Minggu, 15 Maret 2015

Bumi planet pilihan Allah untuk manusia

Permukaan Bumi
Bumi rasanya memang tempat yang paling tepat buat makhluk hidup seperti kita manusia ini, dan juga buat hewan dan tumbuhan. Dalam Quran, Allah SWT telah memilih planet ini sebagai tempat kehidupan nabi Adam dan umat manusia.
“Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” (QS. Al-A'raf: 24)

Di alam semesta ini ada triliunan planet dan jutaan (termasuk Bumi). Tetap saja sampai sekarang belum ditemukan kehidupan dari angkasa luar. Kalau pun ada lebih merupakan asumsi yang sulit dibuktikan secara nyata. Ternyata langit yang hitam kelam itu memang senyap.

Ayat di atas dengan sempurnanya menjelaskan bahwa sejak awal kehidupannya manusia memang diciptakan di planet ini, selama hidup juga di sini, dan akhirnya mati serta kebangkitannya juga bakal terjadi di Bumi. Rasanya belum ada tanda-tanda atau isyarat ilmiah tentang adanya kehidupan umat manusia di luar Bumi, setidaknya sampai hari ini.

Kenapa Bumi yang Dipilih?
Untuk bisa didiami oleh manusia dan makhluk hidup biologis lainnya, rupanya ada sekian banyak persyaratan mendasar yang tidak dimiliki oleh planet lain.

1. Mempunyai daratan
Ada beberapa planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Jupiter, Saturnus dan Uranus, tetapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan, semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia karena tidak ada tempat berpijak.
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di daratan dan juga lautan.
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. (QS. Yunus: 22)

2. Suhu yang cocok
Bumi punya sistem pemanasan dan pendinginan otomatis yang sangat canggih, sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstrem, meski mengelilingi matahari tanpa pernah berhenti.
Bandingkan dengan Pluto yang sudah “dipecat” dari keluarga tata surya kita. Suhu Pluto terbilang yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dengan suhu “sesejuk” ini, dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di planet itu.

Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan logam timbal. Tentu saja, tidak ada manusia atau hewan yang akan tahan tinggal di planet ini. Alien yang sering kita tonton di film produksi Hollywood pun mustahil bisa hidup.

Konon satu wajah dari planet ini selalu menghadap matahari dan wajah lainnya selalu membelakanginya. Di bagian yang tidak pernah disinari matahari, daratan Mercurius membeku. Dan yang terus-menerus menghadap matahari, suhunya amat ekstrem.

3. Bumi mempunyai air dan sistem penjernihannya
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dari air, sebagaimana firman-Nya berikut ini:
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu menjadi hidup. (QS. Al-Anbiya': 30)
Allah SWT tidak hanya menurunkan air untuk menutupi 2/3 permukaan Bumi, tetapi juga mempertahankan keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih misalnya, Bumi diberi Allah SWT mekanisme penyulingan air yang sangat mengagumkan. Tidak kurang dari 400 miliar ton air disirkulasi setiap tahun.
Air dari seluruh daratan mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor dari seluruh aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses biokimiawi dari ekosistem laut untuk dibersihkan kembali.
Dalam waktu yang bersamaan air samudra itu diuapkan oleh panas matahari menjadi awan — yang kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Maha suci Allah. Sungguh besar energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton air itu.
Dan air dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini hanya ada di Bumi, di planet lain memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah, kandungan dan keadaannya masih menjadi perdebatan.
Menurut para ahli, air sebenarnya tidak terbentuk di permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa dalam bentuk bongkahan-bongkahan es membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini dengan salah satu firman Allah SWT, mungkin ada benarnya.
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS. Al-Mu'minuun: 18)

4. Bumi punya atap pelindung
Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman dari sinar matahari.
Di langit ternyata banyak bertebaran benda angkasa, mulai dari yang kecil sampai yang sebesar gunung. Setiap saat benda-benda itu melintasi suatu planet dan tertarik gravitasinya. Sehingga planet itu dihujani benda-benda itu dan menimbulkan ledakan dahsyat, bahkan tidak jarang akhirnya hancur berkeping-keping. Lihatlah wajah permukaan bulan kita yang bopeng akibat “serbuan” komet.
Sinar matahari, apalagi badai matahari, akan membuat semua makhluk hidup mati seketika. Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari selalu ada resiko kematian.
Maka diperlukan sebuah atap yang melindungi makhluk hidup dari serbuan meteorit dan juga cahaya yang mematikan itu. Atmosfer kita ini ternyata berfungsi sebagai atap yang melindungi dari cahaya maut matahari.
Maha benarlah Allah SWT ketika berfirman:
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya. (QS. Al-Anbiya': 32)

5. Hanya Bumi yang mempunyai oksigen/udara
Ciri khas makhluk hidup adalah bernapas. Manusia dan hewan butuh oksigen dan tumbuhan butuh karbondiksida. Di Bumi, keduanya tersedia dalam jumlah yang seimbang.
Atmosfer kita mengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang terbanyak adalah Nitrogen, yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah karbondioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.
Kadar oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem pernapasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses oksidasi berjalan tidak terkendali. Di antaranya, tingkat kebakaran dan kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara dramatis.

