Kamis, 14 April 2016

Kontroversi Pembelian RS Sumber Waras bikin segelintir orang menjadi tidak "waras" ?

Kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Menuai Kontroversi. Harga beli yang diajukan Pemprov DKI dinilai tidak wajar. DPRD DKI Jakarta minta pembelian dibatalkan. Sementara, RS Sumber Waras dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pembelian tersebut wajar dan prosesnya terang benderang.


 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (13/4/2016) menjelaskan protes yang pernah dia sampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan hasil audit BPK terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Kata Ahok : "Saya kirim surat. Ada balasan, 'Baik, saya akan tanggapi dan akan manggil Bapak'," kata Ahok menirukan balasan BPK kepadanya.

Ia mengatakan, surat protes itu kemudian dibalas BPK pada 18 Agustus 2015. Dalam surat balasan itu, kata dia, BPK berjanji akan segera memanggil Ahok terkait protes tersebut. "Dia bilang apa tahu enggak? Disampaikan dengan hormat bahwa inspektur utama bahwa selaku panitera majelis kehormatan kode etik BPK RI telah menerima surat nomor perihal laporan atas hasil pemeriksaan BPK perwakilan DKI." "Dia ngaku sudah terima ya. Surat pengaduan tersebut telah dicatat dan telah diregistrasi untuk kepentingan sidang MKKE (Majelis Kehormatan Kode Etik), pelapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan," ucap Ahok. Namun, hingga kini, Ahok mengaku belum dipanggil BPK untuk mengklarifikasi protesnya akan hasil audit BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras itu, ia malah dipanggil ke KPK. Sementara Ahok dipanggil ke KPK, ILC juga membahas soal Pembelian lahan RS Sumber waras.

Debat panjang ILC pada malam 12 April 2016 yang mengangkat tema AHOK DI PUSARAN SUMBER WARAS berlangsung sangat sengit, dan menjadi tontonan menarik bagi saya. Di bawah ini adalah beberapa kesimpulan acara ILC 12 April 2016 tersebut :

Prof. Romli : (1) “Saya tidak bisa mentolerir hal-hal yang tidak santun, tidak sopan. Termasuk tingkah laku di ILC ini. Seharusnya tidak boleh ada penghujata-penghujatan”. (2) “Kita harus percayaa dengan BPK, karena ia adalaah lembaga resmi negara”. (3) “Kita apresiasi KPK yang bersikap hati-hati dalam kasus Sumber Waras ini”.

Karni Ilyas : “ILC ini tidak akan pernah membicarakan tentang agama, suku, dan ras”.

Fadli Zon : (1) “Ini bukan masalah Pilkada, tetapi masalah adanya kerugiaan negara berdasarkan audit BPK”. (2) Gerinda meyakini, kemenangan Pilkada DKI yang lalu karena figur Jokowi. Pak Jokowi yang mengatakaan itu pada saya”.

Menjelang akhir acara ILC, Ruhut S. mengatakan : ...sampai detik ini saya belum bisa menemukan apa isi ulasannya di ILC malam ini. Kecuali “Saya mewakili Ahok, malam ini”. Begini gaya bang Ruhut S. membela AHOK : https://youtu.be/UiMX-wXuz3E



Saya setuju pada semua pernyataan di ILC, menurut Prof. Romli tidak boleh ada yang mendahului KPK. Artinya, sudah semakin jelas ada apa dengan situasi negeri ini sejak tiga tahunan lalu. Kenapa saya sebut kontroversi Pembelian RS Sumber Waras bikin segelintir orang menjadi tidak "waras" ? Ya, begitulah saya lihat mereka menjadikan kasus SW sebagai jembatan untuk menyeberangi sungai kontroversi SW dikaitkan dengan kepentingan diri dan golongannya !

Ada pensiunan jendral yang mantan wagub DKI  era Fauzi Bowo yg berapi api menyerang Ahok dengan bersemangat, padahal sewaktu menjabat wagub ngambek tidak mau bekerja dengan Gubernur atasannya. Sekarang malah berkicau menyerang Ahok sampai disebut oleh Relawan Teman Ahok sebagai jendral yang provokator.. oh My God miris juga melihat orang-orang terpandang di negeri ini berseteru secara kurang waras. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) : waras berarti sehat rohani (mental, ingatan). -hs-