Senin, 11 Mei 2015

Beda PARANORMAL, PARAPSIKOLOG dan INDIGO

Apakah kemampuan anak indigo dengan paranormal itu sama ?

Beda PARANORMAL, PARAPSIKOLOG dan INDIGO 

SANGAT banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa membedakan antara kata “paranormal” dengan kata “parapsikolog”. Bahkan kata “parapsikolog”-pun tidak pernah didengarnya. Apalagi mengetahui ciri-ciri ataupun perbedaan2nya.

Akibatnya sering timbul salah pemahaman se-olah2 apa yang dilakukan parapsikolog itu sm dg paranormal. Kesalahfahaman ini cukup luas di kalangan masyarakat. Tidak hanya di kalangan masyarakat yang berpendidikan rendah, namun juga meliputi kalangan masyarakat yang bergelar S1, S2, S3 maupun sang profesor..
Kesalahpafahaman tentang pengertian paranormal 
Banyak definisi paranormal. Sebagian benar dan sebagian salah. Kebanyakan mereka mencampuraduk pengertian “paranormal” dengan “parapsikolog”. Bahkan ada definisi yang mengatakan “paranormal” dan “parapsikolog” itu sama saja. Kesalahpahaman itu sangat meluas di masyarakat. Padahal, “paranormal” dan “parapsikolog” sebenarnya mengandung perbedaan yang sangat mendasar.


1.Apakah paranormal itu? 

Paranormal adalah seseorang yang mempunyai kemampuan lebih yang diperolehnya dengan ciri-ciri:
a. Berpuasa : Paranormal pastilah melakukan kegiatan-kegiatan yang disebut “blakoni”. Antara lain berpuasa, semedi dalam arti meminta bantuan mahluk halus, menggunakan kemenyan, bunga tujuh rupa, ayam berbulu putih dan persyaratan-persyaratan lainnya.

b. Membaca mantera : mempelajari beberapa macam mantera (bukan doa standar kitab suci). Melalui mantera konon bisa menerawang, meramal, menyembuhkan penyakit dan semacamnya.

c. Kelebihan yang dimiliki bukan anugerah dari Tuhan : Kelebihan yang dimiliki atau ilmu yang dimiliki atau kemampuan yang dimiliki bukan anugerah dari Tuhan, melainkan akibat dari olah batin, olah fisik dan memanfaatkan energi-energi metafisik.

d. Kelebihannya tidak dimiliki sejak lahir : Kelebihan yang dimiliki tidak dimiliki sejak lahir, melainkan melalui pembelajaran dan latihan saat sudah dewasa.

e. Biasanya IQ-nya tidak tinggi : Pada umumnya mereka IQ-nya biasa-biasa atau standar saja.

f. Bukan manusia indigo : Paranormal bukanlah manusia yang jenius. Kemampuannya biasa-biasa saja. Bahkan termasuk golongan ilmu semu.

g. Tidak kreatif-inovatif : Tidak mempunyai kemampuan kreatif-inovatif. Yang dilakukan hal-hal yang bersifat tradisional.

h. Berdasarkan ilmu kira2 : Kalau paranormal berbicara atau membuat ramalan atau prediksi, maka itu hanya berdasarkan ilmu kira-kira saja. Banyak tidak benarnya daripada benarnya.

i. Termasuk klenik : Karena seringkali paranormal menggunakan syarat-syarat, misalnya kain hitam, telor ayam, bunga dan syarat-syarat lainnya, maka kegiatannya termasuk klenik. Gak kayak grup bukan sekedar Indigo Indonesia yg bersih dari klenik !

j. Syirik : Beranggapan bahwa keris atau jimat yang diberikan kepada orang (pasien) mempunyai kekkuatan magis tertentu karena telah dibacakan mantera atau dimandikan atau disucikan dengan cara-cara tertentu.

k. Subjektif : Cara berpikir dan bertindaknya semata-mata berdasarkan pertimbangan subjektif. Seringkali tidak ada argumentasi yang bersifat objektif.

l. Tidak rasional : Apa yang dilakukan seringkali tidak didukung alasan-alasan atau argumentasi-argumentasi yang rasional.

