Senin, 25 Mei 2015

Bahasa Alay, Bahasa Banci dan Matematika Yang Dirumitkan

Judul artikelnya kayak nggak nyambung ya?
Memang benar aneh dan tidak nyambung, begitu juga semua hal tersebut di atas adalah hal-hal yang aneh dan gak nyambung dalam kehidupan kita sehari-hari.

1.Bahasa Alay

Sahabat pasti sudah pada tau kan apa itu bahasa Alay? Kalaupun tidak tau, tidak apa-apa, karena tidak penting.  Walaupun saya bukan orang alay tapi setidaknya saya termasuk seorang Alaymolog yang artinya orang yang mempelajari tentang Alay. Mengapa saya mempelajari Alay?

Jawabnya. Adalah untuk mengkritisi anak2 muda jaman sekarang yang semakin jauh dari penggunaan tatanan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena saya turut prihatin dengan kondisi siswa-siswa sekarang yang meperoleh nilai hasil Ujian Akhir Nasional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya mungkin adalah mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa Alay tersebut.




Alay, berasal dari kata Anak Layangan. Bahasa Alay bisa dikatakan bahasa kampungan, karena memang bahasa tersebut sungguh-sungguh tidak memngenal etika berbahasa dan biasanya yang bermain layangan adalah anak-anak kampung (orang kota juaga sering, namun kota pinggiran). Apabila kita menggunakan bahasa Alay secara tidak langsung telah melecehkan lawan bicara kita baik secara tulisan ataupun lisan (pada umumnya bahasa alay lebih nampak dalam bentuk tulisan). Coba bayangkan apabila kita menulis surat kepada pimpinan perusahaan atau klien bisnis kita dengan menggunakan bahasa Alay, apa jadinya?

Bahasa Alay muncul pertama kalinya sejak ada program SMS (Short Message Service) atau pesan singkat dari layanan operator yang mengenakan tarif per karakter yan berfungsi untuk menghemat biaya. Namun dalam perkembangannya kata-kata yang disingkat tersebut semakin melenceng, apalagi sekarang sudah ada situs jejaring sosial. Dan sekarang penerapan bahasa Alay sudah diterapkan di situs jejaring sosial tersebut, yang lebih parahnya lagi sudah bukan menyingkat kata lagi, namun sudah merubah kosa katanya bahkan cara penulisannya pun bisa membuat sakit mata orang yang membaca karena menggunakan huruf besar kecil yang diacak ditambah dengan angka dan karakter tanda baca. Bahkan arti kosa katanya pun melenceng jauh dari yang dimaksud.

Contoh bahasa Alay, diketik rapat biar lebih membingungkan ..