6. Bumi mempunyai gunung dan lembah
Untuk terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni Bumi, kecepatannya mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari pesawat jet komersial.
Dan menurut para ahli, perputaran permukaan Bumi itu telah menyebabkan timbulnya angin kencang di atmosfernya. Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai? Karena angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi-rendah berbentuk gunung dan lembah.
Dalam waktu yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara di berbagai wilayah bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23,5 derajat.
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An Naml: 88)

7. Bumi mempunyai pabrik makanan untuk makhluk hidup
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )
Planet Bumi secara sistemik bisa memproduksi dan menyediakan berbagai kebutuhan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Berbagai macam tanaman dan pepohonan menghasilkan buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam kebutuhan manusia. Dari sini kita memperoleh sumber karbohidrat, protein dan lemak nabati.
Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak. Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudra, binatang-binatang yang hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang beterbangan. Semuanya memberikan ragam makanan hewani.
Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan rusak pula sumber-sumber makanan kita.

KESIMPULAN :
Sementara ini kalau kita renungkan, rasanya Bumi ini adalah tempat yang paling layak untuk dihuni oleh berbagai makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan.
Planet lain meski banyak memiliki kemiripan, tapi tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria layak untuk dihuni. Demikian kesimpulan para ilmuwan dan rasanya Quran pun memang selalu menyebutkan Bumi untuk tempat tinggal manusia.
Akan tetapi semua itu tidak lantas menutup kemungkinan adanya alien atau makhluk lain yang bisa hidup di luar sana. Tetapi sampai hari ini temuan ilmiyah dan isyarat yang ada di dalam Quran belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan alien berupa manusia atau makhluk hidup cerdas lainnya.
Mungkin di masa mendatang akan ada temuan lain, entah bagaimana bentuknya, hanya Allah saja yang Maha Tahu.

Terowongan multifungsi (deep tunnel) Jakarta

Investor China dan Jerman tertarik proyek "deep tunnel"

Mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sejumlah investor tertarik untuk bergabung dalam proyek pembangunan terowongan multifungsi (deep tunnel) di Ibu Kota. "Sudah ada beberapa investor yang ingin terlibat dalam proyek pembangunan deep tunnel, di antaranya investor asal Jerman dan China, kemudian masih ada lagi yang lainnya," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Menurut Jokowi, investor dari Jerman telah memberikan paparan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Dalam pemaparan tersebut, lanjut dia, pihak Jerman turut mengajak sejumlah teknisi ahli. "Mereka (investor Jerman) sudah memberikan paparan, bahkan sekaligus membawa teknisi ahli langsung dari Jerman, yaitu tenaga pengebor nomor satu di dunia," ujar Jokowi.

Jokowi menilai pemaparan yang disampaikan oleh investor Jerman cukup bagus. Dia mengaku optimistis proyek pembangunan terowongan multifungsi tersebut mampu menarik minat lebih banyak investor. "Setelah Jerman, saya yakin proyek ini akan menarik lebih banyak lagi investor, baik lokal maupun asing," ungkap Jokowi.





Transportasi Jakarta Masa Depan

1.Jakarta macet, kenapa gak pakai alat transportasi ini saja ?

2. Jakarta Surabaya 30 menit saja !

3.Jakarta Masa Depan Anti Banjir



Mobil Masa Depan

Berbagai alat transportasi masa depan dan perlengkapannya akan mewarnai dunia, semoga kita masih dapat menikmati kemajuan teknologi.

1. Berbagai Mobil Terbang





2. Mobil Terbang VW



3.Ban mobil masa depan



4.Ban motor anti bocor



5.Kumpulan Konsep Mobil Masa Depan


Modernisasi Militer Indonesia

Tank Leopard
Pertanyaan terkait modernisasi militer Indonesia melalui program MEF Renstra II (2015-2019) ini mungkin banyak dipertanyakan oleh masayarakat yang memerhatikan perkembangan militer Indonesia belakangan ini. Hal ini karena banyaknya kemajuan modernisasi militer Indonesia yang ditandai dengan bertambahnya kekuatan alutsista TNI sampai tahun 2014 ini yang merupakan hasil dari program MEF ini. Hal ini mengakibatkan banyak pihak yang menginginkan program MEF alias modernisasi militer Indonesia ini tetap berjalan.

Apakah Program MEF Renstra II (2015-2019) Tetap berlangsung?
Kapal Selam TNI
Pertanyaan yang cukup menarik ini penulis kira sudah cukup mudah ditebak jawabannya karena dalam beberapa kali kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya untuk membuat militer Indonesia semakin kuat. Tentunya dengan mendatangkan alutsista-alutsista baru untuk memperlengkapi kekuatan militer Indonesia 5 tahun kedepannya. Bahkan anggaran militer Indonesia direncanakan ditambah cukup significan jika ekonomi Indonesia memungkinkan untuk itu.
Salah satu yang sering disebutkan oleh Presiden Jokowi adalah visi kemaritiman beliau yang menginginkan Indonesia kembali jaya dalam masalah Maritim. Memang belum jelas seperti apa gambarannya, namun dalam hal ini tampaknya ada sinyal kuat aka nada perkuatan dalam segi pertahanan dan ketahanan Indonesia dalam hal maritime. Hal ini tentu akan berdampak banyak terhadap angkatan laut Indonesia secara tidak langsung. Tidak tertutup kemungkinan ke angkatan lain juga turut kena dampak positifnya.

Kapal Perang TNI
Program modernisasi militer Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2009 sampai 2014 lalu. Program ini disebut program MEF (Minimum Essential Force), dibagi dalam 3 tahapan yaitu MEF Renstra I (2009-2014), MEF Resntra II (2015-2019) dan MEF Renstra III (2020-2024). Program MEF Renstra I (2009-2014) yang sudah dijalankan pemerintahan Pak SBY sudah membawa perbaikan yang cukup berarti bagi kekuatan militer Indonesia. Apakah program MEF Renstra II (2015-2019) akan terus dijalankan oleh pemerintahan kini?

