Jumat, 22 April 2016

Terimakasih Google Doodle

Sungguh membanggakan karena pada hari ini  Google menjadikan gambar RA Kartini sebagai Google Doodle untuk merayakan hari ulang tahun Kartini ke-137, dan juga untuk menyambut hari Kartini. Terimakasih Google Doodle yang turut memperingati Hari Kartini ..


Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 pada keluarga priyayi atau bangsawan Jawa. Kartini bersekolah hingga umur 12 tahun. Setelah itu, Kartini harus tinggal di rumah karena dianggap sudah dapat dipingit. Kartini dapat berbahasa Belanda dan dia dapat belajar sendiri di rumahnya. Selain itu, dia juga menulis surat pada teman-teman yang berasal dari Belanda. Setelah membaca buku, koran dan majalah Eropa, Kartini berpendapat bahwa perempuan pribumi berada di status sosial yang rendah. Karena itu kartini ingin memajukan perempuan Indonesia.

Kartini melihat budaya di Jawa sebagai penghambat kemajuan perempuan, hal ini terlihat dari keluhannya yang tertulis di surat-suratnya. Satu hal yang dia inginkan untuk wanita Indonesia ketika itu adalah kebebasan untuk menuntut ilmu dan belajar. Dia juga berharap akan mendapatkan dukungan dari luar Indonesia.

Ayah Kartini berpikiran maju karena membiarkan anak-anak perempuannya bersekolah meski hanya sampai umur 12 tahun. Namun sayangnya ayahnya melarang Kartini untuk bersekolah di Belanda sesuai keinginan Kartini. Di akhir tahun 1903, ketika Kartini berumur 24 tahun, dia menikah dengan Bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang mendukung keinginan Kartini untuk memajukan perempuan Indonesia.

Kartini diizinkan untuk membuat sekolah wanita di sebelah pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Sang suami juga mendorong Kartini untuk menulis sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang berdasarkan pemikiran Kartini pada  surat-suratnya. Kartini meninggal pada tanggal 17 September 1904, beberapa hari setelah dia melahirkan anak pertama dan terakhirnya.

Sekali lagi, Terimakasih Google Doodle yang turut memperingati Hari Kartini ..

Lihat juga : Istilah sosial : Poligami, Poligini, dan Poliandri...