Sabtu, 27 Juni 2015

Ada yang menjuluki Presiden Jokowi "bodoh alias plonga-plongo". Apa betul begitu ?


Di masa 6 bulan kerja Presiden Jokowi ternyata sangat banyak tantangan yang datang dari beragam bidang. Dari mulai bermacam kebijakan, sampai naiknya harga BBM yang berimbas pada naiknya harga keperluan pokok. Walaupun sangat banyak yang menghujat serta menyesal sudah memilih bekas Walikota Solo serta bekas Gubernur Jakarta itu, tetapi tidak sedikit yang masih tetap optimis dengan kemampuan sang Presiden.

Tidak sedikit juga yang menjuluki Presiden Jokowi  ‘plonga-plongo’ atau bodoh seakan mati langkah dan mati gaya menghadapi persoalan negara ini. Jika dibalik, berapakah banyak di antara kita yang tahu dengan dengan tepat permasalahan negara ini? Presiden yang terlihat lembut itu nyatanya sudah menyelesaikan beragam hal yang umumnya sudah dilupakan banyak orang, bahkan ada juga yang tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu.

Ternyata :
1. Malaysia segera mencabut mercu-suar mereka yang dipasang di lokasi Indonesia!


2. Presiden memerintahkan hak kedaulatan RI di kawasan Indonesia selekasnya dikembalikan sesudah beberapa puluh tahun dipegang otoritasnya oleh Singapura. Bila tak kembali, perang!


3. Presiden segera membuka beberapa ratus hektar wilayah hutan untuk membangun rumah bagi para pengungsi letusan gunung Sinabung yang sudah diterlantarkan selama ini.


4. Presiden yang belum 100 hari berkuasa segera membereskan permasalahan Lapindo yang sewindu terlantar, sebelum lebaran ini semoga Pemerintah sudah dapat membayar ganti rugi korban Lapindo.


5. Presiden memberi peringatan keras supaya PT. FREEPORT selekasnya membangun smelter di Papua. Bila tidak, kontrak Freeport bakal selekasnya dicabut. Karena ada smelther maka Freeport tak mempunyai alasan untuk membawa hasil mentahan ke negaranya karena harus diproses di Indonesia.


6. Presiden yang tegas tanpa merasa takut ancaman negara asing segera mengeksekusi mati para terpidana NARKOBA, tanpa ampun.


7. Presiden berani mengkritik dengan keras BANK DUNIA, ADB, serta IMF serta menyerukan agar Indonesia tidak tergantungan pada 3 instansi keuangan Amerika ini.


8. Presiden tidak pernah sekali pun menjelekkan dan mengejek apalagi menghina orang lain bahkan senantiasa membalas cacian dengan senyuman tulus !


Presiden kita ternyata dikagumi para pemimpin dunia tetapi di negerinya sendiri dicibir serta dihujat.  Sering dihujat jutaan caci maki haters,bahkan juga dari parpol sendiri (PDIP). Beliau tetap konsisten bekerja dari pagi hingga pagi lagi tanpa ada mempunyai kemauan mengkriminalisasikan para penghujatnya. Mungkin kita sebagai rakyat mesti selalu optimis, mungkin saja di balik ini semua ada hikmahnya untuk menakar dan menimbang sejauh mana prestasi masing-masing kita dibanding prestasi Presiden !