Ini akan menjadi sebuah kemajuan yang berarti jika pembentukan Cost Guard yang terpisah dari TNI AL ini benar benar terjadi. Entah alutsista TNI nantinya menggunakan alutsista dengan teknologi Nato atau Rusia, penulis tidak mempermasalahkannya yang penting modernisasi alutsista TNI terus dijalankan oleh pemerintahan kini.
Tank Marinir
Hal yang cukup menyejukkan adalah pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjianto dibeberapa media beberapa hari lalu yang menyebutkan akan menggabungkan belasan instansi terkait keamanan laut dan maritime Indonesia menjadi satu instansi baru. Penggabungan ini sepertinya bertujuan menyeder-hanakan birokrasi penegakan hukum laut Indonesia. Sepertinya ini akan menjadi cikal bakal terbentukanya lembaga Indonesian Cost Guard yang terpisah dari TNI AL. Pembentukan Cost Guard ini akan membuat TNI AL focus menjaga kedaulatan Indonesia sampai dengan seluruh Zona Ekonomi Exclusive (ZEE) Indonesia. Sedangkan untuk pengamanan disekitar pantai bisa diserahkan kepada Cost Guard.

Pesawat Tempur TNI
Semoga saja modernisasi militer Indonesia 2015 -2019 tetap berjalan dengan baik bahkan kalau bisa lebih baik lagi dari pada modernisasi alutsista TNI 2009-2014 yang sudah berjalan sebelumnya. Semoga alutsista-alutsista TNI yang akan diperlengkapi dan penambahan kekuatan militer Indonesia lainnya akan lebih baik lagi di masa pemerintahan Presiden Jokowi ini. Entah namanya masih MEF atau nama yang lain, yang penting tujuannya tetap sama yaitu untuk kemajuan dan perkuatan militer Indonesia.

Mata Kucing Mengapa Bersinar ?

Pernah memerhatikan mata kucing di kegelapan, matanya bersinar ya ? 
Kucing memang makhluk yang sangat menggemaskan. Manja membuatnya mudah dijadikan sahabat kita. Dengkuran halus akan terdengar jika kepalanya dibelai sayang. Binatang kesayangan Cleopatra ini punya satu keistimewaan yang merupakan ciri khas hewan-hewan yang aktif di waktu malam (hewan nocturnal). Matanya akan seperti bersinar jika ia berada di lingkungan yang pencahayaannya sangat minim. 

Mengapa mata kucing terlihat bersinar, bagaimana bisa demikian?
Bagian mata yang disebut tapetum lucidum-lah yang memiliki peran besar menjadikan mata kucing bersinar dalam gelap. Nama tersebut diambil dari bahasa Latin yang artinya “karpet terang”. Jaringan tapetum ini adalah sebuah reflektif membran yang cukup tebal. Jaringan ini dibangun atas kurang lebih 15 sel dan berada tepat di belakang retina. Fungsinya, untuk memperbanyak jumlah cahaya yang dapat diterima oleh retina.

Mata yang “terang” ini hanyalah salah satu efek dari usaha kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya seperti burung hantu dan lemur untuk dapat melihat dengan jelas di tempat yang minim cahaya. Masih banyak misteri di balik rahasia kemampuan penglihatan kucing yang istimewa ini. Kucing adalah hewan yang cenderung lebih banyak melakukan aktivitas di malam hari. Mulai dari berburu, makan, bahkan bermain. Agar kegiatannya bisa lancar tanpa harus nabrak-nabrak, kucing harus punya kemampuan mendeteksi suatu objek atau benda-benda yang menjadi targetnya meskipun lingkungan di sekitarnya gelap.

Kemampuan penglihatan dengan mekanisme istimewa yang dimiliki kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya akan sangat membantu mereka dalam bertahan hidup di malam hari. Mereka hanya membutuhkan 1/6 kekuatan cahaya dibandingkan dengan manusia. Bagian dari mata kucing yang disebut pupil sanggup berdilatasi tiga kali lebih besar dibandingkan mata manusia.

Mata kucing terdiri atas tiga bagian utama. Lapisan terluar adalah tunika fibrosa. Lapisan ini tersusun atas serat elastik dan serat kolagen yang disebut sklera. Sklera mencakup tiga perempat bagian posterior dari lapisan fibrosa, sisanya yaitu bagian anterior dari mata yang disebut kornea mencakup seperempat bagian dari lapisan ini.

Lapisan kedua adalah tunika vaskular. Seperti namanya, lapisan ini tersusun atas pembuluh-pembuluh darah yang memberi pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan mata. Komponen mata yang ada pada lapisan ini, yang paling bertanggung jawab untuk kejelasan penglihatan terhadap suatu objek adalah lensa. Pada lapisan ini organ pupil juga dapat dijumpai. Pada dasarnya, bentuk pupil adalah bulat atau disebut juga sirkular. Di cahaya terang pupil akan terlihat mengecil, sebaliknya dicahaya yang minim pupil akan terlihat membesar. Kondisi pupil yang membesar ini adalah sebagai usaha untuk memperoleh cahaya sebanyak-banyaknya.

Bentuk pupil kucing pada siang hari yang terang akan terlihat seperti satu garis lurus yang memanjang secara vertikal. Sebaliknya, pupil manusia dan hewan-hewan yang aktif di siang hari seperti singa misalnya, akan tetap terlihat bulat meskipun diameternya menjadi semakin kecil. Keuntungan dari pupil kucing yang dapat berubah menjadi pipih ini adalah kucing dapat melakukan kontrol lebih akurat untuk mengendalikan seberapa banyak cahaya yang masuk ke matanya.
Lapisan selanjutnya adalah tunika nervosa yang tersusun atas lapisan sel fotoreseptor atau disebut retina. Sel-sel ini mampu mengubah cahaya menjadi sinyal eletrokimia untuk kemudian ditransmisikan menuju sistem saraf. 

