Tampilkan postingan dengan label AdatJawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AdatJawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Masjid di Suriname Ada Yang berkiblat ke Timur dan Barat


Pernah ke Suriname yang dihuni oleh orang keturunan Jawa ? Suriname adalah negara di Amerika Selatan bekas jajahan Belanda. Suriname merdeka dari Belanda pada 25 November 1975. Di Suriname sekitar 15% adalah warga keturunan Jawa. Orang-orang jawa ini dibawa dari Hindia Belanda (Indonesia) ke Suriname pada tahun 1890 – 1939 untuk dijadikan kuli kontrak.

Banyaknya orang keturunan jawa di Suriname menyebabkan tradisi dan adat istiadat Jawa juga banyak tersebar di sana. Tidak kecuali juga dengan Agama Islam. Jumlah penduduk yang beragama Islam di Suriname kurang lebih sampai 15%, di mana hampir sebagian besar pemeluknya adalah orang keturunan Jawa. 😘

Sabtu, 16 April 2016

Pusaka Keris Semar

Sosok Semar adalah salah satu tokoh dalam mitologi kejawen yang dianggap sebagai bapak kehidupan. Semar menjadi perlambang tentang pelajaran hidup bagi semua umat manusia melalui beberapa filosofi yang dimilikinya. Sebagai pembimbing, semar juga diyakini memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa. Hubungannya yang langsung bersentuhan dengan manunggaling kawula lan gusti membuat sosok ini dipandang mempunyai kesaktian magis yang begitu dahsyat.


Kesaktian magis yang dimiliki sosok semar membuat banyak orang kagum sehingga menjadikan Semar sebagai simbol jati diri dan kepribadian masyarakat Jawa yang asli. Dalam perkembangannya, sosok semar yang lahir bahkan sebelum masuknya Hindu Budha ke Indonesia ini juga diwujudkan dalam banyak mitos dan mitologis. Ada beberapa jenis pusaka Keris Semar seperti di bawah ini.

1. Pusaka Keris Semar Mesem. Pusaka ini dianggap sebagai satu benda bertuah yang dapat digunakan untuk sarana pengasihan dan pelet. Bentuk keris ini tak seperti keris pada umumnya. Ia lebih pendek dan melebar. Adapun banyak orang yang percaya jika benda satu ini memiliki banyak sekali kegunaan. Kegunaan keris semar mesem tersebut selain sebagai sarana pengasihan dan pelet, juga diyakini bisa digunakan sebagai pengangkat kewibawaan, penglaris dalam berdagang, serta sebagai pembuka aura dan kharisma.

2. Pusaka Keris Semar Kuning. Pusaka semar kuning merupakan sebuah keris yang terbuat dari bahan tembaga atau kuningan yang berwujud menyerupai sosok semar yang tengah memberi wejangan. Sama seperti keris semar mesem, pusaka keris semar kuning juga biasa digunakan sebagai sarana pengasihan dan pelet. Akan tetapi, pusaka satu ini sudah banyak sekali tiruannya. Ada harus berhati-hati dan mengetahui ciri-ciri keris semar kuning asli agar tidak terjebak dengan membeli keris palsu yang tidak memiliki kegunaan sama sekali.

3. Pusaka Keris Semar Kuncung. Pusaka ini merupakan pusaka yang berwujud keris. Perbedaa keris pusaka ini dengan jenis keris semar lainnya terletak pada kuncung rambut semar yang terletak di ujung keris. Seperti halnya keris semar lainnya, keris semar kuncung juga digunakan sebagai media dalam ilmu pengasihan dan pelet. Semar kuncung kadang kali juga dapat digunakan sebagai sarana pengobatan untuk beragam penyakit yang disebabkan oleh ilmu santet atau tenung.

