Rabu, 10 Juni 2015

WOW bagaimana rasanya punya ibukota di Jonggol ya ?

Wacana pemindahan ibu kota negara sudah lama bergulir. Salah satu perdebatan yang menyertai wacana ini adalah mengenai daerah yang dianggap layak menggantikan Jakarta sebagai ibu kota. Berdasar survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Jogjakarta dianggap sebagai kota yang paling tepat untuk menggantikan ibu kota Jakarta. "Sekitar 28,4 persen responden memilih Jogjakarta untuk menggantikan Jakarta," ujar pengamat politik Hendri Satrio dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (7/6).

Survei tersebut dilakukan terhadap 250 responden yang merupakan para pekerja profesional di kawasan segitiga emas Jakarta, yakni Sudirman, Thamrin, dan Kuningan. Pelaksanaannya pada 26 Mei - 3 Juni 2015 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) menggunakan purposive sampling.

Selain Jogjakarta, kota lain yang dianggap tepat menggantikan ibu kota Jakarta adalah Palangka Raya (21,6 persen), Bogor (20,8 persen), dan Bukittinggi (15 persen). "Yang memilih daerah lainnya sekitar 10,8 persen, seperti Banjarmasin dan Balikpapan. Dan tidak menjawab sekitar 2,8 persen," terangnya.

Survey itu menjadi gambaran bahwa ibu kota negara memang perlu dipindah. Selain itu, banyak studi kasus yang menunjukkan bahwa tidak masalah memindahkan ibu kota. "Saya memilih pindah. Saya harap di luar Pulau Jawa, yakni Palangkaraya," tandasnya.
Hendri menyarankan, bila pemindahan ibu kota ingin terealisasi, maka pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya melanjutkan kajian. "Lakukan studi khusus dengan ahlinya," tuturnya.

Pemerintah juga harus melihat kota yang akan ditunjuk sebagai ibu kota negara memang sudah siap. "Sebab, tidak mudah mengurus ibu kota. Dan harus ada solusi dalam pemindahan ibu kota," tegas Hendri.

Usulan pemindahan ibu kota Indonesia


Sebuah usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya telah didiskusikan sejak kepresidenan Soekarno, dan juga selama masa kolonial Belanda. Kenyataannya pada awal Abad ke-20 ada upaya oleh Pemerintahan Hindia Belanda untuk mengubah lokasi ibu kota dari Batavia (nama Jakarta sebelumnya) ke Bandung, walaupun gagal karena Depresi Besar dan Perang Dunia II.

Pada 2010, perdebatan berlanjut tentang pembentukan ibu kota baru yang akan dipisah dari pusat ekonomi dan komersial negara. Presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru, karena masalah lingkungan dan overpopulasi Jakarta.

Ada tiga pendapat utama tentang proposal ini:
  • Pindahkan ibu kota resmi, seperti cara Brasil memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia
  • Pisahkan pusat administratif dan Jakarta masih ditetapkan sebagai ibu kota resmi, seperti Malaysia memindahkan pusat pemerintahan federal administratifnya ke Putrajaya
  • Jakarta masih tetap sebagai ibu kota dan pusat administrasi.

Ibukota baru yang diusulkan, Calon ibukota baru yang diusulkan adalah:

  • Penempatan ibukota di Kalimantan bagian selatan agak ke timur