Ada dua tipe sel fotoreseptor yaitu sel batang (rods) dan sel kerucut (cones). Si “karpet terang” tapetum lucidum lokasinya ada dibelakang bagian mata yang disebut retina ini. Untuk dapat melihat suatu objek, cahaya yang masuk ke mata kucing harus melakukan perjalanan melalui bagian-bagian mata yang dimilikinya. Bahkan ada saat dimana cahaya itu “berjalan” bolak-balik untuk memaksimalkan cahaya yang diterima mata yaitu pada saat kucing berada di tempat yang gelap.

Setelah cahaya masuk melalui pupil, cahaya tersebut akan difokuskan oleh lensa menuju retina, kemudian informasinya diteruskan ke otak oleh saraf-saraf mata. Sel kerucut bekerja dengan baik pada cahaya terang dan berfungsi mengirimkan detail informasi gambar yang diterima ke otak. Sedangkan sel batang bekerja dengan baik pada cahaya dengan level rendah. Sel batang ini berfungsi dalam pendeteksian gerakan dan dasar informasi dalam bentuk visual. Suatu pigmen fotosensitif di dalam sel batang yang disebut rhodopsin hanya sensitif terhadap cahaya pada level rendah. Pada siang hari, pigmen tersebut akan terpecah dengan cepat sehingga persepsi secara visual menjadi kurang efektif.

Retina pada hewan nocturnal hampir seluruhnya tersusun atas sel-sel batang. Sedangkan tipe sel lainnya yaitu sel kerucut, hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali. Akibatnya kebanyakan hewan nocturnal seperti kucing ini tidak memiliki kemampuan untuk membedakan warna. Sedikitnya sel kerucut yang ada dalam retina juga menyebabkan kucing bisa mengetahui letak objek yang ada di depannya dengan jelas meskipun tidak dapat melihat detail objek yang dilihatnya itu.

Pada lingkungan dengan level cahaya rendah, kerja keras mata untuk dapat melihat dibantu oleh si “karpet terang” tapetum lucidum. Seperti cermin, tapetum memantulkan cahaya yang sebelumnya telah diterima melalui retina, kembali lagi ke retina untuk kedua kalinya. Pada saat tersebut, cahaya diberi kesempatan kedua untuk menghantam sel-sel batang dalam retina yang sangat sensitif terhadap cahaya dan memaksimalkan penyerapan informasi gambar yang diterima. Dalam perjalanannya yang kedua ini, cahaya tidak diserap, melainkan dikeluarkan kembali ke mata melalui organ pupil. Itu sebabnya di tempat yang pencahayaannya minim, mata kucing akan terlihat bersinar seperti nyala lampu senter.

Sabtu, 14 Maret 2015

Kapal Perang Trimaran TNI AL


Kapal Perang Jenis Trimaran

Alutsista TNI AL akan terus dimodernisasi dengan bergabungnya banyak alutsista-alutsista baru yang menambah kekuatan TNI AL. Tidak teringgal pula, Kapal Perang jenis Trimaran akan segera menambah kekuatan alutsista TNI AL. Kapal sejenis sudah pernah diproduksi untuk TNI AL beberapa tahun lalu, namun sebelum diserah terimakan, kapal perang tersebut terbakar habis sehingga batal bergabung dengan TNI AL.

Kapal Perang jenis Trimaran ini adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter yang diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi. Kapal perang jenis Trimaran ini memiliki keunggulan dalam hal kesetabilan, serta kecepatannya. Selain itu kapal perang jenis ini tidak mudah tenggelam karena salah satu hull bisa menyeimbangkan kapal walau diterjang gelombang laut.

TNI AL Pesan 4 unit Kapal Perang Jenis Trimaran
Dalam berita yang dirilis oleh Detik.com, disebutkan bahwa TNI AL sudah memesan sebanyak 4 unit Kapal Perang jenis Trimaran ini. Satu unit sudah di produksi sedang sisanya masih dalam proses. Namun berbeda dengan Kapal Perang KRI Klewang yang dahulu sudah terbakar habis, desain KCR Trimaran yang terbaru ini sedikit berbeda. Selain memiliki design berbeda, kapal perang terbaru ini akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar. Tampaknya ini merupakan perbaikan dari design Kapal Perang Triamran sebelumnya yang ternyata sangat mudah terbakar.

Selain untuk digunakan didalam negeri oleh TNI AL, kapal perang ini juga direncanakan juga untuk diexport keluar negeri. Selain memberikan dampak peningkatan kekuatan alutsista TNI AL, kehadiran kapal perang Trimaran produksi dalam negeri ini juga memberikan dampak positif bagi perkenomian Indonesia khususnya untuk daeran Banyuwangi sekitarnya.

Semoga Nasibnya tidak Sama dengan KRI Klewang 625
Seperti sudah penulis sebutkan diawal bahwa kapal perang jenis Trimaran seperti ini sudah pernah di produksi sebelumnya yang diberi nama KRI Klewang 625. Namun dalam proses sea trial sebelum diserah terimakan ke TNI AL sebagai user, KRI Klewang 625 terbakar hebat sehingga menghanguskan seluruh bagian kapal tanpa sisa.