2. Apakah parapsikolog itu? 

Parapsikolog adalah seseorang yang mempunyai kemampuan lebih yang diperolehnya dengan ciri-ciri:

a. Berdasarkan kemampuan ESP (extra Sensory Perception) : Para- psikolog mempunyai kemampuan ESP (Extra Sensory Perception). Tidak semuanya dimiliki. Rata-rata hanya mempunyai satu kemampuan ESP. Antara lain : Clairvoyance dan remote viewing, precognition atau retrocognition, psychometry, clairaudience, clairsentience, clairalience ,clairgustancee, telepathyf, out-of-body experiences, mediumshiph, psychokinesis, dll.

b. Tidak perlu membaca mantera ..

c. Merupakan anugerah dari Tuhan : Kemampuan yang dimiliki merupakan anugerah dari Tuhan.

d. Kelebihannya dimiliki sejak lahir : Kelebihannya sudah dirasakan dan dimiliki sejak lahir atau sejak usia dini.

e. Biasanya IQ-nya tinggi : Umumnya parapsikolog mempunyai IQ yang tinggi.

f. Manusia indigo : Termasuk manusia indigo atau manusia nila. Mempunyai ciri-ciri manusia indigo seperti yang dikatakan Barbara Condron.

g. Kreatif-inovatif : Termasuk manusia yang kreatif dan inovatif. Banyak karya-karyanya. 

h. Berdasarkan indera keenam : Mempunyai indera keenam yang tajam di luar panca indera yang dimilikinya.

i. Bukan klenik : Bukan klenik karena tidak memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu.

j.Tidak syirik : Tidak menduakan Tuhan, tidak menyekutukan Tuhan.

k. Objektif : Apa yang dilakukan sesuai dengan objek yang menjadi fokus indera keenamnya.

l. Rasional : Memang sulit diterangkan secara rasional. Namun sebenarnya ada alasan-alasan yang rasional yang mendasarinya ..

Khusus mengenai Indigo .. 

MANUSIA dilahirkan di muka bumi ini dengan memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Setiap orangpun memiliki gen baik dan gen buruk yang kualitasnya tergantung rasio. Tiap manusiapun mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Tiap orang juga punya bakat dan minat yang tidak sama.

Bahkan, ada beberapa orang yang memiliki anugerah dari Tuhan sehingga disebut sebagai manusia indigo. Bukan hanya anak-anak saja yang memiliki indigo. Sampai dewasa dan tuapun tetap memiliki kemampuan indigo. Tiap orang juga punya aura positif maupun negatif yang tingkatannya berbeda.
Apakah anak indigo itu? 

Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. 

Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai orang yang lebih empatik dan kreatif. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Indigo)
Tidak hanya anak-anak yang indigo. Sewaktu dia menjadi remaja, dewasa dan tua, juga tetap sebagai manusia indigo.. keren ! 

Salah faham soal Indigo
  • Ada anggapan manusia indigo orang aneh. Pemikirannya dianggap aneh dan dianggap salah. Padahal yang benar, pemikirannya hanya bisa dipahami orang yang cerdas atau mempunyai IQ tinggi. 
  • Manusia indigo dianggap paranormal, dukun, padahal istilah yang tepat yaitu parapsikologi !! 
  • Ada yang mengira anak indigo itu manusia yang ditempel setan atau malaikat. Padahal, manusia indigo adalah manusia yang memiliki ESP (Extra Sensory Perception), anugerah dari Tuhan. 
  • Beberapa orang mengira manusia indigo adalah manusia yang sakit jiwa. Padahal, perilakunya yang aneh punya maksud tujuan yang sangat rasional yang sulit dipahami orang biasa. 

Ciri-ciri anak indigo ..
Ciri-ciri ini juga berlaku untuk manusia indigo yang sudah dewasa maupun usia lanjut. Sementara itu dalam buku How To Raise An Indigo Child karangan Barbara Condron, ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri anak indigo yaitu: 

1. Memiliki daya ingat yang sangat baik dan memiliki kemampuan tajam untuk mengamati. Pengalaman saya : Saya masih ingat apa yang saya alami saat masa kanak-kanak saya (sejak di Taman Kanak-Kanak). Walaupun tidak 100%, tetapi paling tidak 90%. 