QmO dLaM iDopQhO (kamu dalam hidupku..)
q tWo……………… (aku tau……)
qMo mANk cLiD wAd cYanK m qHo…………. (kamu memang sulit buat sayang sama aku…)
tPhE qMo pLu tHwO„„„ (tapi kamu perlu tau….)
mY LuPi”………… (my love, cintaku -btw, lupi lupi di kuping aku kedengerannya kayak permen yupi. ehm)
aLwaYs 4’U…………… (always for you, cuman buat kamu)
cO’nA cMa qMo YaNk Co WaD qHo cYuM………… (soalnya cuma kamu yang cowo buat aku senyum -)
k’tHwA„„„„„„„„„„ (ketawa…)
n cNeNk…………….. (dan senang)
tHanKz b’4„„„„„„ (thanks before, terimakasih sebelumnya)
yOz aLaWAiCe d bEzT……………. (you always the best, kamu selalu yang terbaik -ALAWAICE? HAHAHAHAHA LOL)
iN meYe heArD„„„„„„, (in my heart, dalam hatiku -btw MEYE? APA ITU HAHA)
tHo_tHo………….. (dadah -ini dadah doang ribet banget nulisnya)
LupHz yOu„„„„„„, (love you, sayang kamu)
bU_bU„„„„„„(bubu)
I’m ReGrEeEeeEEeeEet nOw……………. (aku menyesal sekarang)
naFaZ„„„„„„„„„, (napas)
bNcHi qOh nGmBAnK………………. (benci aku ngambang)
hOeKkkKKk…………….. (sound effect muntah, HOEEEKK -tuh kan muntah HAHA)
nPhA jDe gnE??????????????? (mengapa jadi begini?)
i dOn’t LiKe tHaT………….. (I don’t like that, aku tidak suka itu)
qOh g Mo iDoP dLAM kmNfqAn………. (aku ga mau hidup dalam kemunafikan -WUESSS angin berhembus)
tHiZ iZ buLLsHiT!!!!!!!!!!! (this is bullshit!, ini semua omong kosong!!!)
sHiT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!! (shit!!!!!! TA* - marah marah ngomong yang kuning kuning mirip banana)
SADAM WITHOUT WORD!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (sadam without word, sadam tanpa kata -WTF tiba tiba bawa sadam? ato DIAM maksudnya? OH DIAM DEH KAYAKNYA.)
HAifTf……………… (huff)
TaKe mE 2 yOuR hEaRtZzz?????????????????? (take me to your heart, bawa aku ke dalam hatimu)
cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……. (sayang kamu tuh sakitnya…)
m_tHa apOn YoH……………… (minta ampun ya…)
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu…)
bUD„„„„„„„„„, (but, tetapi…)
hUhuHuHfTFTf………….. .. (huft huft)
cIa” adJA………………… (sia sia aja -CIA? hahaha)
shIt???????????? (TA*??????)
maYbe??????????????? (maybe, mungkin?????)
ckIdDDdddDDDd„„„„„„, „„„„„„„„„„„„„ „„ (SAKIIIIIIT! -ini ngomong sakit doang kayak suara ban ngerem ehm)
pGEn qOh tO bLanK…………………….. (pengen aku tuh bilang)
U bLOkE mY hEaLtH!!!!!!!!!!!!!!!! (you bloke my health, kamu cowo kesehatanku, atau kamu merusak kesehatanku? -HAHAHAHAHA YOU BROKE MY HEART KOK JADI YOU BLOKE MY HEALTH? jauh gitu artinyaaaa! LOL)
i tHinK…………….. (aku pikir…)
it’Z DISGUSTING vOiCE……………….. (itu suara menjijkan)
anDeE…………………. (andaiii…)
adJA g2 dRe wAL…………….. (aja gitu dari awal)
qTaH gAg mKeN dIEM”aN gNe tOh???!?@??@?@??@@?@? (kita ga makin diem-dieman gini tho’?)

2.Bahasa Banci

Ngomong-ngomong tentang bahasa banci/bencong. Kata BENCONG itu dibentuk dari kata BANCI yang disisipi bunyi dan ditambah akhiran ONG. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan huruf E. Huruf vokal pada suku kata kedua diganti dengan ONG.
Sebenarnya bahasa Banci juga tidak beda jauh dengan bahasa Alay, hanya dalam tingkat keparahan masih di bawah bahasa Alay. Mungkin karena bawaan sifat dari banci tersebut yang mengharuskan untuk berbahasa banci supaya diakui di kalangan komunitasnya. Namun keduanya sama-sama merupakan bahasa yang jauh dari tatanan berapresiasi dan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.




Contoh bahasa Banci:

Akika = Aku
Begindang = Begitu
Belalang = Beli
Belenjong = Belanja
Beranak Dalam Kubur = Berak
Cacamarica = Cari
Cucok = Cocok
Cumi = Cium
Capcus = Pergi
Diana = Dia
Endaaaaaaaaaang = Enak
Eike = Aku
Ember = Emang
Gilingan = G1la
Hamidah = Hamil
Hima Layang = Hilang
Jali-Jali = Jalan-Jalan
Jayus = joke-garing
Jijay Markijay = Jijik
Kanua = Kamu
Kawilarang = kimpoi
Kesindaaaang = Kesini
Kemindang = Kemana
Kencana = Kencing
Kepelong = Kepala
Kesandro = Kesana
Krejong = Kerja
Lambreta = Lambat
Lapangan Bola = Lapar
Lekong = Laki-laki
Maharani = Mahal
Makarena = Makan
Maluku = Malu
Mandole = Mandi
Mataram = Mati
Mawar = Mau
Merekah = Marah
Metong = Mati
Minangan = Minum
Motorola = Motor
Mukadima = Muka
Mursida = Murah
Nanda = Nanti
Naspro = Nasi
Organ = Orang
Organ Tunggal = Orang Tua
Pere = Perempuan
Pertiwi = Perut
Piur = Pergi
Rambutan = Rambut
Sastra = Satu
Sekong = Sakit
Sepong = Siapa
Sirkuit = Sedikit
Soraya Perucha = Sakit Perut
Tinta = Tidak
Titi DJ = Hati-hati di jalan
EGPCC= emang saya pikirin cuih cuih...
SDMB=sori dori mori bow
Akikah lapangan bola = aku lapar bo'
LUPUS = Lupain Pacar Utamakan Selingkuh
panasonic = panas
pecongan = pacaran

Makan - mekong
Sakit - sekong
Laki - lekong
Lesbi - lesbong
Mana - menong

Ada juga waria/bences yang kemudian mengganti tambahan ONG dengan ES sehingga bentuk katanya menjadi:

Banci - bences
Laki – lekes

3. Matematika Yang Dirumitkan.

Loh koq aneh, setelah membahas bahasa Alay dan banci sekarang malah membahas Matematika? Eit nanti dulu, makanya bacanya terusin ya! Ini bukan lantaran istri guru matematika di SMAN Jakarta loh ..

