Minggu, 08 Februari 2015

Bisnis Militer Amerika


Dalam dunia militer, dikenal adanya sebuah industri atau perusahaan keamanan besar atau yang biasa disebut dengan Private Military Contractor (PMC). Dalam beberapa film, PMC juga hadir sebagai kekuatan militer pro-pemerintah. Misalnya dalam film Iron Man dengan Stark Industries ataupun film G.I Joe dengan MARS Industries. Hal tersebut menunjukkan partisipasi perusahaan militer swasta karena menghasilkan banyak keuntungan.
Kenyataannya, kehadiran PMC memang dirasa cukup membantu dalam sejumlah operasi militer. Hal itu terlihat dari banyaknya permintaan PMC disetiap operasi militer yang ada. Di masa perang teluk, Pentagon menerjunkan 1 orang PMC untuk setiap 50 tentara perang Amerika. Dalam perang Yugoslavia, terdapat 1 orang PMC untuk setiap 10 tentara perang reguler. Sedangkan, pada operasi perang di Irak, pasukan PMC menempati urutan kedua setelah tentara perang Amerika.

Inilah Bisnis Dibalik Kuatnya Militer Amerika best people berita bisnis  studentpreneur


Salah satu perusahaan PMC yang terbesar di Amerika adalah Blackwater Worldwide Corp. Sebagaimana layaknya perusahaan, Blackwater tentulah merupakan lembaga pencari laba (profit oriented). Bahkan tentara bayaran yang terlatih dan peralatan tempur yang sangat canggih menjadikan perusahaan ini mendapat julukan “bisnis nyawa” di beberapa media massa di Amerika Serikat.

Bahkan dari sebuah sumber disebutkan bahwa 70% total pekerjaan yang ada di CIA saat ini ada dipegang oleh Blackwater Worldwide dengan total angka +/- 30 miliar USD atau 250 triliun rupiah. Dan fakta lain menunjukkan bahwa separuh dari nilai kontrak tersebut adalah penunjukan langsung dan tidak melalui lelang (Sizemore dan Kimberline, 2006). Angka-angka yang ditunjukkan di atas menunjukkan betapa kuatnya posisi perusahaan ini di dalam proses kerja internal keseharian CIA.
Dengan memiliki anggaran seperti itu, maka tak salah jika Blackwater memiliki lahan yang cukup luas untuk kegiatan operasionalnya. Blackwater memiliki lahan 28 km persegi di South Carolina, 30 ha di Illinois dan 824 ha di California, Blackwater merupakan perusahaan yang memiliki pusat pelatihan kemiliterean terbesar di dunia. Blackwater Academy terdiri dari sejumlah lapangan tembak indoor maupun outdoor. Tidak hanya luasnya lahan, mereka juga memiliki peralatan perang serba canggih, mulai dari senapan hingga pesawat tempur.

Blackwater merupakan korporasi militer swasta yang terdiri dari lima perusahaan, yakni Blackwater Training Center, Blackwater Target System, Blackwater Security Consulting, Blackwater Canine (K-9), dan Blackwater Air (AWS). Blackwater bertanggungjawab untuk menjadikan pemesan memiliki kecakapan dalam tugasnya.

Selain Blackwater, ada pula PMC lainnya yang juga memiliki banyak reputasi hebat. Mereka adalah Braddock Dunn & McDonald (BDM), C3 Defense Inc, CACI – California Analysis Center Incorporated, Critical Intervention Services, Berodt Dynamics, Defion Internacional, DynCorp, Raytheon dan masih banyak yang lainnya. PMC biasanya lahir di negara-negara maju yang notabene sudah memiliki kekuatan militer yang kuat. Hal ini terjadi karena PMC banyak memiliki klien yang berasal dari pihak-pihak pribadi dan tak jarang suatu negara juga sering melibatkan PMC dalam kegiatan militer mereka. Selain itu produk dan jasa yang dihasilkan dari PMC ini memang sangat memuaskan.

Namun sesuatu perlu diwaspadai dari berkembanganya PMC ini. Pasalnya, masih belum ada payung hukum yang membawahi operasionalnya PMC. Di satu sisi kehadiran PMC memang dapat membantu, namun di sisi lain justru menimbulkan ketakutan pada publik. Misalnya, saat mereka diberikan tugas melakukan operasi intelijen yang terselubung.  [Photo Credit: US Army]