KRI Klewang 625 Terbakar Habis tahun 2012 lalu
Kebakaran KRI Klewang ini merupakan sebuah tamparan yang sangat menyakitkan bagi kemajuan Industri Strategis Indonesia. Sebelumnya peristiwa kebakaran KRI Klewang 625 itu, kita mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan karena Indonesia bisa memproduksi Kapal yang lumayan canggih. Namun kegembiraan itu sekietika runtuh karena kapal perang yang di bangga-banggakan tersebut habis terbakar.
KRI Klewang 625 Terbakar Habis
Hal ini tentu saja membuat kita sangat berharap bahwa Kapal Perang Trimaran terbaru ini tidak akan mengalami nasib sama dengan KRI Klewang 625. Apalagi dari berita yang dilansir dari berbagai media, disebutkan bahwa bahan pembuat kapal ini berbeda dari KRI Klewang 625 sebelumnya. Semoga saja hasil terbaik yang didapatkan agar militer Indonesia semakin gahar dengan bertambahnya alutsista baru TNI AL ini.

Misteri Kapal Selam TNI AL


Banyak yang percaya bahwa Kapal selam Indonesia penuh misteri, baik berupa jumlah kapal selam Indonesia maupun jenis kapal selam Indonesia. Tapi benarkah kapal selam Indonesia penuh misteri?

Salah satu hal gaib yang sering dipercayai oleh sebagian kalangan militer adalah bahwa jumlah kapal selam Indonesia saat ini sebenarnya bukan hanya 2 unit saja, tapi lebih dari jumlah resmi tersebut. Argumen yang mereka bangun adalah bahwa pasti ada rahasia mengenai jumlah kapal selam Indonesia yang sebenarnya. 

Hal gaib lainnya yang sering dipercayai sebagian penikmat isu militer adalah bahwa Kapal selam Indonesia sudah dilengkapi dengan kapal selam Kilo dari Rusia, hanya saja keberadaannya dirahasiakan. 

Sering sekali menjumpai komentar persis hal di atas di dunia maya baik di Facebook maupun di beberapa blog militer Indonesia yang penulis baca menjadi terseyum membacanya. Ternyata di jaman modern seperti sekarang ini masih ada yang percaya bahwa alutsista sebesar kapal selam bisa disembunyikan dan tanpa diketahui pihak manapun. Makin tersenyum karena mereka percaya tidak ada yang mengetahui itu selain mereka sendiri dan orang-orang penting lainnya.

Fakta Tentang Kapal Selam Indonesia Saat ini

Saat ini, jumlah kapal selam Indonesia hanya 2 unit saja, tidak lebih dan tidak kurang. Kedua unit kapal selam Indonesia ini adalah jenis U-209 berbobot 1300 ton buatan Jerman yang dibeli sekitar tahun 1977 dan mulai digunakan Angkatan Laut Indonesia sejak tahun 1981. Kedua unit kapal selam Indonesia dari jenis ini adalah KRI Cakra (401) KRI Nanggala (402).

Kedua unit Kapal Selam Indonesia ini sudah pernah mengalami mondernisasi sehingga kemampuan kapal selam Indonesia ini sudah lebih baik dibandingkan dengan saat pertama digunakan. Memang kapal selam Indonesia ini belum termasuk kapal selam tercanggih dikawasan, namun modernisasi yang sudah dilakukan telah membuat kapal selam Indonesia ini cukup bisa mengimbangi kemampuan kapal selam tetangga.

Kapal Selam Indonesia pertama yang dimodernisasi adalah KRI Cakra (401) pada tahun 2004 di Korea Selatan. Proses modernisasi berlangsung sekitar 18 bulan dan pada akhir 2005 kapal selam KRI Cakra (401) ini pun kembali ke Indonesia dengan mengusung teknologi yang lebih baru. Beberapa tahun setelah itu, giliran kapal selam Indonesia kedua yaitu KRI Nanggala (402) yang di upgrade tepatnya tahun 2010 di Korea Selatan. Dan pada awal tahun 2012 lalu, setelah menjalani proses upgrade selama kurang lebih 2 tahun, KRI Nanggala (402) kembali ke tanah air untuk menemani KRI Cakra (401) menjaga laut Indonesia.

Ada kejadian lucu ketika KRI Nanggala (402) selesai modernisasi dan pulang dari Korea ke Indonesia dengan melintasi perairan Filipina. Ketika berada di perairan Filipina, Kapal Selam Indonesia KRI Nanggala (402) ini difoto masyarakat Filipina dan fotonya beredar di forum militer Filipina. 

Banyak militer fansboys Filipina yang menyakini bahwa foto KRI Nanggala (402) itu adalah Kapal Selam milik Filipina yang selama ini dirahasiakan. Lucu memang, sama lucunya dengan masih banyak militer fansboys di Indonesia yang meyakini jumlah kapal selam Indonesia yang aktif lebih dari 2 unit saat ini.

Fakta Penambahan Kapal Selam Indonesia

Menyadari jumlah kapal selam Indonesia yang hanya 2 unit saja yang tentu saja kurang untuk mengawasi lautan Indonesia yang luas, pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk menambah jumlah kapal selam Indonesia. 

Langkahnya adalah dengan membuka tender pengadaan kapal selam Indonesia pada tahun 2009, dimana ada tiga pesertanya yaitu Rusia yang menawarkan 2 unit Kapal Selam Kilo Project 636, Korea Selatan dengan tawaran 3 unit Kapal Selam Improved Changbogo dan Jerman-Turki dengan 2 Kapal Selam U-209 baru.

