Sabtu, 30 Mei 2015

Isu setan kopi luwak kembali muncul di Bekasi


Berita 16 Juni 2014
Warga Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, dihebohkan dengan kabar munculnya aroma kopi luwak yang membuat orang sakit kepala. Warga sekitar menganggap bau itu berasal dari makhluk halus bernama Setan Kopi Luwak.

Entah siapa yang pertama kali menyebutkan, namun julukan itu menyebar hampir ke seluruh penjuru desa di Kecamatan Sukatani. "Saya sudah menganjurkan warga agar tidak resah," kata seorang tokoh masyarakat sekitar, Madrawi, Senin, 16 Juni 2014. Menurut dia, bau itu berasal dari limbah industri di sekitar permukiman warga. Tapi warga tak percaya, sehingga setiap malam petugas ronda membawa perlengkapan khusus 'pengusir hantu', seperti bambu kuning dan daun caringin.

Madrawi menjelaskan aroma yang menyeruak dan dianggap memusingkan kepala itu baunya persis seperti kopi luwak yang baru diseduh air mendidih. Bau tersebut, kata dia, mulai tercium sekitar pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB. "Ini sudah mengganggu ketenangan masyarakat," ujar dia.  Madrawi meminta  Pemerintah Kabupaten Bekasi bertindak. Sekurang-kurangan, dia berharap pemerintah meneliti asal bau tersebut agar masyarakat tak salah paham. "Kasihan masyarakat awam, susah mengertinya," ujarnya.

Isu setan kopi luwak kembali muncul di Bekasi


Masih ingat dengan isu setan kopi luwak di daerah Sukatani, Kabupaten Bekasi pertengahan tahun lalu? Isu itu kini berembus kembali, bahkan sudah meluas ke daerah lain seperti di Kecamatan Tambun Selatan. "Warga kalau malam siaga. Karena berkembang isu setan luwak," kata tokoh masyarakat di Desa Mangun Jaya, Tambun Selatan, Saban Junior, Jumat (29/5).

Dia mengaku tak tahu pasti kapan isu tersebut masuk ke wilayahnya. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah warga bahwa mereka mengaku mencium aroma kopi luwak. "Sehingga masyarakat beranggapan ada setan luwak," katanya. Saking ramainya isu tersebut, ada beberapa yang memasang bambu kuning di rumahnya.

Bahkan, pada Kamis malam kemarin ada pengumuman di Masjid agar hati-hati karena malam jumat. "Akhirnya diomelin yang ngumumin itu. Masalah begituan sampai diumumin melalui pengeras suara," katanya.
Dia mengaku tak yakin dengan setan luwak tersebut. Diduga terdapat pembakaran yang aromanya mirip seperti kopi luwak. "Tapi sumbernya dari mana, saya juga belum tahu," kata dia.

Selain di Tambun, isu serupa juga terdapat di Kecamatan Sukatani. Akhir-akhir ini warga resah dengan isu tersebut, meskipun sejumlah tokoh masyarakat sudah meyakinkan bahwa itu adalah bau limbah.

Pada pertengahan tahun wilayah itu juga geger dengan isu setan kopi luwak. Berdasarkan laporan masyarakat bau itu hampir menyebar di seluruh desa di Kecamatan Sukatani. Bau itu muncul secara berpindah-pindah, sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.