Matematika adalah salah satu ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu pedagang, businessman, arsitek, tukang beca, akunting, tukang jahit bahkan mahasiswapun membutuhkannya untuk menghitung keuntungan hasil taruhan judi (kalau menang itu juga).

Tapi taukah sobat-sobat semua, ternyata semua itu yang dipergunakan tidak lebih dari penambahan, pengurangan, pembagian, perkalian, kurang dari dan lebih dari (+, -, :, x, <, >). Ya benar hanya sebatas itu. Dan semua itu sudah selesai di sekolah dasar yang dipelajari dari kelas satu sampai kelas enam (1-6 SD).

Tapi mengapa di SMP dan seterusnya masih dipelajari? Jawabnya, Itu hanya untuk mengisi kekosongan mata pelajaran saja karena memang mata pelajaran Matematika sudah selesai di kelas 6 SD. Selebihnya yang kita pelajari seperti sinus, cosinus, tangen, akar pangkat, kwadrat, logaritma, trigonometri, calculus itu hanya berfungsi untuk melatih otak kita supaya mampu berpikir cepat (biasa dipergunakan dalam test intelejensi dan logika).

Namun sebenarnya tanpa mempelajari matematika yang dirumitkan tersebut, seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya kedewasaan kita maka tingkat intelejensipun akan bertambah. Jadi tidak perlu kita belajar “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN” karena di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari kita  “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN” tersebut hampir tidak pernah digunakan.

Dan memang benar, ternyata soal “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN” itu tidak logis semua, mulai dari soal-soal dasar sampai soal ceritanya hanya buang-buang waktu saja:

Contoh Soal:

1. Soal Dasar
Jika g(x) = 2x + 3 dan (g o f)(x) = 2x2 + 4x + 5 maka f(2) = ...
a. 5 d. 11
b. 7 e. 21
c. 9
(Apa coba yang dihitung ? Uang bukan, Suhu bukan, Jarak juga bukan, Semuanya bukan = ABSTRAK….. Tidak ada kerjaan banget…)

2. Soal Cerita
Sebuah bola tenis dijatuhkan dari ketinggian 7,5 meter. Dan memantul 4/5 kali tinggi semula. Pemantulan terjadi secara terus menerus sampai bola berhenti. Jumlah seluruh lintasan bola yang terjadi adalah ...
a. 45 meter d. 75 meter
b. 47.5 meter e. 55 meter
c. 67.5 meter
(Oke, sekarang sudah jelas apa yang dihitung, "jumlah lintasan bola" namun timbul pertanyaan lagi, UNTUK APA KITA MENGHITUNGNYA? TIDAK LOGIS!) Kalau saya  lebih baik menghitung jumlah uang yang sya kumpulkan tiap hari, tida usah pake sinus, cosinus, tangen, atau apalah namanya saya juga tidak mengerti ..

Yah, begitulah, aneh tapi nyata. Sampai saat saya belum pernah dapat jawaban yang pas "tentang apa kegunaan matematika yang dirumitkan" yang mungkin aja kalo terjawab bisa merubah persepsi saya yang menurut sebagian orang: KONYOL. Bahkan saya udah cari di google yang biasanya saya andelin untuk nyari segala jawaban pun tetap saja masih tidak ketemu. Sepertinya saya harus nanya sama arwah arwah ilmuwan yang menciptakan “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN” untuk dapet jawaban yang tepat nih, hahaha…

Akhirnya saya punya jawaban, mengapa anak2 Indonesia menjadi pemenang medali Olimpiade Matematika? Ya, karena itu, anak2 Indonesia lebih diutamakan belajar “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN”. Sedangkan negara lain sudah tidak terlalu memikirkannya. Mereka cenderung berpikir untuk penemuan-penemuan untuk kemajuan teknologi yang sifatnya berguna bagi kehidupan sehari-hari……
Dan sebagai kesimpulan terakhir dari semua tulisan di atas adalah, baik bahasa Alay, bahasa Banci dan “MATEMATIKA YANG DIRUMITKAN” adalah sama-sama hal yang KONYOL YANG di dunia ini…….