Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Mei 2016
Perihal AMIN, AAMIN, AMIIN, AAMIIN
Lafaz aamiin boleh diucapkan di dalam dan di luar shalat, di luar shalat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya, misalnya ada yang mengatakan bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.
Jumat, 06 Mei 2016
Dialog Presiden Ir.Soekarno dan Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc
Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami oleh Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc (seorang angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan metafisika dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Panca Budi, Medan) dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.
Inilah Pertanyaan Spiritual Presiden Soekarno Yang Selama 10 Tahun Belum Terjawab, Akhirnya Dijawab Professor DR. H. Kadirun Yahya, Msc.
Inilah Pertanyaan Spiritual Presiden Soekarno Yang Selama 10 Tahun Belum Terjawab, Akhirnya Dijawab Professor DR. H. Kadirun Yahya, Msc.
Selasa, 08 Maret 2016
Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (1)
Istilah sosial ini pernah membuat saya bingung, apalagi menjalaninya.. 😀
Poligami (polygamy) adalah perkawinan yang terdiri lebih dari sepasang suami-istri. Artinya, poligami bisa berupa poligini (polygyny) di mana satu laki-laki dengan lebih dari satu istri, atau yang sebaliknya, poliandri (polyandry) yaitu satu wanita dengan lebih dari satu suami. Jadi jika si A yang sudah beristri menikah lagi, di sini yang berpoligami bukan si A saja, akan tetapi juga masing-masing (baca: semua) istrinya !
Sabtu, 17 Oktober 2015
Perbedaan antara Takdir dengan Nasib
Di media sosial kita sering membicarakan tentang TAKDIR dan NASIB. Sebagian orang kayaknya ada yang salah mengartikannya. Kata Pak Ustadz saya tentang beda takdir dengan nasib begini :
Takdir = ketentuan Tuhan yang tidak dapat dirubah.
Nasib = ketentuan Tuhan yang dapat dirubah.
Takdir seperti pengertian dasar di atas adalah ketentuan Tuhan, atau kehendak Tuhan yang tidak dapat dirubah. Contohnya : seseorang terlahir dengan Jenis Kelamin Laki-Laki. Ini merupakan salah satu Takdir Tuhan yang tidak dapat dirubah. Kalau kita pikir secara logika, ya…mana mungkin sepasang suami istri dapat menentukan anaknya dengan jenis kelamin Laki-laki atau perempuan. Jelas tidak mungkin.
Nasib merupakan ketentuan Tuhan yang dapat kita rubah. Tentunya dengan seIdzin Tuhan. Namun kebanyakan orang salah mengartikan, mereka beranggapan bahwa Nasibnya adalah Takdirnya (kesimpulan : jika nasibnya jelek, maka Tuhan yang disalahkan karena sudah memberikannya nasib yang jelek). Salah satu contoh tentang Nasib yaitu : “Jika pada saat kita dilahirkan di dunia ini dengan keluarga yang kurang mampu kondisi ekonominya, namun pada saat ini kita termasuk orang yang mampu/Kaya, maka itu adalah Nasib kita”.
Pertanyaannya : Siapakah yang menentukan Nasib kita?
Jawabannya : adalah Kita sendiri. Dalam ayat Alqur’an sudah dijelaskan yang kurang lebih artinya “Allah tidak akan merubah Nasib suatu Kaum melainkan mereka merubahnya sendiri”.
Mengapa demikian, karena Tuhan telah membekali kita hidup di Dunia ini dengan Kemampuan yang sangat luar biasa yaitu Tubuh(SDM). Seperti Tangan kita, otak, kaki, jari-jari manis kita, perasaan dll. Itulah mengapa Tuhan menyerukan kepada hambanya bahwa Manusia dapat menentukan Nasibnya sendiri.
Ada kisah bagus nih
Pada suatu hari ada seorang pengemis dengan tubuh yang Alhamdulillah sehat, berAnggota tubuh yang lengkap. Namun kekuatan tubuhnya dia gunakan untuk meminta-minta. Pada waktu itu Pengemis itu sedang meminta kepada seorang mahasiswa yang sedang duduk-duduk di Warung kopi. Seraya berkata “Mas,,Minta sedekahnya….”..tanpa berpikir panjang si Mahasiswa tersebut langsung memberikan sedekahnya. Setelah sedekah diberikan kemudian mahasiswa ini bertanya kepada pengemis itu : "Pak,,Mohon maaf sebelumnya…kenapa Bapak tidak mencari pekerjaan lain aja….Bukankah apa yang bapak lakukan ini adalah perbuatan yang kurang baik?”Kemudian pengemis itu menjawab :”Yaa bagaimana Lagi mas, memang Takdirnya begini, mungkin saya memang diTakdirkan Tuhan menjadi pengemis(Tuhan yang disalahin karena sudah ngasih takdir yang jelek)”.
Dari kasus dia atas, Orang itu beranggapan bahwa kehidupannya saat ini adalah kehendak Tuhan semata. Tanpa ada Usaha, tanpa ada pengorbanan untuk menjadi lebih baik. Dan tidak memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan kepadanya berupa SDM yang sempurna ini, jadi kayaknya :
Nasib ➠ bisa dirubah
Takdir ➠ tidak bisa dirubah
Nasib ➠ tidak melekat permanen pada seorang manusia
Takdir ➠ sudah ada pada seorang manusia sejak lahir
Nasib ➠ contohnya sudah berusaha belajar masih dapat nilai buruk
Takdir ➠ contohnya sudah cantik, baik, lembut, tulus tetapi tidak / belum dapat jodoh. Atau dalam berumah tangga tidak harmonis sehingga bercerai (siratan takdir hehehe) Contoh lain: mati
Mudah-mudahan kita termasuk Orang yang bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Sehingga kita mampu mengoptimalkan SDM yang kita miliki untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama yaa..