2. Mampu mengorganisasi dan mendata informasi dengan sangat cepat. Pengalaman saya : Sejak SD saya suka berorganisasi, merapikan segala sesuatu, membuat kategori, mengelompokkan, membedakan secara “clara et distincta” atau "jelas dan tegas". 

3. Bersifat cerdas dan kreatif. Pengalaman saya : Sewaktu saya duduk di kelas 4 SD, saya ditawari guru dan kepala sekolah supaya langsung ke kelas 6 tanpa duduk di kelas 5. Sayang, saya tidak mau. Kreativitas sudah saya miliki sejak SD, antara lain membuat lukisanpahlawan nasional (bahan lukisan dari pasir dan cat). Hingga usia tuapun saya tetap aktif membuat artikel, cerpen, novel, buku, surat pembaca, motor amfibi, kanopi motor dan lain-lain. Pernah mengikuti tes IQ dan hasilnya nilai 165 (Albert Einstein 170). Saya mampu belajar sendiri tanpa guru (otodidak) di bidang ilmu komputer, psikologi, ilmu filsafat, ilmu logika , ilmu agama dll. 

4. Lebih menyukai cara sendiri dalam mempelajari sesuatu, menggabung berbagai jenis informasi dengan cara yang inovatif serta kreatif. 

Pengalaman saya : Tidak mudah percaya ucapan orang lain termasuk guru, dosen, ustadz, ulama dan lain-lain. Saya punya cara sendiri untuk mempelajari sesuatu. Punya cara menganalisa sendiri. Semua artikel saya sebenarnyamerupakan gabungan pendapat dari berbagai orang plus hasil analisa saya sendiri. Apa yang saya tulis seringkali merupakan sesuatu “yang baru”. Merupakan pencerahan bagi orang lain. 

5. Ingin mengalami langsung suatu kejadian atau hal dan bukan sekadar membicarakan. Pengalaman saya : Selalu ingin melihat bukti dan fakta daripada pendapat orang lain. Misalnya, orang yang rajin beribadah belum tentu perilakunya baik, dan saya mencari buktinya. Kalau ada teor mengatakan buah semangka bisa membersihkan ginjal, maka saya cenderung ingin membuktikannya. Selama belum ada bukti, saya belum percaya, termasuk hasil survei, polling dan bahwa saya belum percaya prediksi-prediksi saya sebelum ada buktinya. Bahkan saya tidak suka dengan orang yang SNOB (sok tahu, sok mengerti dan sok pintar) dan saya ingin melihat buktinya bahwa seseorang benar2 tahu, mengerti dan pintar. 

6. Harus tertarik pada sesuatu untuk memusatkan perhatiannya, dan bila sudah tertarik maka ia akan memiliki energi yang tiada batas.
Pengalaman saya : Saya tertarik pada berbagai hal yang barangkali tidak menarik bagi orang lain. Saya suka memperhatikan perilaku manusia di sekitar saya dan selalu mencari jawab kenapa seseorang berperilaku seperti itu. Saya cenderung selalu ingin tahu. Dan untuk mencari tahu kadang-kadang tak kenal waktu. Saya selalu mencoba ingin bisa dari cara saya sendiri. Saya tidak suka digurui atau didikte orang lain dan saya akan buktikan bahwa saya mampu melakukannya melalui cara saya sendiri. 

7. Memiliki rasa harga diri dan integritas yang kuat serta sangat peka.
Pengalaman saya : Saya percaya pada diri sendiri. Konsekuen dalam pendapat. Misalnya, kalau golput ya golput, kalau hitam ya hitam, kalau tidak mau ya tidak mau, kalau tidak suka ya tidak suka. Semuanya punya alasan atau argumentasi yang rasional. Punya harga diri tinggi jika itu menyangkut martabat, rasa kemanusiaan dan apabila ada hal-hal yang tidak benar terhadap diri saya. Baru2 ini teman di grup ini menerawang saya gini : ".. maz orangnya sabar, tapi keras, kalau sudah A ya A gak mau ditawar lagi ..bla.. bla .." initialnya aq kasih tau ya LB 