Dari 3 kandidat ini, akhirnya dipilih dua kandidat yang terus bersaing, dimana akhirnya Jerman-Turki tersingkir dengan menyisakan hanya 2 kandidat lagi, yaitu Korea Selatan (Improved Changbogo) dan Rusia (Kilo 636). Ketika itu, Rusia tampaknya lebih diunggulkan karena Kapal Selam Kilo digadang-gadang adalah impian Indonesia dan Rusia pun memberikan fasilitas kredit export sebesar $1 Miliar untuk pembelian Kapal Selam Kilo ini. Namun Korea disisi lain juga tidak mau kalah, dimana mereka yang pada awalnya hanya menawarkan 2 unit Kapal Selam Improved Changbogo, belakangan menawarkan 3 unit Kapal Selam sejenis dimana dua unit akan dibuat di Korea dan 1 unit dibuat di Indonesia.

Pertarungan tawaran Rusia dan Korea Selatan ini, akhirnya dimenangkan oleh Korea Selatan, sehingga Kapal selam Kilo beserta tawaran kredit export untuk kapal selam Kilo ini tidak jadi diambil Indonesia dan lebih memilih 3 unit Kapal Selam Improved Changbogo dari Korea Selatan. Kapal selam Improved Changbogo sendiri adalah “saudara” Kapal Selam U-209 1300 yang sudah dimiliki Indonesia. Tetapi Improved Changbogo adalah Kapal Selam varian U-209 1400 yang memiliki teknologi terbaru. Belakangan nama kapal selam ini disebut dengan DSME-209.

Ketiga kapal Selam Indonesia yang dipesan dari Korea Selatan ini sudah dalam proses pembuatan dimana 2 unit dikerjakan di Korea Selatan dan 1 unit akan dikerjakan di PT PAL Indonesia. Kapal Selam DSME-209 pertama Indonesia akan tiba pada tahun 2016 ini dan sisanya akan tiba semuanya pada tahun 2018 nanti. Sehingga pada tahun 2018 nanti, jumlah kapal selam Indonesia menjadi 5 unit yang terdiri dari 2 unit U-209/1300 dan 3 unit DSME-209. Jumlah ini tentunya akan menambah kekuatan militer Indonesia dikawasan.

Selain penambahan 3 unit kapal Selam DSME-209 dari Korea Selatan ini, sempat muncul rumor bahwa Rusia kembali menawarkan kapal Selam Kilo kepada Indonesia. Kali ini kapal selam kilo yang ditawarkan Rusia dalam bentuk hibah ini adalah Kapal Selam Kilo project 877 bekas. Jumlah pasti berapa unit kapal selam kilo 877 bekas yang ditawarkan Rusia, tidak pasti, namun beberapa sumber menyebut ada 10 unit kapal selam kilo 877 bekas yang ditawarkan Rusia ke Indonesia.

Namun sebelum memutuskan menerima atau menolak tawaran hibah kapal selam kilo 877 bekas ini, pemerintah Indonesia mengutus beberapa orang pejabatnya untuk melihat langsung kondisi kapal selam kilo bekas tersebut. 

Namun dari pengamatan tim yang dikirim, kapal selam kilo bekas yang ditawarkan Rusia tersebut kondisinya cukup mengenaskan dan kurang layak dioperasikan. Agar bisa dioperasikan kembali, harus di upgrade yang membutuhkan dana yang banyak. Menyadari kondisi kapal selam bekas tersebut, akhirnya pemerintah Indonesia memutuskan menolak tawaran hibah kapal selam kilo bekas Rusia tersebut.

Rumor Jumlah Kapal Selam Indonesia Kembali akan ditambah

Meski jumlah kapal selam Indonesia pada tahun 2018 nanti sudah menjadi 5 unit, pemerintah Indonesia terus berupaya menambah jumlah kapal selam Indonesia. Hal ini didasari kajian bahwa lautan Indonesia yang luas harus dijaga dengan setidaknya 12 unit kapal selam Indonesia. Menyadari itu, beberapa waktu lalu Pejabat tinggi TNI AL sudah menyebutkan bahwa pemerintah kembali akan menambah jumlah kapal selam Indonesia dengan membuka kembali tender pengadaan kapal selam baru untuk Indonesia.

Diharapakan tender ini akan dibuka dan diselesaikan kontraknya pada rentang tahun 2015-2019 ini dan diharapkan kapal selam tersebut sudah bisa tiba dan beroperasi di angkatan Laut Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Sehingga pada tahun 2020 tersebut, jumlah kapal selam Indonesia menjadi 7 unit yang terdiri dari 2 unit U-209/1300, 3 unit DSME-209 dan 2 kapal selam baru.

Prediksi saja, tender kapal selam kali ini akan diikuti oleh Jerman dengan tawaran kapal Selam U-214, Korea Selatan dengan DSM-209 dan Rusia dengan Kilo 636. Namun bisa saja negara lain seperti Prancis dengan Scorpane-nya pun meramaikan tender ini nantinya. Namun sebelum tender ini di umumkan, kita belum bisa menebak labih jauh. Kita tunggu saja pengumuman pemerintah selanjutnya untuk penambahan jumlah kapal selam Indonesia ini.

Benarkah Kapal Selam Indonesia penuh Misteri?

Lalu jika informasi sudah terang benderang seperti ini, apakah kapal selam Indonesia penuh misteri? Untuk menjawab ini, mari kita belajar dari sebuah film “Kung Fu Panda” yang cukup terkenal dan sudah diputar dibanyak bioskop beberapa tahun lalu. 

Dalam film tersebut, ayah panda yang seorang Koki dipercaya memiliki resep Rahasia yang tidak pernah diberitahukan kepada siapapun termasuk Panda, anaknya sendiri. Di akhir cerita, Panda akhirnya menyadari bahwa resep rahasia sang ayah selama ini adalah Tidak ada Resep rahasia. 

Apakah kapal selam Indonesia penuh misteri? Jawabannya adalah benar penuh misteri, misterinya adalah tidak ada misteri.

