Rabu, 01 April 2015

Gorengan berbumbu PLASTIK

Anda penyuka gorengan ?

Tampaknya kini harus lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi gorengan. Telah beberapa fakta tentang gorengan yang berdampak negatif pada kesehatan. Seperti lama diketahui makanan yang digoreng dalam minyak dapat meningkatkan kolesterol, memacu timbulnya beberapa macam penyakit dan penggunaan minyak goreng berulang kali akan memicu timbulnya kanker.


Perhatikan, kalau pedagang gorengan makan gorengan yang dijualnya, mungkin dia tak gunakan plastik sebagai campuran, jika Anda tak pernah melihat pedagang itu nikmati dagangannya, berfikirlah untuk membeli karena pernah ada berita begini :

... ada lagi informasi yang mengerikan seputar gorengan yang baru saya temukan di sebuah milis. Dalam sebuah tulisan dipaparkan penggunaan meltingplastic untuk membuat gorengan lebih crispy..
Metode ini memang belum marak di Indonesia, namun tetap harus diwaspadai.
 
Gorengan biasanya akan melempem dan tidak crispy lagi jika diletakkan dalam udara terbuka selama beberapa waktu. Namun dengan cara memasukkan botol plastik ke dalam minyak panas yang digunakan untuk menggoreng, maka gorengan akan tetap crispy meski diletakkan di udara terbuka selama beberapa jam.

Kita harus berhati-hati jika membeli bawang goreng, pisang goreng, ayam goreng, pecel lele maupun jenis gorengan lain yang meski telah berjam-jam lalu digoreng namun tetap crispy dan tidak melempem meski diletakkan dalam udara terbuka.

Plastik dibuat dari bahan kimia jenis polimer. Jenis plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan kita adalah polietilena (bahan pembungkus, kantong plastik, mainan anak, botol), teflon (pengganti logam, pelapis alat-alat masak), polivinilklorida (untuk pipa, alat rumah tangga, cat, piringan hitam), polistirena (bahan insulator listrik, pembungkus makanan, styrofoam, mainan anak).

Plastik untuk membungkus makanan yang masih panas saja berpotensi menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Akan tetapi yang lebih berbahaya adalah memanaskan plastik dalam suhu tinggi. Membakar bahan yang terbuat dari plastik dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi manusia. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA (bahan pelembut plastik) yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Kondisi cuaca di Indonesia yang memiliki kelembaban tinggi memang berpotensi membuat makanan yang digoreng dan dibiarkan di udara terbuka jadi cepat melempem. Ada beberapa jenis makanan seperti kerupuk dan keripik yang bisa diletakkan dalam stoples tertutup untuk mempertahankan kerenyahannya. Namun perlakuan demikian tidak bisa diterapkan pada jenis gorengan yang lain. Alhasil ketika gorengan telah mulai mendingin kerenyahannya akan segera menghilang. Makan gorengan crispy memang lebih lezat, namun tidak sebanding dengan resiko yang harus kita tanggung.