Lihat juga : Motivasi Kuat
Selasa, 30 Juni 2015
Ateisme di Indonesia
Ateisme atau tidak beragama di Indonesia adalah hal yang tidak umum dan sangat jarang terjadi pada penduduk Indonesia, terutama karena besarnya stigma sosial yang melekat dengan menjadi seorang ateis di Indonesia. Tidak ada undang-undang yang secara resmi melarang seseorang menjadi ateis di Indonesia, yang hanya mengakui enam agama.
Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan penduduk yang beragama,
seorang ateis akan terkendala dalam memenuhi kewajiban administratif,
misalnya dalam pengurusan dokumen kependudukan, dan pernikahan. Penyebar
ateis juga bisa dikenakan sanksi menurut undang-undang pidana yang
berlaku di Indonesia.

Senin, 08 Juni 2015
Benarkah Biksu Tong Sam Cong Muslim ?
Ternyata Ulama Tong Sam Cong yang hidup di zaman Dinasti Tong (618-907 M) setelah Nabi Muhammad saw (570-633 M) adalah seorang muslim/Islam, bukan pengikut Budha/Nabi Gautama seperti anggapan sebagian orang.
Minimal ada 3 alasan yang menguatkan argumen bahwa beliau adalah seorang muslim yang taat lagi saleh, sehingga telah bersusah payah selama 17 tahun mengembara untuk menjemput kitab suci di Barat setelah mendengar berita dari para pedagang jalur sutera (jalur perdagangan sutera telah berlangsung sebelum Masehi).
Pertama : Wilayah Barat/She Thien itu Arab, sedangkan India /Thien Tok itu Selatan dan perjalanan 17 tahun mencari kitab suci itu dari Timur (Propinsi Zhe Jiang) ke Barat lewat Ta Li Muk Phen Ti/Se Chou Ce Lu/Jalur Sutera (Xin Jiang di wilayah Barat daratan Cina). Perjalanan ini dilakukan setelah pemuda alim tersebut mendapatkan kabar berita dari para pedagang lintas benua/para pedagang jalur sutera membawa berita bahwa di Barat sana telah atau baru turun kitab suci, maka berangkatlah beliau dari tanah kelahirannya, Propinsi Zhe Jiang (Cina bagian Timur) menuju Barat (tanah Arab). Lewat Gansu lalu ke Xin Jiang, disitu ada Fo Yen San/Flamming Mountain/gunung api bagian Barat Cina, yang kita ketahui bersama bahwa 99,99% penduduk Propinsi Xin Jiang (sekarang) beragama Islam.
Kedua : Jarak Ulama Tong (abad ke 7 M) dan Budha Sidharta Gautama (5 abad SM) ± 1200 tahun, jadi tidak bisa dikatakan baru lagi sebab sudah lebih dari seribu tahun.
Ketiga : Ajaran Budha Gautama sudah masuk ke daratan Cina sebelum Tat Mo Co Su/Bodhi Dharma/Zen yang juga dari India, bukti Tat Mo Co Su ada di kuil Shaolin gunung Shiong San Propinsi Henan. Berarti jalur Cina - India sudah ada sebelum perjalanan Tong, yaitu dari arah Selatan negeri Cina. Jadi untuk apa memutar begitu jauh lewat Utara baru ke Selatan sedangkan alat transportasi dahulu hanya unta, kuda atau keledai.
Apakah Tong begitu bodoh?
Saya tidak percaya itu. Adapun hari ini kita membaca atau menonton kisah Kera Sakti pada perjalanan Tong Sam Cong itu hanyalah kisah fiktif yang disuguhkan oleh penulis yang bertujuan untuk menentang atau menyindir pemerintahan bangsa Mancuria pada saat itu yang sedang memerintah Cina.Jadi pada cerita Kera Sakti ada monyet, babi dan kerbau itu sebenarnya tidak ada sama sekali/bohong besar dan ingat, di Jepang cerita ini menjadi Son Goku atau Dragon Ball. Sekarang malah cerita Kera Sakti di ceritakan di Amerika. Ingat, salah satu cara/bentuk penjajahan kebudayaan atau sejarah adalah lewat cerita/komik.
Seperti Sisingamangaraja XII dan Pattimura yang beragama Islam/muslim tapi selalu di gembar-gemborkan bukan muslim, demikian juga dengan perlawanan Wong Fei Hung yang muslim dkk melawan penindasan Mancuria pada bangsa Han di Cina, ini bisa terjadi juga karena kesalahan kita umat muslim yang tidak peduli dengan saudaranya yang lain. Ini disebabkan pendapat yang salah antara suku dan agama (Assobiah dan Tauhid).
Di akhir cerita Kera Sakti, tidak diceritakan kitab apa yang diambil atau diperoleh, sebab kalau produser mau menceritakan sejarah yang sebenarnya bahwa kitab yang mereka cari adalah Al Quran, maka akan bubarlah keyakinan non Islam dari agamanya yang sekarang dan cerita/film tersebut tidak akan lalu terjual sehingga produser film tidak akan dapat memperoleh keuntungan alias rugi.
Sebab umumnya orang Han/orang keturunan Cina tidak akan tertarik menontonnya karena tidak sesuai dengan kepercayaannya dan umat Islam pun belum tentu akan tertarik menontonya karena masih ada masalah kesukuan/assobiah sebab datang dari daerah Timur/Cina bukan dari Barat/Arab serta masalah ilmu Tauhidologi.
Baca juga : Wong Fei Hung ternyata muslim, punya murid orang Semarang
Fakta unik di Perang Salib

2. Raja Richard berada di Inggris dalam masa pemerintahannya hanya selama 11 bulan. Permaisurinya, Queen Berengaria of Navarre, malah tidak pernah ke Inggris sama sekali. Oleh karena itu Richard juga dikenal sebagai The Absent King
3. Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : "Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi "
4. Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.
5. Ada juga cerita mengenai Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran
6. Ketika ada salah satu panglima perang saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada saladin serta berkata, "Aku tidak ingin orang ini mengacaukan permainan kecil kita". Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit.
7. Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang Saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar Saladin mengasahnya
8. Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shaladin mengirimkan dokter terbaiknya untuk mengobati Richard. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pemimpin kaum muslim yang memiliki akhlak seperti Saladin?
9. Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum muslimin saat itu.
10. Menurut catatan sejarah, pada saat perang salib, semua wanita dan pelacur di usir keluar dari kamp crusaders. Seluruh crusaders harus suci secara jasmaniah, bebas dari nafsu. Tapi ada satu grup wanita yg bebas keluar masuk camp crusaders yaitu tukang cuci baju. Bahkan kalau satu grup tukang cuci mau bepergian antar kota, mereka dijaga oleh sepasukan knight, dan dibuntuti pasukan infantri. Kalau iring-iringan ini diserang, keselamatan para tukang cuci ini no.1. Waktu ditawan pasukan muslim, para tukang cuci ini lebih dihormati daripada prajurit biasa. Sampai-sampai Richard The Lion Heart juga rela membayar ransum buat para tukang cuci itu.
11. Ketika Frederick Barbarossa (kakek kaisar Frederik II) meninggal pada ekspedisi perang salib III, banyak ksatrianya yang menganggap bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan banyak yang bergabung dengan kaum muslim. Lalu yang tersisa membawa jasad Barbarossa menuju ke Yerusalem dengan anggapan nanti Barbarosa akan terlahir kembali.
12. Frederick II Kaisar Jerman, punya hubungan khusus dengan Sultan Malik dari Mesir di perang salib V. Beliau merasa di jaman itu (Dark Ages), satu-satunya yang sebanding dengan dia di masalah budaya dan personality adalah pangeran-pangeran dari kerajaan muslim. Oleh karena itu gaya hidupnya agak nyentrik (dia berpoligami, padahal seorang Katolik tidak demikian).
13. Waktu terpaksa harus berpartisipasi dalam perang salib, Frederick II berhasil merebut Jerusalem, Betlehem dan Nazareth tanpa meneteskan setitik darahpun. Walaupun sebenernya dia cuma menyewa ke 3 kota tersebut dari sahabatnya si sultan Malik dari Mesir.
Minggu, 07 Juni 2015
Kematian, awal perjalanan ke akhirat

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu. Mereka akan melucuti pakaianmu,memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu. Barang barangmu akan dikemas, kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu.
Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3 :
1.Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
2.Kawan kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
3.Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah tengah manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah: Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan. Usahakan dengan sungguh sungguh. jalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam, Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.
"Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin."
Subhanallah.
Selasa, 05 Mei 2015
Pengulangan Kisah dalam Al-Quran
Kalau diperhatikan dalam Al-Quran, ada beberapa peristiwa atau kejadian
yang diceritakan dalam beberapa surah dengan redaksi berbeda-beda,
padahal kejadiannya satu. Seperti, kisah tentang Nabi Musa dan Firaun,
Kaum Aad, dan Nabi Ibrahim. Apakah hikmah di balik ini semua ?
Al-Quran adalah kalamullah, bukan perkataan makhluk. Adapun
perkataan para makhluk yang disebutkan Al-Quran itu dari segi alur
pemaknaannya saja. Sedangkan, lafaznya dari Allah SWT yang tengah
mengisahkan tentang umat terdahulu atau peristiwa akan datang. Jadi,
perkataan makhluk yang ada dalam Al-Quran itu hanya makna yang
dinisbahkan kepada yang mengatakannya. Sedangkan, lafaznya bersumber
dari Allah.
Pola kisah merupakan salah satu gaya bahasa Al-Quran. Selain itu, ada
pula pola pengulangan suatu kisah atau penggambaran situasi yang hampir
sama dalam beberapa surah. Setiap pengulangan tersebut, redaksi dan
konteksnya berbeda. Ini akan membuka makna baru dengan manfaat yang
berbeda, sehingga tidak akan membosankan. Ada sekitar 75 ayat dalam 25
surah kisah tentang Nabi Ibrahim. Hampir 2/3 isi Surah al-Baqarah adalah
kisah tentang Musa, hingga sahabat Nabi sempat bertanya seakan-akan
Al-Quran ini diturunkan untuk Musa.
Hanya kisah Nabi Yusuf yang diceritakan secara runut di dalam Surah
Yusuf. Ada banyak hikmah di balik pengulangan kisah dalam berbagai surah
Al-Quran. Para ulama menjelaskan, semua itu berfungsi agar kisah dan
hikmahnya dapat dipahami secara gradual. Adanya perbedaan redaksi dan
susunan kata tentang suatu peristiwa merupakan salah satu bentuk
ketinggian bahasa dan sastra Al-Quran.
Para ahli tafsir dan Ulumul Quran menjelaskan manfaat lain dari
pengulangan suatu peristiwa dalam Al-Quran dengan redaksi yang berbeda.
Pertama,
agar tidak membosankan pembacanya karena disajikan dengan bahasa dan
ungkapan yang baru serta berbeda dengan ayat dalam surah lain.
Kedua, adanya unsur kesesuaian antara kasus yang dibahas
Al-Quran dengan konteks saat dikisahkan. Di mana, kasus dan konteks yang
sedang dibahas dalam surah itu mengharuskan penyebutan sisi yang belum
disebutkan pada surah lain.
Ketiga, menambahkan beberapa aspek dalam kisah yang belum
disebutkan dalam surah lainnya, sehingga kisah itu menjadi utuh sebagai
suatu kisah.