4.Pusaka Semar Lungguh. Pusaka ini terbuat dari keramik atau logam yang berwujud seperti sosok semar yang tengah duduk bersemedi. Keberadaan pusaka semar lungguh saat ini sangat langka. Banyak orang mencari dan bersedia membayar dengan harga tinggi untuk sebuah pusaka ini, mengingat pusaka semar lungguh memang diyakini memiliki banyak sekali kegunaan misalnya sebagai sarana untuk membuka aura personal, meningkatkan kualias diri supaya selalu berada dalam koridor kebaikan, memberikan ketentraman rohani dan ketenangan batin, serta sebagai sarana untuk membuat pasangan lebih setia. (Hs) 

Sabtu, 26 Maret 2016

Menelisik Bait ke-167 Jangka Jayabaya

Bait ke–167 adalah : ..waskita pindha dewa bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira pindha lahir bareng sadina ora bisa diapusi marga bisa maca ati wasis, wegig, waskita, ngerti sakdurunge winarah bisa pirsa mbah-mbahira angawuningani jantraning zaman Jawa ngerti garise siji-sijining umat Tan kewran sasuruping zaman [..mengetahui hal-hal rahasia seperti Dewa dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda seolah-olah lahir di waktu yang sama tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati bijak, cermat dan sakti mengerti sebelum sesuatu terjadi mengetahui leluhur anda memahami putaran roda zaman Jawa mengerti garis hidup setiap umat tidak khawatir tertelan zaman]

Pembahasan ini berfokus ke Ramalan Jayabaya yang berasal dari Jangka Jayabaya atau sekarang ini dikenal dengan Ramalan Jayabaya. Ramalan Jayabaya ini sebenarnya bukan Ramalan akan tetapi bersumber dari kejadian2 yang masih berwujud gaib di dimensi alam gaib, dan dapat diketahui sebelum terjadi di alam nyata oleh Raja Jayabaya, dengan menggunakan “Ilmu Weruh Sadurunge Winarah” untuk mengetahui rahasia ciptaan-Nya yang belum terjadi di alam nyata ini. Dari sinilah sebenarnya perbedaannya dengan Ramalan. Ramalan dilakukan dengan jalan menerka-nerka, ada yang memakai perhitungan dan juga bisa berdasarkan catatan-catatan kejadian-kejadian yang dominan terjadi.

Selasa, 20 Oktober 2015

Firasat, Kedutan dan Jantung Berdebar

Sebagian orang ada juga yang menyebut firasat dengan istilah feeling. Percaya atau tidak, mungkin sebenarnya setiap orang memiliki kepekaan dalam hal ini. Tapi sebelumnya untuk memperjelas, berdasarkan kamus bahasa indonesia, bahwa firasat adalah sebuah keadaan yang dirasakan terhadap sesuatu. Tapi dalam hal ini saya hanya fokus pada perasaan yang sedang/akan terjadi, dan biasanya kita sering mengalaminya. Percayakah Anda bahwa di antara kita, dan bahkan mungkin setiap orang terkadang memiliki kepekaan terhadap sesuatu hal yang sedang/akan terjadi?

Sebagai contoh, pernahkah Anda merasa tiba-tiba tidak enak ketika hendak bepergian? Ketika sedang bepergian Anda mendapatkan sebuah musibah yang tidak diinginkan. Atau pernahkah  tiba-tiba merasakan gelisah dan teringat seseorang dalam fikiran Anda? Kemudian tanpa disangka-sangka ternyata orang yang sedang Anda ingat tersebut sedang dalam kondisi sakit dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Menurut saya ini adalah sebuah hal yang menarik, karena secara tidak disadari kita sering mengalami hal ini. Kadang-kadang kita sadar akan hal ini, tetapi justru terkadang kita mengacuhkannya dan menganggap mungkin itu hanya sekedar perasaan saja. Tapi berhubung karena penasaran, saya sering menanyakan hal ini teman-teman saya, dan hasilnya memang banyak diantara mereka yang saya temukan dan percaya terhadap firasat. Tapi ironisnya, ketika seseorang mengalami firasat yang tidak enak, orang tersebut justru terlalu memikirkan terhadap firasat tersebut, sehingga dampak buruk dari fikirannya tersebut telah membuatnya merasa tersiksa karena rasa khawatir terhadap hal-hal buruk yang akan terjadi. Sebaliknya, ketika seseorang telah mendapatkan suatu pertanda (firasat) dan mengacuhkannya, justru hal yang buruk terjadi padanya. Sepertinya hanya kebetulan, tapi bagi orang yang telah memiliki kepekaan suatu firasat justru dianggapnya sebagai suatu pertanda.