8. Energi yang berlebihan menyebabkan perhatiannya cepat teralih.
Pengalaman saya : Energi bukan dalam hal fisik saja, tetapi lebih dari energi berpikir, berfilsafat, berlogika ataupun bernalar. Selalu menganalisa segala sesuatu yang saya lihat dan yang saya rasakan. Bahkan juga memiliki energi spiritual yang tinggi, antara lain mampu memprediksikan, punya ESP atau punya indera keenam yang tajam. Pernah memprediksikan Megawati menjadi presiden bbrp tahun sebelumnya, memprediksikan akan terjadinya bencana alam akibat perusahaan om ARB dan tzunami Aceh dll. 

9. Mudah merasa bosan. Pengalaman saya : Sewaktu SMP mempunyai perpustakaan pribadi terdiri dari buku apa saja : psikoogi, agama, filsafat, ekonomi, hukum, komik, novel, buku silat dan lain-lain. Berkali-kali ganti pacar. Berkali-kali ganti sepeda motor dll.
Apakah saya seorang Indigo ? Walahu alam, saya tidak berani meng-klaim. Tetapi, semua ciri-ciri indigo memang 

Apakah anak indigo itu?
Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. 

Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai orang yang lebih empatik dan kreatif. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Indigo)
Tidak hanya anak-anak yang indigo. Sewaktu dia menjadi remaja, dewasa dan tua, juga tetap sebagai manusia indigo.. keren ! 

Salah faham soal Indigo
  • Ada anggapan manusia indigo orang aneh. Pemikirannya dianggap aneh dan dianggap salah. Padahal yang benar, pemikirannya hanya bisa dipahami orang yang cerdas atau mempunyai IQ tinggi.
  • Manusia indigo dianggap paranormal, dukun, padahal istilah yang tepat yaitu parapsikologi !!
  • Ada yang mengira anak indigo itu manusia yang ditempel setan atau malaikat. Padahal, manusia indigo adalah manusia yang memiliki ESP (Extra Sensory Perception), anugerah dari Tuhan.
  • Beberapa orang mengira manusia indigo adalah manusia yang sakit jiwa. Padahal, perilakunya yang aneh punya maksud tujuan yang sangat rasional yang sulit dipahami orang biasa. 

Ciri-ciri anak indigo ..
Ciri-ciri ini juga berlaku untuk manusia indigo yang sudah dewasa maupun usia lanjut. Sementara itu dalam buku How To Raise An Indigo Child karangan Barbara Condron, ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri anak indigo yaitu: 

1. Memiliki daya ingat yang sangat baik dan memiliki kemampuan tajam untuk mengamati. Pengalaman saya : Saya masih ingat apa yang saya alami saat masa kanak-kanak saya (sejak di Taman Kanak-Kanak). Walaupun tidak 100%, tetapi paling tidak 90%. 

2. Mampu mengorganisasi dan mendata informasi dengan sangat cepat. Pengalaman saya : Sejak SD saya suka berorganisasi, merapikan segala sesuatu, membuat kategori, mengelompokkan, membedakan secara “clara et distincta” atau "jelas dan tegas". 

3. Bersifat cerdas dan kreatif. Pengalaman saya : Sewaktu saya duduk di kelas 4 SD, saya ditawari guru dan kepala sekolah supaya langsung ke kelas 6 tanpa duduk di kelas 5. Sayang, saya tidak mau. Kreativitas sudah saya miliki sejak SD, antara lain membuat lukisanpahlawan nasional (bahan lukisan dari pasir dan cat). Hingga usia tuapun saya tetap aktif membuat artikel, cerpen, novel, buku, surat pembaca, motor amfibi, kanopi motor dan lain-lain. Pernah mengikuti tes IQ dan hasilnya nilai 165 (Albert Einstein 170). Saya mampu belajar sendiri tanpa guru (otodidak) di bidang ilmu komputer, psikologi, ilmu filsafat, ilmu logika , ilmu agama dll. 