Keempat, menunjukkan pentingnya kisah tersebut, sehingga perlu
diulang-ulang dalam beberapa surah. Agar pembacanya dapat mengambil
banyak petikan hikmah dan pelajaran dari kisah yang disebutkan, semua
itu memperlihatkan Al-Quran yang begitu indah dan sempurna bahasa dan
gaya bahasanya adalah wahyu dan kalam Allah. Al-Quran tidak mungkin
dibuat seorang manusia yang ummi (tidak bisa tulis-baca). Wallahu a’lam bish-shawab ■
Jumat, 03 April 2015
Sakaratul Maut
Suatu ketika Malaikat Maut diperintahkan
Allah untuk mencabut nyawa Nabi Musa. Kedatangan “tamu istimewa” ini
membuat muka Nabi Musa pucat pasi. Begitu Malaikat Maut hendak mencabut
nyawa beliau dari ujung kaki, Nabi Musa bertanya, “Sampai hatikah engkau
mencabut nyawaku dari kaki yang pernah digunakan untuk berjalan menuju
Gunung Tursina ketika turun firman-Nya?”
“Bagaimana kalau dari tangan?” Musa menjawab, “Duhai utusan Allah, lupakah engkau bahwa tangan ini pernah menerima lembaran syahifah suci yang berisikan firman-Nya?”
“Bagaimana kalau dari kepala?,” pinta
Malaikat Maut. “Yaa Rabbul Izzati. Malaikat-Mu hendak mencabut nyawa
hamba-Mu dari kepala ini. Padahal sepanjang hidup hamba menggunakannya
untuk bersujud kepada-Mu?”.
Karena tidak ada jalan lain Malaikat Maut
mengambil selembar kulit jeruk yang harum baunya. “Wahai Musa, hiruplah
aroma kulit jeruk ini,” perintah Malaikat Maut. Begitu aroma kulit
jeruk ini terhisap, Nabi yang mulia ini pun menghembuskan nafas
terakhirnya.
Menurut sebuah atsar, kematian Nabi Musa
adalah kematian paling mudah di antara semua manusia. Namun sadarkah
kita apa makna “mudah” dalam proses kematian beliau? Rasulullah saw.
bersabda, “Kematian Nabi Musa kadar kegetirannya sama dengan penderitaan
seseorang yang ditebas sebilah pedang yang sangat tajam sebanyak 300
kali”. Dalam riwayat lain disebutkan, kematian Nabi Musa itu bagaikan
seekor domba dalam keadaan segar bugar lalu dicabut kulitnya dalam
keadaan hidup. ‘Aisyah binti Abu Bakar mengungkapkan pula, “Ibarat
pentungan besi bergerigi yang ditancapkan ke perut, lalu ditarik dengan
sangat keras dengan sekuat tenaga. Tak adakah bagian yang ikut terbawa
pentungan itu?”
“Sakaratul maut adalah ungkapan tentang rasa sakityang menyerang inti jiwa dan menjalar ke seluruh bagian jiwa,sehingga tak ada satu bagian pun yang terbebas dari rasa sakit itu”.— Abu Hamid Al Ghazali —
Jika kematian Nabi Musa
demikian dahsyat dan menyakitkan, apalagi kematian kita—manusia biasa
yang lebih banyak dosanya daripada kebaikannya—tampaknya akan jauh lebih
menyakitkan! Semoga Allah Yang Maha Penyayang melindungi kita. Karena
itu, pantas apabila Rasulullah saw. mencontohkan beberapa doa yang
isinya meminta agar Allah Swt. mempermudah proses sakaratul maut kita.
Salah satu di antaranya adalah ”Allâhumma innî as’aluka taubatan
nashûhâ wa taubatan qablal maût wa rahmatan ’indal maût wa maghfiratan
wa rahmatan ba’dal maût wal ’afwa indal hisâb … ” Artinya, ”Ya
Allah, aku memohon kepada-Mu tobat nasuha dan tobat sebelum mati,
ketenangan (kemudahan) ketika hendak mati (sakaratul maut), ampunan dan
ketenangan setelah mati, dan ampunan ketika dihisab …”.
Dari sini kita bisa
melihat bahwa doa bisa mempermudah proses dan meringankan proses
sakaratul maut. Akan tetapi, doa pun bisa memperberat dan mempersulit
proses sakaratul maut. Doa siapa dan bagaimana? Itulah doa dan rintihan
serta air mata orang-orang yang terzalimi. Seseorang yang banyak
menzalimi orang lain, biasanya akan dipersulit proses kematiannya.
Kisah-kisah berikut mudah-mudahan bisa menjadi contoh sekaligus ibrah atau pelajaran bagi kita.
Ketika masih SMP, saya
bertetangga dengan seorang kakek kaya raya. Di kampung kami ia termasuk
salah seorang terpandang, tanahnya luas, rumahnya bagus, dan uangnya
banyak. Kakek itu pun pintar bicara dan berdebat. Namun, di balik itu,
menurut orangtua dan orang-orang sekampung, dia termasuk orang licik dan
kejam. Entah berapa banyak orang yang tersakiti dan dijerumuskan
olehnya. Kakek itu merupakan pentolan PKI yang dulu melarikan diri ke
kampung kami. Dia datang sebagai buronan tentara. Akan tetapi, karena
kepintaran dan kelicikannya, alih-alih ditangkap ia malah menjadi orang
kaya dan berpengaruh di kampung kami. Sebagian tanah warga berhasil ia
ambil alih kepemilikannya.
Pada masa tuanya, ia
mengidap penyakit sesak napas akut. Setiap kali bernafas, desah napasnya
begitu berat dan suara lendir di kerongkongannya jelas terdengar. Dari
jarak cukup jauh, seseorang sudah bisa mendengar desah nafasnya. Hal itu
terjadi bertahun-tahun lamanya. Ia sudah merobat ke mana-mana tapi tak
juga sembuh. Ketika itu saya membayangkan betapa tersiksanya hidup
dengan napas seperti itu. Walaupun demikian, sifatnya tetap keras, tidak
mau kalah, dan seakan tidak mau bertobat.