Tapi perlu diketahui, suatu firasat biasanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri, atau bisa juga terhadap keluarga, teman, siapapun itu yang memiliki kedekatan hubungan batin dengan Anda. Misalnya dengan orang tua Anda, saudara Anda, atau bisa juga teman dekat Anda. Contohnya saya beberapa hari yang lalu pernah merasakan hal yang tidak enak pada teman dekat saya dan nggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin segera menemuinya. Ternyata oh ternyata, itu adalah sebuah sebuah firasat. Karena ada seseorang yang berniat jahat pada teman saya tersebut. Percaya nggak percaya tapi itu bisa saja terjadi, meskipun terkadang saya menganggapnya kebetulan, tapi rasanya kok aneh saja

Saya yakin mungkin sebagian di antara Anda pernah juga mengalami hal seperti ini. Namun yang terpenting, jangan sampai Anda menjadi terbelenggu terhadap rasa khawatir ketika Anda merasakan sebuah firasat yang tidak enak. Kalau Anda merasa kurang yakin, anggap saja itu hanya sekedar perasaan Anda.

Perlu di ingat, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui suatu kejadian yang akan terjadi pada detik, menit, jam, hari, bulan, ataupun masa depan. Semua itu merupakan rahasia Sang Pencipta. Percaya atau tidak, memang terkadang seperti halnya sebuah kebetulan atau perasaan. Tapi terkadang bisa merupakan suatu pertanda.

Reaksi beberapa anggota tubuh seperti kedutan mata, telinga berdenging dan lain sebagainya membuat beberapa orang menafsirkan ke berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Lalu percayakah dengan semua itu mengandung firasat tertentu?

Saya belakangan ini kerap kali mengalaminya, dan tidak sungkan2 bertanya ke beberapa orang yang ada di sekitar saya, meskipun pada akhirnya belum pernah mendapat jawaban yang meyakinkan. Memang sih, kalau boleh jujur saya sendiri sama sekali belum bisa mempercayainya, saya menganggap itu semua hanyalah mitos dan yang terjadi hanyalah karena faktor kondisi fisik yang ada pada beberapa organ tubuh kita. Pada kenyataannya, hal ini memang sudah melekat pada kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Jika mata berkedut, atau kuping terasa panas berdenging, atau telapak tangan terasa gatal, kita sering bertanya-tanya, apa pertanda atau firasat dari sensasi tersebut. Tafsiran ini bukan hanya terdapat di tanah air, tapi juga dibahas dalam Almanak Thung Shu, sejenis buku ramalan bangsa Cina. Selain tempat kedutan, waktu terjadi juga mengandung makna tertentu. Jadi, menurut salah satu media yang pernah saya baca, harus memperhatikan jam terjadinya pula, lalu temukan artinya seperti berikut:

