Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Mengapa Saya Harus Lahir di Indonesia?

Mungkin anda lagi menunggu di lampu merah atau pas lagi scroll sosmed melihat kemegahan negara lain, tiba-tiba kepikiran: "Kenapa ya, dari miliaran titik di bumi, saya terlahirnya kok di Indonesia?"

Jawabannya ternyata unik yang cuma bisa kita rasain kalau kita jadi warga negara +62. 😃

1. Biar bisa Kuliah "Psikologi Sosial" Gratis Tiap Hari

Lahir di sini otomatis bikin kita jadi orang yang open-minded. Bayangin, dari kecil kita udah biasa dengar suara azan, lonceng gereja, sampai tetangga yang bahasanya beraneka ragam. Kita belajar toleransi bukan dari buku teks, tapi dari keseharian. Kemampuan kita buat berbaur sama orang yang beda frekuensi itu levelnya udah "Expert"!

2. Vibes "Andap Asor" yang Bikin Adem

Di saat dunia lagi kompetitif banget dan semua orang pengen jadi nomor satu, Indonesia punya filosofi Andap Asor. Kita diajarkan buat tetap rendah hati, menghargai yang lebih tua, dan nggak sombong. Inilah yang bikin orang Indonesia dikenal paling ramah sedunia. Senyum kita itu stempel yang nggak ada tandingannya di belahan bumi mana pun.

3. Mental "Creative Survival" Level Dewa

Orang Indonesia itu kreatifnya nggak masuk akal. Apa aja bisa jadi peluang! Ban bekas jadi kursi? Bisa. Mesin cuci jadi pengering kerupuk? Bisa. Semangat "pokoknya bisa" ini yang bikin kita tangguh. Kita nggak gampang menyerah sama keadaan, karena dari dulu kita sudah biasa gotong royong nyari solusi bareng2.

4. Surga Kuliner yang Nggak Ada Habisnya

Jujur aja, siapa yang bisa tahan sama godaan kuliner kita? Dari nasi bungkus sampai bakso pinggir jalan, lidah kita dimanjain banget. Lahir di Indonesia artinya kita mewarisi kekayaan rasa yang luar biasa. Mau cari yang pedas, gurih, manis, semua ada di depan mata dan harganya tetap ramah di kantong.


5. Alam yang "Healing" Banget

Nggak perlu paspor buat lihat pemandangan kelas dunia, kecuali kalau kelak NKRI sudah terpecah belah jadi beberapa negara yang imut2. Mau gunung berapi yang megah? Ada. Pantai pasir putih yang airnya bening? Tinggal pilih mau di Teluk Bayur Padang apa mau di Pantai Sendang Biru di Malang, atau mau di Pantai Cermin dekat Medan Sumut .. semua pasirnya putih mengkilap. Kita lahir di tempat yang orang luar negeri saja harus nabung selama bertahun-tahun cuma buat liburan ke sini.

Kesimpulannya...

Lahir di Indonesia itu kayak dapet paket lengkap: dilatih jadi pribadi yang sabar, diajarin seni menghargai perbedaan, dan dikasih bonus alam serta makanan yang juara. 😅

Selasa, 22 November 2022

BENDERA KUNING SEBAGAI PERTANDA ADA ORANG YANG MENINGGAL

 
Mungkin blm banyak yang tahu knp Bendera Kuning Jadi Simbol Kematian di Indonesia..

Kita  sering lihat dan mungkin bertanya perkara bendera warna kuning yang dipasang saat ada suasana duka atau kematian di suatu wilayah. Di berbagai negara memiliki bendera yang menjadi ciri khas sebagai penanda saat ada suasana duka atau kematian.Warna hitam pada umumnya identik saat ada suasana berkabung atau kematian di negara asing, misalnya di Inggris. Di sana menjadi lambang kesedihan.😭bukan lambang patah hati 💔Ada juga warna merah, putih, dan ungu yang menjadi warna pada suasana kematian atau lambang kesedihan.

Di Indonesia, selain warna kuning ada  juga warna merah dan putih sebagai penanda ada kematian di berbagai wilayah.

Selasa, 10 Mei 2016

Di Dunia Lebih banyak Lelaki/pria/laki-laki atau Perempuan/Wanita ?


Banyak orang yang mengatkan bahwa di seluruh dunia, jumlah bayi laki-laki yang lahir melebihi bayi perempuan. Terdapat 107 bayi laki-laki terlahir di seluruh dunia tiap 100 bayi perempuan yang lahir. Perbandingan yang mencurigakan ini sebagian dikarenakan aborsi pemilihan kelamin dan ‘gendercide’ atau pembunuhan bayi perempuan. Hal tersebut banyak terjadi terutama di negara-negara seperti China dan India karena bayi laki-laki jauh lebih diinginkan. Setelah mengabaikan faktor-faktor tersebut, perbandingan jenis kelamin yang benar-benar alami antara laki-laki dan perempuan berkisar 105:100.

Sabtu, 07 Mei 2016

Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (3)



Sebelumnya, Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (1)
                      Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (2)

Poligami menurut Mahkamah Konstitusi Indonesia

Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) yang menyatakan bahwa asas perkawinan adalah monogami, dan poligami diperbolehkan dengan alasan, syarat, dan prosedur tertentu tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan hak untuk membentuk keluarga, hak untuk bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dan hak untuk bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif sebagaimana diatur dalam UUD 1945 sebagaimana diutarakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 12/PUU-V/2007 pengujian UU Perkawinan yang diajukan M. Insa, seorang wiraswasta asal Bintaro Jaya, Jakarta Selatan pada Rabu (3/10/2007).

Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (2)

Poligami dan Agama


1.Hindu. Poligini dan poliandri dilakukan oleh sekalangan masyarakat Hindu pada zaman dulu. Namun, pada praktiknya dalam sejarah, hanya raja dan kasta tertentu yang melakukan poligami. Poligami mungkin juga terjadi karena terpaksa yang dilakukan karena berbagai alasan, misalnya karena tidak mempunyai keturunan atau tujuan politik Raja-Raja Hindu.
Kitab-kitab Hindu secara jelas melarang poligami. Manawa Dharmasastra yang digunakan sebagai pegangan hukum Hindu, Buku ke-3 (Tritiyo ‘dhayayah) pasal 5 berbunyi: "Asapinda ca ya matura, sagotra ca ya pituh, sa prasasta dwijatinam, dara karmani maithune." "Seorang gadis yang bukan sapinda dari garis-garis ibu, juga tidak dari keluarga yang sama dari garis bapak dianjurkan untuk dapat dikawini oleh seorang lelaki dwijati."

Selasa, 08 Maret 2016

Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri (1)

Istilah sosial ini pernah membuat saya bingung, apalagi menjalaninya.. 😀

Poligami (polygamy) adalah perkawinan yang terdiri lebih dari sepasang suami-istri. Artinya, poligami bisa berupa poligini (polygyny) di mana satu laki-laki dengan lebih dari satu istri, atau yang sebaliknya, poliandri (polyandry) yaitu satu wanita dengan lebih dari satu suami. Jadi jika si A yang sudah beristri menikah lagi, di sini yang berpoligami bukan si A saja, akan tetapi juga masing-masing (baca: semua) istrinya !