Rabu, 03 Juni 2015

TNI AD mengikuti Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM)


Praka TNI Mulyana beroleh Medali Emas katagori Sniper (Penembak Tepat) dalam kejuaraan tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Mulyana juga terasa bangga sudah menaklukkan Amerika Serikat yang di kenal memiliki banyak sniper hebat. " Saya terasa bangga dapat menyumbangkan emas untuk angkatan darat. " kata Mulyana di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Waktu beroleh medali emas memperoleh pujian dari Amerika Serikat. Dia juga tidak lupa untuk sama-sama menukarkan kenangan-kenangan pada tentara Paman Sam itu. " Ini th. ke-2 saya ikuti perlombaan ini. Alhamdulillah bisa 1 emas serta 1 perak dari kelompok perseorangan. Tantangan sniper kita bermain dalam suhu 6 sampai 12 derajat sangatlah jauh ketidaksamaan di Indonesia. Lantas variasi jarak 100-1.200 mtr. serta bahkan juga saya sendiri tidak paham jaraknya. Kelembapan hawa bahkan juga kecepatan angin 30-40 km/perjam itu hitungan mesti akurat serta itu sangatlah susah, " ceritanya.

Diluar itu, kata dia, tantangan lain yang dihadapi yaitu senjata yang masih tetap kalah jauh dari negara-negara maju. Karena, ia cuma mengunakan senjata buatan Inggris seri lama dengan teropong 12x50. " Bidikan tujuan berbagai macam dari mulai kepala, dada, lalu badan lempengan baja 400-500 mtr. jaraknya. Jika tidak terkena bakal semakin kencang larinya, bila terkena segera rubuh, " kata dia.
Tim TNI AD sukses menyabet 30 medali emas, 16 perak serta 10 perunggu, menaklukkan kontingen yang lain dari negara-negara maju yang sampai kini di kenal mempunyai persenjataan mutakhir seperti, Amerika Serikat yang cuma memperoleh, 4 medali emas, Inggris dengan 3 medali emas, lalu Australia cuma beroleh 5 medali emas.
Sedang, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina serta New Zealand, dan Singapura semasing memperoleh satu medali emas. Sesaat, Kanada Malaysia, Timor Leste, Tonga serta Papua New Gunea (PNG) gagal membawa pulang medali emas. 

Kejuaraan yang berjalan mulai sejak 20-23 Mei di Puckapunyal, Victoria, Australia ini diikuti 17 tim dari 15 negara memperebutkan 50 medali emas. Tim petembak TNI kirim 9 anggota Kostrad, 4 Kopassus serta 1 anggota Kodam Mulawarman. Kalau petembak dari TNI AL dan TNI AU dilibatkan bakal semakin banyak medali emas yg diperoleh. Selamat ya !