Saat-saat menjelang
ajalnya, penderitaannya pun bertambah berat. Berhari-hari lamanya
Malaikat Maut seakan ”mempermainkan” orangtua ini, hingga akhirnya ia
wafat dengan cara yang ”menakutkan”. Ia meronta-ronta dan berdesah berat
seperti seekor binatang yang hendak disembelih, sebelum akhirnya diam
lunglai karena nyawa telah lepas dari badannya.
Ada lagi seorang lelaki
tua, usianya sekitar 65-70 tahun. Badannya kekar dengan muka yang kaku.
Walau terlihat baik dengan tetangga, tapi bapak ini sangat mengacuhkan
istri dan anak-anaknya. Ia tak segan-segan menempeleng, menendang,
memaki-maki dan menyiksa istrinya. Ia seakan tak peduli dengan tangisan
ibu dari anak-anaknya tersebut. Selain menyakiti secara fisik, ia pun
senang sekali menyakiti secara psikologis dengan lebih mempedulikan
istri mudanya daripada istri tuanya. Bapak ini pun dikenal memiliki ilmu
hitam yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk mencelakakan orang lain.
Saat-saat menjelang
kematiannya sangat mengerikan. Entah karena sakit, ia mengamuk, memukul,
mengucapkan kata-kata kasar dan makian, serta melemparkan apa saja yang
ada di dekatnya. Karena kewalahan, anak-anaknya menyekap dia di kamar
hingga akhirnya meninggal keesokan harinya. Semoga Allah melindungi kita
dari kematian semacam itu.
“Jangan menunda-nunda tanpa melakukan persiapan untuk kematian.Umur kita terlalu singkat. Jadikanlah setiap tarikan napassebagai udara terakhir yang kita hirup.Lalu kematian akan menjemput.Kematian seseorang akan terjadi dalam keadaandi mana ia biasa melakukan sesuatu ketika hidup.Dan ketika dibangkitkan di akhirat,ia pun akan dibangkitkan dalam situasi itu juga”.— Ibnu Qudamah Al Maqdisi —
Dari buku : 114 kisah Nyata Doa-Doa Terkabul Penulis : Tauhid Nur Azhar & Sulaiman A
Paskah
Paskah (bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: פַּסחא Pasḥa; dari bahasa Ibrani: פֶּסַח Pesaḥ) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai "anak domba Paskah"; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati.
Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang
terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup
Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.
Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya "hari kelima puluh" - hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.
Paskah merupakan salah satu hari raya yang berubah-ubah tanggalnya (dalam kekristenan disebut dengan perayaan yang berpindah[2]) karena disesuaikan dengan hari tertentu (dalam hal ini hari Minggu), bukan tanggal tertentu di dalam kalender sipil. Hari raya-hari raya Kristen lainnya tanggalnya disesuaikan dengan hari Paskah tersebut dengan menggunakan sebuah formula kompleks. Paskah biasanya dirayakan antara akhir bulan Maret hingga akhir bulan April (kekristenan ritus Barat) atau awal bulan April hingga awal bulan Mei (kekristenan ritus Timur) setiap tahunnya, tergantung kepada siklus bulan.
Setelah ratusan tahun gereja-gereja tidak mencapai suatu kesepakatan,
saat ini semua gereja telah menerima perhitungan Gereja Aleksandria
(sekarang disebut Gereja Koptik) yang menentukan bahwa hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu bulan purnama pertama yang hari keempat belasnya ("bulan purnama" gerejawi) jatuh pada atau setelah 21 Maret (titik Musim Semi Matahari/vernal equinox gerejawi)
Minggu Paskah bukan perayaan yang sama (namun masih berhubungan) dengan Paskah Yahudi (bahasa Ibrani: פסח atau Pesakh)dalam hal simbolisme dan juga penanggalannya. Bahasa Indonesia tidak memiliki istilah yang berbeda untuk Paskah Pesakh (Yahudi) dan Paskah Paskha
(Kristen) sebagaimana beberapa bahasa Eropa yang mempunyai dua istilah
yang berbeda, oleh sebab itu kata Paskah dapat memiliki dua arti yang
berbeda di dalam bahasa Indonesia.
Banyak elemen budaya, termasuk kelinci Paskah, telur Paskah, dan mengirim kartu Paskah
telah menjadi bagian dari perayaan Paskah modern, dan elemen-elemen
tersebut biasa dirayakan oleh umat Kristen maupun non-Kristen.
Perayaan Paskah
Tradisi Paskah Kristen
- Anak Domba
Di antara simbol-simbol Paskah Kristiani yang populer, anak domba
adalah yang paling penting dalam perayaan agung ini. Yesus Kristus
sebagai "Anak Domba Paskah", sebagaimana yang diungkapkan Paulus dalam 1 Korintus 5:7, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Eropa.
Doa paling kuno untuk pemberkatan anak domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh biara Benediktin di Bobbio, Italia.
Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama
berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya
Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti
anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.
Tradiri kuno anak domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk
menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah.
Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu
Paskah di berbagai daerah di Eropa timur. Tetapi, seringkali
bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun
gula-gula menggantikan sajian daging anak domba, dan menjadi hidangan
utama jamuan Paskah.
- Tuguran
Tuguran
adalah tradisi penting dalam Gereja Katolik Roma, yang mencakup puasa
sampai 40 jam mulai Jumat pagi sebelum Paskah. Hari Sabtu tengah malam
mereka berbuka puasa, dengan menyanyikan kidung rohani, membaca kitab
suci dan melakukan ritual dengan roti dan anggur. Misa fajar pada Minggu
Paskah merupakan salah satu bentuk tuguran.
- Acara musik Paskah
Di kota Winston-Salem, negara bagian North Carolina, AS terdapat sebuah jemaat Gereja Persaudaraan Moravia
yang memiliki tradisi Paskah tahunan. Mulai hari Minggu pukul dua dini
hari, para anggota gereja Moravia kota tersebut datang ke sebuah kuburan
bersejarah bernama God's Acre
untuk menyambut kebangkitan Yesus diiringi dengan koor alat-alat musik
yang berjumlah hingga 500 alat musik. Acara ini sudah dilangsungkan
setiap tahun selama lebih dari dua abad dan telah menarik ribuan turis
setiap tahunnya sehingga kota Winston-Salem diberi julukan "Kota Paskah"
(Easter City).