Telinga berdenging Pukul 01.00 – 03.00 Telinga kiri berdenging: akan terjadi pertengkaran. Telinga kanan berdenging: kemungkinan terjadi pertengkaran yang lebih serius. Pukul 03.00 – 05,00 Telinga kiri berdenging: akan kehilangan uang. Telinga kanan berdenging: akan sangat sibuk. Pukul 05.00 – 07.00 Telinga kiri berdenging: akan ada pesta. Telinga kanan berdenging: akan dikunjungi teman. Pukul 07.00 – 09.00 Telinga kiri berdenging: kemungkinan akan bepergian. Telinga kanan berdenging: akan dikunjungi teman. Pukul 09,00 -11.00 Telinga kiri berdenging: firasat akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Telinga kanan berdenging: akan mendapat keberuntungan. Pakai 11.00-13,00 Telinga kiri berdenging: akan menerima surat dari jauh. Telinga kanan berdenging: akan dikunjungi saudara. Pukul 13.00 -15.00 Telinga kiri berdenging: akan pesta. Telinga kanan berdenging: akan dikunjungi teman dari jauh. Pakul 15.00 – 17.00 Telinga kiri berdenging: akan bepergian. Telinga kanan berdenging: akan ada kejadian yang menyenangkan. Puku! 17.00 – 19.00 Telinga kiri berdenging: akan kehilangan uang. Telinga kanan berdenging: akan hoki. Pukul 19.00 – 21.00 Telinga kiri berdenging: akan pesta. Telinga kanan berdenging: akan dikunjungi teman. Pukul 21.00 – 23.00 Telinga kiri berdenging: pertanda keberuntungan. Telinga kanan berdenging: akan pesta. Pukul 23.00 – 01,00 Telinga kiri berdenging: kekaih memikirkan anda. Telinga kanan berdenging: kemungkinan akan kehilangan uang.

Mata berkedut Pukul 01.00 – 03.00 Mata kiri berkedut: akan terjadi sesuatu yang kurang baik, atau akan menangis, atau cemas. Mata kanan berkedut: seseorang sedang memikirkan Anda. Pukul 03.00 – 05,00 Mata kiri berkedut: akan dikunjungi seorang teman dari jauh. Mata kanan berkedut: akan mengalami peristiwa bahagia. Pukul 05.00 – 07.00 Mata kiri berkedut: akan kedatangan tamu istitnewa. Mata kanan berkedut: segala sesuatu akan berlangsung baik. Pukul 07.00 – 09.00 Mata kiri berkedut: akan dikunjungi teman dekat yang tinggal di tempat jauh. Mata kanan berkedut: kemungkinan cedera. Pukul 09,00 -11.00 Mata kiri berkedut: akan ke pesta atau berpesta. Mata kanan berkedut: akan bertengkar. Pakai 11.00-13,00 Mata kiri berkedut: akan makan dan minum enak. Mata kanan berkedut: hati-hati denrjan peristiwa buruk. Pukul 13.00 -15.00 Mata kiri berkedut: segala sesuatu akan berjalan aman dan lancar. Mata kanan berkedut: akan mendapat kegembiraan kecil. Pakul 15.00 – 17.00 Mata kiri berkedut: kemungkinan akan kehilangan uang. Mata kanan berkedut: kemungkinan akan memikirkan kekasih. Puku! 17.00 – 19.00 Mata kiri berkedut: akan kedatangan tamu. Mata kanan berkedut: sama dengan mata kiri, tapi tamu yang datang dari jauh. Pukul 19.00 – 21.00 Mata kiri berkedut: akan kedatangan tamu. Mata kanan berkedut: akan menghadiri pesta besar. Pukul 21.00 – 23.00 Mata kiri berkedut: akan dikunjungi teman. Mata kanan berkedut: hati-hati dengan perkara hukum. Pukul 23.00 – 01,00 Mata kiri berkedut: akan dikunjungi orang terhormat. Mata kanan berkedut: akan diundang ke pesta besar.

Jantung berdebar, bila siang hari berdebar-debar : Jam 06-07 Bermakna akan berjumpa dengan saudara. 07-08 Bermakna akan menangis. 08-09 Bermakna akan menjadi bahan gunjingan. 09-10 Bermakna akan mendapat rejeki. 10-11 Bermakna akan berjumpa taman lama. 11-12 Bermakna akan mendapat kabar baik. 12-13 Bermakna akan mendapat undangan. 13-14 Bermakna akan mendapat kejutan. 14-15 Bermakna akan kebaikan. 15-16 Bermakna akan terjadi perselisihan. 16-17 Bermakna akan mendapat kesusahan. Bila malam hari berdebar-debar : Jam 18-19 Bermakna akan mendapat kabar baik. 19-20 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang disayangi. 20-21 Bermakna akan mendapat pertolongan. 21-22 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang diharap-harapkan. 22-23 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang diharap-harapkan. 23-24 Bermakna akan mendapat rezeki. 24-01 Bermakna akan berjumpa dengan teman lama. 01-02 Bermakna akan mendapat undangan. 02-03 Bermakna akan mendapat kebahagian. 03-04 Bermakna akan mendapat kesusahan. 04-05 Bermakna akan mendapat penghargaan. 05-06 Bermakna akan mendapat rezeki.

