Tampilkan postingan dengan label UANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UANG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

Memulangkan Koruptor ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Rakyat Indonesia menyambut gembira keberhasilan Tim Pemburu Koruptor yang berhasil membawa pulang dua buronan kelas kakap Samadikun Hartono (SH) dan Hartawan Aluwi (HA) dari pelarian panjangnya di luar negeri. Semoga keberhasilan itu menjadi momentum untuk semakin banyak membekuk para terpidana yang kabur ke mancanegara.

SH adalah koruptor dalam kasus pengemplangan bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 2,5 triliun dengan kerugian negara Rp169 miliar. Ia sudah divonis 4 tahun, tetapi belum merasakan vonis tersebut karena kabur ke luar negeri sejak 2003.

Sedangkan HA adalah penjahat kelas paus yang sudah divonis 14 tahun terkait perkara Bank Century dengan kerugian negara triliunan rupiah. Sama seperti SH, HA juga belum merasakan nikmatnya penjara lantaran keburu kabur dan menjadi buronan Interpol sejak 2012.

Sudah belasan tahun SH dan HA diburu, ia berpindah-pindah negara, punya beberapa paspor beridentitas beda dan selalu berhasil mengecoh Tim Pemburu Koruptor. Namun, ibarat sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, SH dan HA akhirnya tak berkutik. Pada Kamis (21/4) malam keduanya dipulangkan ke Tanah Air tercinta ini untuk dieksekusi dan menjalani hukuman.


Senin, 29 Juni 2015

Kisah Sosok Penenun di Uang Kertas Rp 5.000


Pernahkah kita bertanya-tanya siapa sosok yang terpampang di mata uang kertas dan bagaimana kisahnya? Kali ini ada sebuah kisah dari sosok gadis penenun yang gambarnya tercetak di mata uang kertas Rp 5.000.

Sosok itu adalah Natasha Annestessya, yang akrab disapa Ceci. Dialah yang menjadi model pengrajin tenun Pandai Sikek di pecahan Rp 5.000. Kini Ceci telah menetap dan membangun keluarga di California.