- Salubong
Di Filipina
yang mayoritasnya Katolik Roma, pada hari Minggu Paskah paginya
diselenggarakan dengan perayaan yang penuh sukacita, yang dikenal dengan
nama Salubong (Pertemuan). Pada festival tersebut patung raksasa Maria dan Yesus, dan beberapa orang suci lainnya, diarak di jalanan yang m. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan misa Paskah.
- Misa sehari penuh
Di New Mexico,
AS setiap tahun, sampai 50 ribu orang berbaris di jalan-jalan di negara
bagian tersebut untuk mencapai sebuah gereja kecil berumur 200 tahun
pada fajar Hari Paskah. Ada yang berjalan sejauh 165 kilometer. Gereja
ini menyelenggarakan misa sehari penuh tanpa henti, memberikan sakramen komuni suci untuk semua umat yang datang.
- Gua Maria
Di Nusa Tenggara Timur, Indonesia setiap menjelang Paskah, puluhan ribu peziarah mengunjungi Kapel Tuan Ma di Kota Larantuka, untuk menghormati Mater Dolorosa atau patung Bunda Maria.
Selain hari Paskah, patung ini tidak diperkenankan dilihat untuk umum.
Puluhan ribu umat Katolik dari berbagai daerah rela mengantre berjam-jam
untuk dapat masuk dalam Kapel Tuan Ma. Di kapel
itu, digelar upacara Muda Tuan atau pembersihan patung Bunda Maria.
Selesai upacara, pintu-pintu kapela dibuka dan umat diperbolehkan masuk
untuk memberikan penghormatan kepada Mater Dolorosa. Di dalam kapela,
para peziarah menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu-lagu untuk memuji
Mater Dolorosa. Patung Mater Dolorosa hanya dapat dilihat setahun
sekali pada saat menjelang Paskah. Sebuah prosesi kebangkitan di Sulmona, Italia :
- Prosesi kebangkitan
Kota Sevile di Spanyol biasanya menyelenggarakan perayaan Paskah yang sangat meriah. Selama Pekan Suci, prosesi demi prosesi berlangsung di kota tersebut (total 58 prosesi selama Pekan Suci 2007) yang tidak jarang diikuti oleh 3000 orang per prosesi. Pemain musik ikut dalam iring-iringan tersebut. Prosesi yang paling terkenal adalah pada Jumat Agung malam.
Selain di Seville, kota-kota lainnya di Spanyol juga terkenal akan tradisi festival Paskah mereka, seperti kota Málaga, León, Cartagena, Castille, dll. Negara-negara lain yang memiliki tradisi Paskah yang kuat antara lain Italia, Malta, negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Latin.
Karena telur tidak diperkenankan untuk dimakan selama masa Pra-Paskah, maka pada hari Paskah telur kembali disantap bersama-sama, dan pada mulanya diberi warna merah untuk melambangkan sukacita Paskah. Tradisi ini tidak hanya ditemukan di gereja-gereja Latin, tapi juga Oriental. Pemberian makna simbolis yang mengkaitkan telur dengan kelahiran baru diperkirakan baru diciptakan lama setelah tradisi ini ada. Tradisi ini diduga berasal dari/dipengaruhi oleh paganisme. Pada beberapa negara, orang tua-orang tua baptis memberikan telur Paskah kepada anak-anak baptis mereka. Telur yang bewarna biasanya digunakan sebagai mainan anak-anak. Di Amerika Serikat terdapat permainan yang cukup populer, yang dikenal dengan sebutan "egg-picking" (mengambil telur). Permainan yang lain misalnya "egg-rolling" (menggelindingkan telur) yang dilakukan anak-anak pada Senin Paskah di halaman Gedung Putih di Washington.[17]
- Prosesi membangunkan orang
Hidangan Paskah orang Slowakia
- Pemberkatan makanan
- Pemberkatan rumah
Senin, 16 Maret 2015
Kisah Nabi
1.Sahabat Ali pernah 'iseng' ke Rasulullah dengan memindahkan biji kurma bekas miliknya ke tempat biji kurma Rasul. Namun Rasul menjawabnya dengan canda..
Suatu ketika, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing- masing.
Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain.
Muncul keisengan Sahabat Ali. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul. Saat semua biji kurma sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul.
"Wahai Nabi tampaknya engkau begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak. Lihat biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak."
Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. "Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya. Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu."
Sumber : HR. Bukhori
----------------
2. Cara Bercanda Rasulullah dengan Aisyah, Istrinya
Rasulullah Muhammad SAW pernah dikalahkan Aisyah dalam sebuah lomba lari. Dan Beliau membalasnya beberapa tahun kemudian.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat sedang dalam perjalanan,
ditemani Aisyah Radhiyallahu Anha, istri Nabi. Saat itu Aisyah masih
bertubuh kurus.
Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya untuk
mempersilahkan mereka berjalan lebih dulu. Kemudian Rasulullah berkata
kepada Aisyah, "Ayo kemarilah. Kuajak engkau adu cepat lari." Aisyah
dengan gesit lari dan berhasil mengalahkan Nabi.
Waktu terus
berlalu. Beberapa tahun kemudian Aisyah kembali menemani Beliau dalam
sebuah perjalanan. Beliau kembali mempersilahkan para sahabatnya untuk
berjalan lebih dulu. Lalu beliau berkata kepada Aisyah, "Ayo kemarilah!
Kuajak engkau adu cepat lari."
Aisyah tersenyum. Sebab saat itu
tubuhnya sudah mulai gemuk. Aisyah bertanya, "Bagaimana aku bisa beradu
cepat denganmu ya Rasulullah sedangkan badanku begini?"