Pada dasarnyanya, semua itu hanyalah pendapat dan pengalaman seseorang yang tekun mengamati makna firasatnya. Meskipun pendapat di atas berasal dari orang-orang yang di anggap pada jalur yang berkaitan atau mungkin bisa dianggap “peramal handal” tentunya kita kembalikan lagi kepada diri kita masing-masing. Patut percaya atau tidakkah? Jawabannya hanya ada pada diri masing-masing. Kebenarannya dari semua itu. Wallahu A’lam Bishawab.

Jumat, 28 Agustus 2015

Kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Banyak kisah mistis dari mendiang Sultan Hamengku Buwono IX yang amat menarik bagi orang yang memercayainya, khususnya orang2 dari suku Jawa. Beberapa kisah menarik dan terkesan ghaib bagi orang yang awam misalnya seperti beberapa kisah di bawah ini. Banyak kalangan meyakini berbagai hal mistis dan misterius pernah terjadi pada Sultan Hamengku Buwono IX. Meski demikian, Sultan memang tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Tapi orang lain menyaksikan banyak kejadian di luar nalar yang berkaitan dengan Dorodjatun (nama kecil Sultan).

1. Sultan Bertemu Nyi Kidul pada Bulan Purnama

Ia mengatakan pernah bertemu satu kali dengan Ratu Kidul. Kisah itu diungkap Sultan kepada tim penyusun buku Tahta untuk Rakyat. "Percaya atau tidak itu terserah masing-masing, tapi begitulah adanya," ujar Sultan, yang dituturkan kembali oleh Atmakusumah Astraatmadja (penyunting buku).

Ratu Kidul dan Sri Sultan HB IX
Pertemuan antara raja dan ratu itu terjadi di Parangkusumo. Hamengku Buwono IX, dalam Tahta untuk Rakyat, mengatakan, "Pada bulan purnama, Eyang Ratu Rara Kidul tampak sangat cantik."Konon "perkawinan" antara raja Jawa dan Ratu Laut Kidul adalah bentuk imbal jasa dari kemenangan Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, atas Arya Penangsang. Aryo Penangsang adalah Bupati Jipang Panolan yang telah membunuh Sunan Prawoto, raja terakhir Kesultanan Demak.

Selasa, 04 Agustus 2015

Ruwat

Menarik juga kalau sudah diskusi di grup FB Indigo Indonesia (https://www.facebook.com/groups/bsindigoindonesia/ ) masuk ke adat Jawa/Sunda, ini sekedar info tentang istilah RUWAT biar gak menyamakan dg RUWET atau RAWAT INAP ..

Dalam masyarakat Jawa,ritual ruwat dibedakan dalam tiga golongan besar yaitu :
1. Ritual ruwat untuk diri sendiri.
2. Ritual ruwat untuk lingkungan.
3. Ritual ruwat untuk wilayah.

Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Pada ritual pangruwatan, bocah sukerta dipotong rambutnya dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kesialan dan kemalangan sudah menjadi tanggungan dari dalang karena anak sukerta sudah menjadi anak dalang. Karena pagelaran wayang merupakan acara yang dianggap sakral dan memerlukan biaya yang cukup banyak, maka pelaksanaan ruwatan pada zaman sekarang ini dengan pagelaran wayang dilakukan dalam lingkup pedesaan atau pedusunan.



Proses ruwatan seperti yang diterangkan ini bisa ditujukan untuk seseorang yang akan diruwat, namun pelaksanaannya pada siang hari. Sedangkang untuk meruwat lingkup lingkungan, biasanya dilakukan pada malam hari. Perbedaan pemilihan waktu pelaksanaan pagelaran ditentukan melalui perhitungan hari dan pasaran.