EF Typhoon Penggganti F-5 TNI AU ?



Konsorsium EuroFighter semakin bernafsu menawarkan pesawat tempur EF Typhoon sebagai pengganti F-5 TNI AU yang sudah menua. EuroFighter  menyakinkan Indonesia bahwa EF Fighter adalah pesawat tempur terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan angkatan udara Indonesia untuk 30 tahun kedepan. Bahkan EuroFighter bersedia memberikan sejumlah transfer of technology termasuk membantu project KFX/IFX jika pesawat tempur EF Typhoon dipilih sebagai pengganti F-5 TNI AU.

Seperti berita yang dilansir oleh TheJakartaPost.com beberapa waktu lalu, dutabesar Spanyol untuk Indonesia menegaskan bahwa tawaran pesawat tempur EF Typhoon adalah pilihan yang terbaik bagi Indonesia karena beberapa hal, diantaranya adalah memiliki mesin dengan life cycle panjang yang bisa digunakan puluhan tahun kedepan. Dibandingkan dengan pesawat tempur buatan Rusia, mesin pesawat tempur EF Typhoon ini disebutkan memiliki life cyle yang lebih panjang sehingga dalam jangka panjang EF Typhoon akan memiliki life cycle cost yang lebih murah.

Lebih lanjut dutabesar Spanyol untuk Indonesia juga menyebutkan hal lain yang menjadi keunggulan pesawat tempur EF Typhoon adalah jangkauan radius tempurnya yang lebih luas dibandingkan pesaing lain seperti SAAB Gripen membuatnya mampu menjaga seluruh luas wilayah Indonesia dengan 2 pangkalan udara yang diisi skuadron pesawat tempur EF Typhoon.

Namun sisi menariknya adalah tawaran transfer of technology dari konsorsium EuroFighter kepada project pengembangan pesawat tempur KFX/IFX yang diikuti Indonesia bersama Korea Selatan. Tawaran ToT ini tentunya merupakan sebuah nilai plus bagi EuroFighter dimata Indonesia. Sebenarnya isu ini bukan isu baru karena tahun lalu pun PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sudah memberikan sinyal bahwa mereka mendukung pemerintah membeli pesawat tempur EF Typhoon. Dukungan PT DI ini didengungkan karena melihat adanya kemungkinan untuk memperoleh sejumlah transfer of technology dari kesepakatan pembelian pesawat tempur EF Typhoon oleh Indonesia. Selain isu ToT untuk project KFX/IFX, EuroFighter juga menawarkan ‘produksi lokal’ pesawat tempur EF Typhoon pesanan Indonesia.

Tawaran ToT untuk Project Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX.
Tawaran transfer of technology bagi project KFX/IFX ini memang cukup menarik untuk dicermati. Hal ini karena Airbus yang juga termasuk salah satu anggota konsorsium EuroFighter juga ikut dalam tender kontraktor utama project KFX/IFX ini. Airbus Military digandeng oleh Korean Airlines (KAL) untuk bersaing dengan Korean Aerospace Industries (KAI) yang menggandeng Lockheed Martin. Ini berarti jika Indonesia memilih pesawat tempur EF Typhoon sebagai pengganti F-5, maka memungkinkan adanya perjanjian timbal balik agar Airbus Military sebagai anggota konsosoriun EuroFighter memberikan bantuan terhadap project KFX/IFX ini. Ini berarti tidak hanya dari sisi Korea saja, tapi dari sisi Indonesia pun Airbus Military memiliki ‘keterikatan’ untuk mendukung suksesnya project pengembangan pesawat tempur KFX/IFX ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada tanggal 22 February 2015 lalu, Airbus dan Korea Airlines (KAL) sudah sepakat dan memutuskan untuk mengikuti tender (bidding) pemilihan kontraktor utama project KFX/IFX. Keterlibatan Airbus dalam tender ini akan membuat Korean Airline (KAL) memiliki secercah harapan bersaing dengan Korean Aerospace Industries (KAI) yang sudah menggandeng Lockheed Martin. Dari proposal tender yang sudah masuk, akan dilihat siapa yang menjadi unggulannya pada bulan Maret ini dan pemenangnya akan di umumkan pada pertengahan tahun ini atau sekitar Juni-Juli 2015.

Banyak pihak yang meragukan Korea Airline (KAL) akan mampu mengalahkan Korean Aerospace Industrie (KAI), mengingat pengalaman Korean Airline (KAL) masih kalah dari KAI yang sudah memiliki pengalaman yang baik dalam mengembangkan pesawat tempur latih T-50 Golden Eagle tahun 2002 lalu bersama Lockheed Martin. Namun kehadiran Airbus disisi KAL ini sedikit banyak akan menutupi kekurangan KAL dalam hal technology pengembangan pesawat tempur. Hal ini mengingat Airbus memiliki pengalaman panjang mengembangkan pesawat tempur EF Typhoon. Namun sejauh mana KAL dan Airbus bisa bersaing dengan KAI dan Lockheed Martin tentu masih menjadi pertanyaan.

Hal lain yang menambah nilai plus bagi Korean Airline (KAL) dan Airbus adalah kenyataan bahwa saingan mereka yang menggandeng Lockheed Martin memiliki keterbatasan dalam melakukan transfer of technology, mengingat Amerika memiliki peraturan yang ketat dalam memberikan teknologi militernya kepada negara lain. Sedangkan Airbus Military sendiri tidak terlalu terkekang dalam memberikan transfer teknologi kenegara lain.