Rasulullah bersabda, "Ayo lakukanlah!"
Lalu Aisyah berusaha lomba lari dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa
Sallam. Saat itu Nabi berhasil mendahului Aisyah. Beliau pun tertawa
riang dan berkata, "Sekarang aku telah mampu mengalahkanmu."
Begitulah salah satu cara Nabi menjaga romantisme dengan istri dalam berkeluarga.
Sumber : H.R Ahmad
---------------------
3.Rasulullah bahkan secara tegas menyatakan sangat benci mendapat perlakuan lebih, meski dari sahabatnya sendiri.
Mungkin sudah menjadi hal
sudah dipahami secara jamak. Seorang pemimpin harus mendapat perlakuan
lebih dibandingkan orang biasa. Dan sering pula terdengar kabar seorang
pemimpin marah lantaran tidak mendapat perlakuan lebih bahkan istimewa.
Terhadap hal ini, ada baiknya berkaca pada sosok Rasulullah Muhammad
SAW. Meski sebagai pemimpin umat Islam, Rasulullah sama sekali tidak
ingin mendapat perlakuan lebih.
Rasulullah bahkan secara tegas menyatakan sangat benci mendapat
perlakuan lebih, meski dari sahabatnya sendiri. Hal ini terekam dalam
kisah yang dikutip dari Abbas Mahmud Aqqad
Minggu, 15 Maret 2015
Bumi planet pilihan Allah untuk manusia
![]() |
| Permukaan Bumi |
Bumi rasanya
memang tempat yang paling tepat buat makhluk hidup seperti kita manusia
ini, dan juga buat hewan dan tumbuhan. Dalam Quran, Allah SWT telah
memilih planet ini sebagai tempat kehidupan nabi Adam dan umat manusia.
“Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian
yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka
bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Di bumi itu kamu hidup dan di
bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.”
(QS. Al-A'raf: 24)
Di alam semesta ini ada triliunan planet dan
jutaan (termasuk Bumi). Tetap saja sampai sekarang belum ditemukan
kehidupan dari angkasa luar. Kalau pun ada lebih merupakan asumsi yang
sulit dibuktikan secara nyata. Ternyata langit yang hitam kelam itu
memang senyap.
Ayat di atas dengan sempurnanya menjelaskan bahwa
sejak awal kehidupannya manusia memang diciptakan di planet ini, selama
hidup juga di sini, dan akhirnya mati serta kebangkitannya juga bakal
terjadi di Bumi. Rasanya belum ada tanda-tanda atau isyarat ilmiah
tentang adanya kehidupan umat manusia di luar Bumi, setidaknya sampai
hari ini.
Kenapa Bumi yang Dipilih?
Untuk bisa didiami oleh manusia dan makhluk hidup biologis lainnya, rupanya ada sekian banyak persyaratan mendasar yang tidak dimiliki oleh planet lain.
Untuk bisa didiami oleh manusia dan makhluk hidup biologis lainnya, rupanya ada sekian banyak persyaratan mendasar yang tidak dimiliki oleh planet lain.
1. Mempunyai daratan
Ada beberapa planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Jupiter, Saturnus dan Uranus, tetapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan, semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia karena tidak ada tempat berpijak.
Ada beberapa planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Jupiter, Saturnus dan Uranus, tetapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan, semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia karena tidak ada tempat berpijak.
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di daratan dan juga lautan.
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. (QS. Yunus: 22)
2. Suhu yang cocok
Bumi punya sistem pemanasan dan pendinginan otomatis yang sangat canggih, sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstrem, meski mengelilingi matahari tanpa pernah berhenti.
Bumi punya sistem pemanasan dan pendinginan otomatis yang sangat canggih, sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstrem, meski mengelilingi matahari tanpa pernah berhenti.
Bandingkan dengan
Pluto yang sudah “dipecat” dari keluarga tata surya kita. Suhu Pluto
terbilang yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dengan
suhu “sesejuk” ini, dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di
planet itu.
Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet
ini sangat dekat dengan matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa
melelehkan logam timbal. Tentu saja, tidak ada manusia atau hewan yang
akan tahan tinggal di planet ini. Alien yang sering kita tonton di film
produksi Hollywood pun mustahil bisa hidup.
Konon satu wajah dari
planet ini selalu menghadap matahari dan wajah lainnya selalu
membelakanginya. Di bagian yang tidak pernah disinari matahari, daratan
Mercurius membeku. Dan yang terus-menerus menghadap matahari, suhunya
amat ekstrem.
3. Bumi mempunyai air dan sistem penjernihannya
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dari air, sebagaimana firman-Nya berikut ini:
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dari air, sebagaimana firman-Nya berikut ini:
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu menjadi hidup. (QS. Al-Anbiya': 30)
Allah SWT tidak hanya menurunkan air untuk menutupi 2/3 permukaan Bumi,
tetapi juga mempertahankan keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya.
Dalam hal penyediaan air bersih misalnya, Bumi diberi Allah SWT
mekanisme penyulingan air yang sangat mengagumkan. Tidak kurang dari 400
miliar ton air disirkulasi setiap tahun.
Air dari seluruh
daratan mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor dari seluruh
aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses
biokimiawi dari ekosistem laut untuk dibersihkan kembali.
Dalam
waktu yang bersamaan air samudra itu diuapkan oleh panas matahari
menjadi awan — yang kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang
membutuhkan air bersih di seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai
hujan. Maha suci Allah. Sungguh besar energi yang terlibat dalam proses
penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton air itu.
Dan
air dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini hanya ada di Bumi, di
planet lain memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah, kandungan
dan keadaannya masih menjadi perdebatan.
Menurut para ahli, air
sebenarnya tidak terbentuk di permukaan Bumi, melainkan datang dari luar
angkasa dalam bentuk bongkahan-bongkahan es membeku seperti komet yang
menyerbu Bumi. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di
Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini dengan salah satu firman Allah SWT,
mungkin ada benarnya.