Tradisi “upacara /ritual ruwatan” hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita “wayang“ dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.


Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa, maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut “Kama salah kendang gumulung “. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan, oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi, agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) ,dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden).

Latar Belakang. Diruwat (jawa) atau diruat (sunda) berasal dari adat istiadat Jawa, istilah ruwat berasal dari istilah Ngaruati artinya menjaga dari kecelakaan Dewa Batara. Biasanya ruwat dilaksanakan ketika: anak yang sedang sakit, anak tunggal yang tidak memiliki adik maupun kakak, terkena sial, jauh jodoh, susah mencari kehidupan, mempnyai tanda Wisnu (tanda putih pada badannya, dll)

Sabtu, 13 Juni 2015

Watak manusia berdasar hari kelahiran

Dari buku primbon tapi kayaknya masih cocok, buat iseng2 aja ya, semoga tepat prediksinya !!
Link cari pasaran : http://lucifer.wen.ru/RAMALAN/Naptu.html

PENGERTIAN TENTANG NEPTU HARI DAN PASARAN
Menurut primbon jawa ada hitungan mengenai neptu hari dan pasaran yang biasa digunakan untuk melihat watak dan karakter manusia, perjodohan atau sekedar pengetahuan saja.Cara seperti ini tidaklah jelek ataupun merusak aqidah agama/keyakinan yang dimiliki seseorang (kepada Allah SWT).

A. "NEPTU HARI TUJUH".

    Ahad neptu harinya 5
    Senin neptu harinya 4
    Selasa neptu harinya 3
    Rabu neptu harinya 7
    Kamis neptu harinya 8
    Jumat neptu harinya 6
    Sabtu neptu harinya 9

B. "NEPTU PASARAN".

    Legi neptu harinya 5
    Pahing neptu harinya 9
    Pon neptu harinya 7
    Wage neptu harinya 4
    Kliwon neptu harinya 8

WATAK DAN KARAKTER SESEORANG DILIHAT DARI HARI LAHIR DAN PASARAN

    Jika anak lahir jumlah neptu hari dan pasarannya bertemu 7 jalannya bumi,wataknya sempit,tidak pandai bergaul,sedikit teman dan malas bekerja,serta tanggung jawabnya kurang terhadap wanita.

    Jika anak lahir jumlah neptu hari dan pasarannya bertemu 8adalah jalanya api,berwatak kurang baik mudah tersinggung,panas hati, dengki, bermuka masam,sering bertengkar karena sering keliru berbicara, akibatnya sedikit teman.

    Jika anak lahir jumlah neptu hari dan pasarannya bertemu 9 adalah jalannya "arsy empat",berwatak suks berpindah pindah,suka makan enak dan bepergian,jika punya aji-aji tidak mujarab,tetapi otaknya cerdas.

    Jika anak lahir jumlah neptu hari dan pasarannya bertemu 10 adalah jalannya angin,berwatak pendiam,berkepribadian tinggi,cerdas dan besar nafsunya,tindakannya sesuai dengan perkataannya,segala urusan dan pekerjaan dapat diatasinya,tetapi sulit diajak musyawarah.

    Jika anak lahir hari dan pasarannya bertemu 11 jalannya bunga,berwatak pemberani,pemalu,punya barang sering dijual bahkan mengambil hak orang lain.

    Jika anak lahir hari dan pasarannya bertemu 12 jalannya syetan, berwatak neriman,disukai banyak orang,mudah mencari kerja,sering kehilangan (sesudah berumah tangga).

    Jika anak lahir neptu hari dan pasarannya bertemu 13 jalannya bintang,berwatak ramah,halus budi pekerti,berteman dengan orang baik-baik.

    Jika anak lahir jumlah neptu hari dan pasarannya bertemu 14 jalanya bulan,berwatak loyal,pekerjaan selalu baik,sering bahagia,caerdas dan disegani orang,lemah hati tapi pemalas,akibatnya sulit kaya.