4. Lebih menyukai cara sendiri dalam mempelajari sesuatu, menggabung berbagai jenis informasi dengan cara yang inovatif serta kreatif.
Pengalaman saya : Tidak mudah percaya ucapan orang lain termasuk guru, dosen, ustadz, ulama dan lain-lain. Saya punya cara sendiri untuk mempelajari sesuatu. Punya cara menganalisa sendiri. Semua artikel saya sebenarnya
merupakan gabungan pendapat dari berbagai orang plus hasil analisa saya sendiri. Apa yang saya tulis seringkali merupakan sesuatu “yang baru”. Merupakan pencerahan bagi orang lain. 

5. Ingin mengalami langsung suatu kejadian atau hal dan bukan sekadar membicarakan. Pengalaman saya : Selalu ingin melihat bukti dan fakta daripada pendapat orang lain. Misalnya, orang yang rajin beribadah belum tentu perilakunya baik, dan saya mencari buktinya. Kalau ada teor mengatakan buah semangka bisa membersihkan ginjal, maka saya cenderung ingin membuktikannya. Selama belum ada bukti, saya belum percaya, termasuk hasil survei, polling dan bahwa saya belum percaya prediksi-prediksi saya sebelum ada buktinya. Bahkan saya tidak suka dengan orang yang SNOB (sok tahu, sok mengerti dan sok pintar) dan saya ingin melihat buktinya bahwa seseorang benar2 tahu, mengerti dan pintar. 

6. Harus tertarik pada sesuatu untuk memusatkan perhatiannya, dan bila sudah tertarik maka ia akan memiliki energi yang tiada batas.
Pengalaman saya : Saya tertarik pada berbagai hal yang barangkali tidak menarik bagi orang lain. Saya suka memperhatikan perilaku manusia di sekitar saya dan selalu mencari jawab kenapa seseorang berperilaku seperti itu. Saya cenderung selalu ingin tahu. Dan untuk mencari tahu kadang-kadang tak kenal waktu. Saya selalu mencoba ingin bisa dari cara saya sendiri. Saya tidak suka digurui atau didikte orang lain dan saya akan buktikan bahwa saya mampu melakukannya melalui cara saya sendiri. 

7. Memiliki rasa harga diri dan integritas yang kuat serta sangat peka.
Pengalaman saya : Saya percaya pada diri sendiri. Konsekuen dalam pendapat. Misalnya, kalau golput ya golput, kalau hitam ya hitam, kalau tidak mau ya tidak mau, kalau tidak suka ya tidak suka. Semuanya punya alasan atau argumentasi yang rasional. Punya harga diri tinggi jika itu menyangkut martabat, rasa kemanusiaan dan apabila ada hal-hal yang tidak benar terhadap diri saya. Baru2 ini teman di grup ini menerawang saya gini : ".. maz orangnya sabar, tapi keras, kalau sudah A ya A gak mau ditawar lagi ..bla.. bla .." initialnya aq kasih tau ya LB 

8. Energi yang berlebihan menyebabkan perhatiannya cepat teralih.
Pengalaman saya : Energi bukan dalam hal fisik saja, tetapi lebih dari energi berpikir, berfilsafat, berlogika ataupun bernalar. Selalu menganalisa segala sesuatu yang saya lihat dan yang saya rasakan. Bahkan juga memiliki energi spiritual yang tinggi, antara lain mampu memprediksikan, punya ESP atau punya indera keenam yang tajam. Pernah memprediksikan Megawati menjadi presiden bbrp tahun sebelumnya, memprediksikan akan terjadinya bencana alam akibat perusahaan om ARB dan tzunami Aceh dll. 

9. Mudah merasa bosan. Pengalaman saya : Sewaktu SMP mempunyai perpustakaan pribadi terdiri dari buku apa saja : psikoogi, agama, filsafat, ekonomi, hukum, komik, novel, buku silat dan lain-lain. Berkali-kali ganti pacar. Berkali-kali ganti sepeda motor dll. 

Apakah saya seorang Indigo ? Walahu alam, saya tidak berani mengklaim. Tetapi, semua ciri-ciri indigo memang saya miliki sejak lahir ..