Dan Kami turunkan air dari langit menurut
suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan
sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS.
Al-Mu'minuun: 18)
4. Bumi punya atap pelindung
Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman dari sinar matahari.
Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman dari sinar matahari.
Di langit ternyata banyak bertebaran
benda angkasa, mulai dari yang kecil sampai yang sebesar gunung. Setiap
saat benda-benda itu melintasi suatu planet dan tertarik gravitasinya.
Sehingga planet itu dihujani benda-benda itu dan menimbulkan ledakan
dahsyat, bahkan tidak jarang akhirnya hancur berkeping-keping. Lihatlah
wajah permukaan bulan kita yang bopeng akibat “serbuan” komet.
Sinar matahari, apalagi badai matahari, akan membuat semua makhluk hidup
mati seketika. Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari selalu
ada resiko kematian.
Maka diperlukan sebuah atap yang melindungi
makhluk hidup dari serbuan meteorit dan juga cahaya yang mematikan itu.
Atmosfer kita ini ternyata berfungsi sebagai atap yang melindungi dari
cahaya maut matahari.
Maha benarlah Allah SWT ketika berfirman:
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang
mereka berpaling dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya. (QS.
Al-Anbiya': 32)
5. Hanya Bumi yang mempunyai oksigen/udara
Ciri khas makhluk hidup adalah bernapas. Manusia dan hewan butuh oksigen dan tumbuhan butuh karbondiksida. Di Bumi, keduanya tersedia dalam jumlah yang seimbang.
Ciri khas makhluk hidup adalah bernapas. Manusia dan hewan butuh oksigen dan tumbuhan butuh karbondiksida. Di Bumi, keduanya tersedia dalam jumlah yang seimbang.
Atmosfer kita mengandung oksigen dalam kadar yang
pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit. Jumlahnya
sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang terbanyak adalah Nitrogen,
yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah karbondioksida, dan sejumlah
kecil gas-gas lainnya.
Kadar oksigen ini, anehnya bertahan
sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan kehidupan makhluk Bumi. Jika
kurang dari itu, akan menyebabkan problem pernapasan. Sebaliknya, kalau
melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses oksidasi berjalan tidak
terkendali. Di antaranya, tingkat kebakaran dan kekeroposan logam-logam
bakal melonjak secara dramatis.
6. Bumi mempunyai gunung dan lembah
Untuk terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni Bumi, kecepatannya mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari pesawat jet komersial.
Untuk terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni Bumi, kecepatannya mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari pesawat jet komersial.
Dan menurut para ahli,
perputaran permukaan Bumi itu telah menyebabkan timbulnya angin kencang
di atmosfernya. Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai? Karena
angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang
tinggi-rendah berbentuk gunung dan lembah.
Dalam waktu yang
bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara di berbagai
wilayah bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23,5 derajat.
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,
padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah
yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An Naml: 88)
7. Bumi mempunyai pabrik makanan untuk makhluk hidup
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )
Planet Bumi secara sistemik
bisa memproduksi dan menyediakan berbagai kebutuhan makhluk-makhluk yang
ada di dalamnya. Berbagai macam tanaman dan pepohonan menghasilkan
buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam
kebutuhan manusia. Dari sini kita memperoleh sumber karbohidrat, protein
dan lemak nabati.
Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam
hewan dan binatang ternak. Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di
perairan dan samudra, binatang-binatang yang hidup di daratan, sampai
pada beragam unggas yang beterbangan. Semuanya memberikan ragam makanan
hewani.
Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk
bereproduksi secara berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak
tatanan keseimbangan ekosistem yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah
itu. Dan rusak pula sumber-sumber makanan kita.
KESIMPULAN :
Sementara ini kalau kita renungkan, rasanya Bumi ini adalah tempat yang
paling layak untuk dihuni oleh berbagai makhluk hidup, baik manusia,
hewan maupun tumbuhan.
Planet lain meski banyak memiliki
kemiripan, tapi tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria layak untuk
dihuni. Demikian kesimpulan para ilmuwan dan rasanya Quran pun memang
selalu menyebutkan Bumi untuk tempat tinggal manusia.
Akan tetapi
semua itu tidak lantas menutup kemungkinan adanya alien atau makhluk
lain yang bisa hidup di luar sana. Tetapi sampai hari ini temuan ilmiyah
dan isyarat yang ada di dalam Quran belum menunjukkan tanda-tanda
keberadaan alien berupa manusia atau makhluk hidup cerdas lainnya.
Mungkin di masa mendatang akan ada temuan lain, entah bagaimana bentuknya, hanya Allah saja yang Maha Tahu.
Sabtu, 07 Maret 2015
Pacaran versus Ta’aruf
Dilema remaja, antara pacaran vs ta’aruf. Banyak remaja sekarang yang terjebak dengan tipu muslihat syaitan dengan cara berpacaran. Padahal sudah jelas hal tersebut dilarang dalam agama, sebab akibat yang ditimbulkannya pun bukan hanya berdampak buruk pada sang pelaku, namun juga buruk bagi masyarakat, agama dan lainnya.
Berbeda dengan kaidah yang telah diajarkan dalam agama, jika seorang pemuda telah merasa cocok dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius lagi, maka islam telah memberikan jalan dengan cara ta’aruf. Ingat… ta’aruf bukan pacaran.
Kenapa harus memilih untuk ta’aruf dibandingkan dengan berpacaran?
Pertama , ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah . Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta’ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Kedua , ta’aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya . Bahkan kalau kita tidurnya sering
ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh) he he he.
ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh) he he he.
Ketiga , dengan ta’aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya . Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?
Keempat , melalui ta’aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan . Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.
Kelima , kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan ”digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.
Keenam , dalam ta’aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan . Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.
Nah ternyata ta’aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, …kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya (kisahislami)
Langganan:
Postingan (Atom)