    Jika anak lahir neptu hari dan pasarannya bertemu 15 jalannya matahari,berwatak memerintah tapi tidak mau bekerja,keras bicaranya,tidak betah lapar,giat bekerja,banyak kenalan,sering bertengkar dalam rumah tangga.

    Jika anak lahir neptu hari dan pasarannya bertemu 16 jalannya air, berwatak lemah lembut,sopan dan pemaaf,cita-cita tercapai,jika marah tidak ada yang berani menghalangi, tapi diam jika digertak.

    Jika anak lahir neptu hari dan pasarannya bertemu 17 jalannya bumi,berwatak pendiam,pekerjaannya berbahaya,lambat tapi nasehatnya ditaati orang,sedikit kenalan,sering ditipu orang.

    Jika anak lahir neptu hari dan pasarannya bertemu 18 jalannya api berwatak panashati,gertakannya menakutkan,dapat tantangan lawan,angkuh jika kaya.

Sumber : PRIMBON_JAWA_MODERN dot com

Rabu, 10 Juni 2015

Jokowi Mantu: Rahasia Anyaman di Depan Rumah Selvi Ananda


Ada makna filosofi di balik ritual pernikahan adat Jawa yang akan dilangsungkan antara anak sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, putri sulung Didit Supriyadi. Wakil Pengageng Sasana Wilapa Kasunanan Surakarta Winarno menuturkan, prosesi diawali sehari sebelum upacara pernikahan. Biasanya, orangtua mempelai perempuan akan memasang bleketepe (anyaman daun kelapa) di depan rumah. "Pemasangan bleketepe yang dilakukan oleh orangtua pengantin merupakan awal pemasangan tarup," kata Winarno, Selasa 9 Juni 2015. .

Dalam pernikahan Gibran dan Selvi Ananda, pemasangan bleketepe berukuran sekitar 50x200 sentimeter persegi dilaksanakan pada Selasa 9 Juni 2015 sore sekitar pukul 15.00 WIB di rumah kontrakan keluarga mempelai perempuan di Banyuanyar, Sumber, Solo, Jawa Tengah.

Bleketepe yang dipasang pada tarup dan sekeliling area pernikahan, menurut KPA Winarno, merupakan perwujudan tempat penyucian para dewa di kahyangan yang disebut Bale Katapi. Bale artinya tempat dan Katapi berasal dari kata "tapi" yang berarti membersihkan dan memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang. Bleketepe, bisa diartikan sebagai ajakan orangtua dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat dalam upacara untuk bersama-sama menyucikan hati.

"Siapa saja yang diundang dan kemudian datang, masuk di dalam tempat yang sudah dikelilingi bleketepe akan bersih secara lahir dan kemudian menjadi suci secara batin. Itulah harapannya," katanya. Setelah pemasangan tarup dan bleketepe, ritual akan dilanjutkan dengan prosesi adang atau menanak nasi pertama.

Adang pertama, menurut Winarno, agar tuan rumah bisa memberi makan sanak saudara yang mendukung terlaksananya pesta. "Kemudian ada acara siraman untuk mempelai wanita di dalamnya ada rangkaian ada jualan dawet," katanya. Ini melambangkan upaya penyucian diri secara lahir dan batin karena esok harinya bersiap menerima jodoh.

Sedangkan malam midodareni Selvi yang digelar Rabu malam ini, menurut Winarno, melambangkan turunnya para bidadari pada malam hari untuk memberikan keberkatan kepada calon pengantin.

Kamis 11 Juni 2015, akad nikah Gibran dan Selvi, yang dilanjutkan dengan ritual temu panggih dimana mempelai pria menginjak telor yang melambangkan keturunan lalu mempelai perempuan membasuh kaki mempelai pria untuk menyimbolkan rasa baktinya. "Kemudian keduanya berjalan ke pelaminan dengan di-singkepi kain merah putih melambangkan kedua mempelai menyambung sejarah orang tua," katanya.