Namun penulis memandang kesungguhan Airbus dalam membantu project KFX/IFX ini kedepannya masih perlu untuk dipertanyakan mengingat project ini akan menghasilkan pesawat tempur generasi 4.5 yang tentunya akan bersaing dengan pesawat tempur EF Typhoon yang tidak lain adalah produk konsorsium EuroFighter dimana Airbus termasuk didalamnya. Meski demikian, penjualan pesawat tempur EF Typhoon yang tidak terlalu menggembirakan bisa saja memacu mereka untuk membantu project KFX/IFX ini. Hal ini terlihat dari kesiapan mereka bergabung dengan Korean Airline (KAL) dalam tender kontraktor utama prject KFX/IFX ini.

Melihat hal ini, maka tawaran transfer of technology dari konsorsium EuroFighter kepada project KFX/IFX jika Indonesia membeli pesawat tempur EF Typhoon sebagai pengganti F-5 TNI AU bisa disebut adalah tawaran yang cukup bagus. Namun tentunya Indonesia mesti mempertimbangkan lebih jauh lagi agar rencana masa depan modernisasi militer Indonesia tidak terganggu.

Plus Minus EF Typhoon sebagai pengganti Pesawat Tempur F-5 Indonesia
Pertanyaannya sekarang adalah apakah pembelian pesawat tempur EF Typhoon sebagai pengganti F-5 bagus untuk Indonesia? Pertanyaan ini tentunya sulit untuk dijawab dengan mudah. Namun melihat dari beberapa sisi akan memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana baik dan buruknya jika Indonesia membeli pesawat tempur EF Typhoon sebagai pengganti F-5 TNI AU.

Dari segi harga akuisisi, tampaknya harga pesawat tempur buatan Eropa ini masih lebih mahal dibandingkan dengan kandidat pengganti F-5 lainnya seperti Su-35 BM dari Rusia. Namun dari sisi life cycle cost selama 30 tahun kedepannya, tampaknya pesawat tempur ini memiliki prospek yang cukup bagus mengingat mesin EJ-200 yang digunakannya memiliki life cycle yang lebih baik dibandingkan dengan mesin Saturn AL-41F1S milik Su-35 BM.

Dari segi teknologi pesawat tempur ini bisa disebut adalah salah satu pesawat tempur generasi 4+ yang tercanggih saat ini. Pesawat tempur EF Typhoon trance 3 dikabarkan sudah menggunakan radar Captor-E AESA yang sangat mumpuni. Pesawat tempur ini juga sudah mendukung berbagai misi pertempuran serta mendukung berbagai rudal-rudal canggih terbaru seperti rudal BVR Meteor yang mampu melumat sasaran dari jarak yang lebih jauh dari rudal Aim-120C AMRAAM. Dengan kemampuan seperti ini tentu akan memberikan efek gentar yang cukup baik sehingga Indonesia semakin disegani dikawasan.

Dari sisi lain rencana penyederhanaan tipe pesawat tempur TNI AU memang akan menjadi kendala bagi bergabungnya pesawat tempur EF Typhoon kedalam inventori alutsista TNI. Hal ini karena Indonesia belum pernah mengoperasikan jenis pesawat tempur ini sebelumnya. Namun sejatinya itu tidak terlalu masalah karena kandidat lain seperti F-16 Block 60, Su-35 BM dan Gripen E/F sendiri pun sejatinya adalah pesawat tempur yang benar-benar berbeda dengan semua pesawat tempur yang ada di Indonesia saat ini. Ditambah lagi kabar bahwa mesin EJ-200 yang digunakan pesawat tempur ini juga menjadi kandidat kuat mesin yang akan digunakan di project pengembangan pesawat tempur KFX/IFX yang di ikuti Indonesia.

Konsorsium EuroFighter Bidik Pesawat Tempur Indonesia selain Pengganti F-5?
Melihat gelagat dari beberapa produsen pesawat tempur dunia seperti SAAB, EuroFighter, dan lainnya yang begitu getol menawarkan produknya ke Indonesia, tampaknya para produsen pesawat tempur ini tidak hanya mengincar pasar pengganti pesawat tempur F-5 Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia sendiri dikabarkan akan terus menambah kekuatan alutsista TNI termasuk pesawat tempur Indonesia. Tidak hanya berhenti di pengganti pesawat tempur F-5, tetapi modernisasi ini terus berlangsung.

Penulis mencermati sudah beberapa kali pejabat tinggi Indonesia yang menyebutkan bahwa akan ada lagi penambahan skuadron pesawat tempur Indonesia kedepannya selain pengganti F-5 TNI AU yang sudah tua ini. Apalagi juga ada sinyal bahwa Kohanudnas juga direncanakan memiliki pesawat tempur sendiri yang terpisah dari Angkatan Udara.

Melihat adanya peluang dimasa datang ini, maka sangat wajar sekali jika ada banyak produsen pesawat tempur dunia yang berlomba-lomba menawarkan produknya kepada Indonesia. Kita lihat di IDAM 2014 lalu dimana SAAB dan EuroFighter bagitu getol mempromosikan produknya di Indonesia. Dan saat ini bisa disebutkan bahwa program penggantian pesawat tempur F-5 adalah pintu masuk bagi mereka untuk mendapatkan pasar Indonesia kedepannya. Hal ini membuat produsen pesawat tempur dunia ini begitu getol untuk memenangkan persaingan untuk menjadi pengganti pesawat tempur F-5 Indonesia.

Semua sungguh asyik untuk di teliti lebih jauh, namun sekarang ini kita hanya bisa menduga-duga apa yang akan terjadi di depannya. Apakah tawaran Eurofighter akan diambil Indonesia atau tidak, masih cukup sulit melihat kepastiannya. Kita doakan saja yang terbaik bagi Indonesia dan pemerintah mengambil langkah yang bijak