Sabtu, 21 Februari 2015

Islam dan Anak Indigo

Menurut para ilmuwan, anak-anak indigo adalah jenis spesies manusia baru yang muncul untuk memperbaiki kebobrokan dunia. Lalu bagaimanakah pendapat para ulama mengenai anak indigo ini?

Menurut Wakil Sekretaris Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Aminuddin Ya’qub, Islam tidak mengenal istilah indigo. Aminuddin menjelaskan, memang ada anak atau orang yang memiliki kemampuan bisa merasakan kehadiran makhluk ghaib. Tapi, tegasnya, bila sampai meramalkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan tidak bisa diterima. Masih menurut Aminuddin, jika ada seseorang yang dapat melihat masa lalu atau masa depan, hanya ada dua kemungkinan darinya. Bisa bersumber dari Allah swt, bisa pula bersumber dari jin. Yang perlu diketahui, jika hal itu bersumber dari Allah swt, tentunya orang yang dapat melihat masa lalu atau masa depan itu adalah orang yang taat beribadah dan dekat dengan-Nya.

Lebih lanjut Menurut Ustadz Ahmad Abu Musa, ada 3 kemungkinan dari penglihatannya jin yang terjadi pada manusia, yaitu :
1. Ada jin (baik satu maupun lebih ) yang bersemayam dalam dirinya, sehingga orang yang disemayami mampu melihat "teman" dari jin yang bersemayam tersebut. Tentu saja, orang tersebut bisa melihat jin dan orang lain tidak bisa melihat karena orang lain tidak disemayami jin.
2. Jin menyamar menjadi bentuk lain seperti hewan atau benda, hal ini menyebabkan semua manusia mampu melihat jin tersebut. Dan perlu diingat, Allah SWT telah menciptakan alam nyata untuk manusia dan alam ghoib untuk bangsa jin. Maka jika jin memperlihatkan diri di alam manusia, akan memerlukan energi yang besar dan belum termasuk hukuman dari Allah SWT karena telah melanggar hukum yang telah diciptakan Allah SWT.
3. Kemungkinan yang terakhir adalah orang yang melihat jin tersebut melakukan dusta atas penglihatan jinnya.

Bagaimanakah Cara Mengatasi atau Menghilangkan Kemampuannya?

Sebagian Ulama berpendapat bahwa kemampuan anak indigo dapat diatasi atau dihilangkan dengan suatu metoda yang disebut ruqyah, yaitu membacakan ayat-ayat al-qur'an, dzikir-dzikir serta do'a-do'a dihadapan orang yang sakit ( orang yang terindikasi memiliki indigo), dengan harapan diberikan ke ridho'an dan kesembuhan oleh Allah Subhanallahu Wa'taala (al-Qaul al-Mufid 'ala Kitab Tauhid, karya Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin I/177). Contoh dari ayat serta do'a yang dibacakan saat me-ruqyah diantaranya ; Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, yang juga disebut sebagai surat-surat Mu'awwidzaat.

Yang Harus Dilakukan Orangtua Terhadap Anak Indigo:

1. Hargai keunikan anak dan hindari kritikan negatif.
2. Jangan pernah mengecilkan anak.
3. Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
4. Bantu anak untuk berdisiplin.
5. Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
6. Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
7. Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggap mengada-ada.
8. Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

Sumber:
1. http://hidayatullah.com/read/20341/23/12/2011/istilah-indigo-tidak-ada-dalam-literatur-islam.html
2. http://daslimpdm.blogspot.com/2012/05/ikhwal-anak-indigo-menurut-pandangan.html