik. Kami selalu tertawa karena para Minion, meskipun mereka Minion yang bekerja untuk orang jahat, tidak benar-benar jahat sama sekali," tambahnya.

5. Kenapa Evil Minions Berwarna Ungu, Bukan Merah?
Produser Despicable Me 2, Janet Healy, bilang bahwa gaya rambut tidak teratur dan giginya yang besar, maka Evil Minions merupakan antitesa dari Minions kuning yang imut itu. Warna ungu dan kuning sendiri berada dalam sisi yang berlawanan dalam spektrum warna.

6. Spin Off Minion
Universal Pictures dan Illumination Entertainment rencananya akan membuatkan film sendiri bagi para karakter kuning lucu berjudul 'Minions' . Kisah para Minion akan dikembangkan dalam spin offnya bertajuk MINIONS. Film yang dibesut oleh Pierre Coffin dengan Kyle Balda tersebut bakal rilis pada 19 Desember 2014. Dikabarkan, Sandra Bullock dan Jon Hamm akan terlibat dalam departemen pengisi suara.

7. Berapa Jumlah Minions?
Menurut pengakuan Pierre Coffin, jumlah Minions yang ada dalam semesta ceritaDespicable Me sebanyak lebih dari 899. Para Minions itu memiliki nama yang lazim kita dengar dalam bahasa Inggris, seperti Larry, Dave, Kevin, Jerry, Stuart, Mark, Tim, Jorge, Carl, Bob, Tom, Steve, atau Phil.

8. Maskot Illumination Entertainment
Minions sudah resmi menjadi maskot Illumination Entertainment, studio animasi CGI milik Universal Pictures yang membuat dua jilid Despicable Me.

9. Menyukai Seni
Minion sangat meyukai dunia seni dan merasa segala hal yang berhubungan dengan bokong adalah hal yang lucu. Mereka juga senang meludah, dan menyukai kaki katak serta kelinci.

10. Senang Berjabat Tangan dan Saling Menampar Sesama minion sangat senang berjabat tangan dan saling menampar. Jika tubuh mereka diguncang-guncangkan dapat berfungsi sebagai tongkat bersinar ditempat yang gelap.

Trus hebatnya di mana ?
Pierre-Louis Padang Coffin adalah animator dan sutradara Perancis. Ia lahir tanggal 1 November 1967 dari pasangan Yves Coffin, seorang diplomat Perancis, dan Nh. Dini, penulis ternama asal Indonesia. Ia bersekolah di Gobelins di Paris dan mengawali kariernya di Amblimation, studio animasi 2D di London. Di sana ia mengerjakan We're Back! A Dinosaur's Story besutan Steven Spielberg. Ia kemudian menjadi animator lepas di studio CGI Perancis Ex Machina sebagai animator, pengawas animasi, dan sutradara. Setelah itu, ia dan Chris Renaud berkolaborasi dengan Passion Pictures Paris dan Mac Guff dalam proyek film fitur animasi CGI Despicable Me (2010) pesanan Universal. Ia juga mengisi suara untuk beberapa tokoh figuran. Pierre Coffin juga membuat animasi berjudul Pings (film animasi penguin yang dilukai atau dibunuh).
Pada tahun 2013, Coffin dan Renaud menjadi sutradara Despicable Me 2. Ia dan Kyle Balda akan menyutradarai film pecahan Despicable Me, Minions (2014).
 

 


Menjelang rilis film animasi Despicable Me 2 lalu, sempat beredar kabar yang menarik perhatian penonton di Tanah Air, yakni sang sutradara Pierre Coffin ternyata anak dari NH Dini, salah satu novelis terkemuka Indonesia.

Tidak hanya itu, Pierre Coffin ternyata juga memasukkan bahasa Indonesia dalam bahasa Minions yang merupakan karakter di dalam film tersebut. Hal itu diungkapkan Coffin dalam wawancara yang dilansir situs VOA Indonesia.

"Bahasa Indonesia menurut saya adalah bahasa yang sangat indah, seperti alunan musik. Ketika saya menyuarakan Minions dalam film Despicable Me, saya menggunakan berbagai bahasa. Setiap kata-kata lucu saya gunakan dengan cara menarik. Mungkin Anda mendengar saya menggunakan kata 'terima kasih'," ujarnya.Ia mengatakan, bahasa Minions adalah campuran berbagai bahasa yang dia sukai, seperti Spanyol, Italia, Inggris, Indonesia, dan juga Yunani. Namun, yang lebih ditekankan adalah sonority atau resonansi suaranya sehingga tidak lugas.

"Bahasa Minions tidak bisa dimengerti, tapi diketahui dari bagaimana suaranya, proyeksinya, bagaimana membaca kalimatnya karena semua sudah saya tulis. Yang utama adalah penyampaiannya, bukan arti kata-katanya," ungkapnya.

Despicable Me 2 melanjutkan sukses film animasi Despicable Me pada 2010. Film ini menceritakan Gru dan para Minion atau pasukan makhluk kuning berbentuk seperti kapsul yang bekerja untuknya. Gru yang merupakan mantan penjahat kelas kakap yang bisa mencuri bulan bertobat dan menjadi orang baik. Hatinya terpikat tiga bocah yatim piatu, Agnes, Edith, dan Margo.

Pada sekuel terbaru ini, cerita dibuka dengan kemunculan penjahat lain yang mampu mencuri laboratorium pengembang zat berbahaya. Bangunan besar itu disedot sebuah magnet raksasa, lenyap di angkasa. Pada saat yang sama, Gru sibuk dengan kerepotan mengasuh tiga anak yang ia adopsi. Sementara itu, para Minion dan Dr Nefario—yang dulu membuat senjata untuk Gru—sibuk dengan uji coba produksi selai yang tak kunjung sukses.

Kesempatan kembali beraksi datang ketika Gru direkrut oleh Badan Antikejahatan untuk mencari tahu siapa si penjahat dan menangkapnya. Cerita berkembang menarik karena Gru jatuh hati kepada Lucy, agen yang ditugaskan mendampinginya, padahal reputasinya berkencan dengan perempuan sangat buruk. Di sisi lain, para Minion diculik si penjahat.

Film ini sukses menyuntikkan emosi melalui tiga anak perempuan Gru dan dinamika hubungan mereka dengan si ayah yang mantan penjahat itu. Tak kalah menarik, kesuksesan teknologi animasi membuat bukan hanya mata besar Agnes yang sangat kuat memuat ekspresi, melainkan juga wajah-wajah para Minion yang bentuknya serupa pil besar itu. Bentuk-bentuk yang aneh, menggemaskan. Manusiawi. Mungkin itu yang membuat film ini mengundang tawa.